DISKUSI BAHAN KAJIAN BIDANG PENGUATAN STABILITAS POLITIK BERSAMA STAF AHLI KEMENKO PMK

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Jumat (11/02/22), Rapat Terbatas (Ratas) dan Diskusi dalam rangka Pelaksanaan Survey Bahan Kajian Bidang Penguatan Stabilitas Politik di Kabupaten Belu bersama Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Kemenko PMK ) dengan pimpinan OPD terkait berlangsung di Aula BP4D Kabupaten Belu.
Mungkin gambar 3 orang dan dalam ruangan
Rapat terbatas dan diskusi dibuka oleh Plt. Kepala BP4D Kabupaten Belu – Rene B. Baria, ST didampingi staf ahli Kemenko PMK – Abdulah Muhdi, dihadiri Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kab. Belu, Plt. Kaban Kesbangpol Kab. Belu, Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Kab. Belu, Administrator PLBN Motaain, Sekretaris Dinas PMD Kab. Belu, Sekretaris Dinas P dan K Kab. Belu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kab. Belu, Kabid LIP mewakili Kadis Kominfo Kab. Belu serta Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura yang mewakili Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Belu serta Tim ahli Kemenko PMK turut hadir staf ahli Bidang Stabilitas Politik dan Pemerintahan, staf ahli bidang Reformasi Birokrasi dan Deputi II tentang Perbatasan.
Plt. Kepala BP4D Kabupaten Belu – Rene B. Baria, ST dalam sambutan menyampaikan tujuan kunjungan tim ahli Kemenko PMK di Kabupaten Belu sebagai Kabupaten Perbatasan.
Mungkin gambar 15 orang, orang duduk dan dalam ruangan
‘ Ratas atau tepatnya diskusi ini dalam rangka menggali informasi – informasi terkait kondisi kita yang akan menjadi bahan kajian penguatan stabilitas politik di Kabupaten Belu bersama tim ahli Kemenko PMK RI,” pungkas Plt. Ka BP4D.
Tim Ahli Kemenko PMK – Abdulah Muhdi dalam paparan mengharapkan informasi dan masukan yang komprehensif akan menjadi bahan kajian kepada Kemenko PMK yang sangat concern di bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Mungkin gambar 12 orang, orang berdiri dan dalam ruangan
‘ ada 5 hal yang ingin kami dapatkan masukan dan juga informasi sebanyak-banyaknya, harapannya setelah mendapatkan masukan secara komprehensif terkait 5 hal ini, kami bisa memberikan masukan karena kami ditugasi untuk mengkaji terkait dengan kondisi yang ada di daerah perbatasan yang tentunya pasti banyak tantangan, dinamika, persoalan dan lain sebagainya, bisa jadi masukan kepada Kemenko yang memang concern di bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,” papar Abdulah.
Dijelaskan Abdulah, 5 hal yang ingin mendapatkan masukan terkait : situasi terkini tentang keadaan sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang ada di daerah Belu, kebijakan Pemda dalam hal pengelolaan daerah perbatasan, inovasi dan kreatifitas harus berkolaborasi untuk pembangunan daerah perbatasan, meningkatnya kesejahteraan masyarakat di perbatasan dan terakhir hambatan dan kendala dalam konteks pembangunan manusia dan kebudayaan di daerah perbatasan, bahkan juga ada potensi konflik, potensi disintegrasi bangsa dan nasionalisme menjadi masalah yang krusial.
Mungkin gambar 12 orang, orang duduk, orang berdiri dan dalam ruangan
Menurut Abdulah Kabupaten Belu menjadi daerah perbatasan yang dipilih secara khusus karena punya keunikan yang berbeda dengan daerah perbatasan lainnya.
Dalam diskusi ratas tersebut, instansi/ OPD terkait menyampaikan informasi dan masukan baik tingkat kerawanan konflik horisontal maupun konflik wilayah RI-RDTL, Komoditi unggulan yang dihasilkan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat belum optimal, masalah atau gejolak yang timbul di perbatasan bermuara karena masalah ekonomi, serta masalah jaringan telekomunikasi masih memprihatinkan di beberapa titik yang masih didominasi jaringan Timor Leste.
Foto/ Berita : Eli Mali
Tim layanan info publik
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Super Bowl Live Stream

Watch Super Bowl 2022 Live