BUPATI BELU MENGIKUTI LAUNCHING APLIKASI MONITORING KARANTINA PRESISI SECARA VIRTUAL

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO BELU – Kamis (06/01/22), Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM bersama Kapolres Belu, Kepala Administrator PLBN Motaain, Kepala Karantina Hewan dan Kasubsie Imigrasi Atambua mengikuti Launching Aplikasi Monitoring Karantina Presisi secara Virtual di PLBN Motaain, Kecamatan Tasifeto Timur.
Mungkin gambar 10 orang, orang berdiri dan seragam militer
Launching Aplikasi Monitoring Karantina Presisi menuju Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh oleh Kapolri – Jend. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si berlangsung di Angkasa Pura II Bandar Udara Soekarno – Hatta dihadiri Menko Kemaritiman – Luhut Binsar Panjaitan, Menko Perekonomian – Erlangga Hartanto, Menteri Kesehatan – Ir. Budi Gunadi Sadikin, Kepala BIN – Jend. Pol. ( Purn) Budi Gunawan, Direktur Angkasa Pura II diikuti secara virtual oleh PLBN Motaain, PLBN Aruk, PLBN Skouw, PLBN Entikong serta Polda Jawa Timur dan PLBN lainnya.
Mungkin gambar 10 orang, orang duduk, orang berdiri dan dalam ruangan
Aplikasi Monitoring Presisi memiliki manfaat yang signifikan bagi anggota POLRI dalam memonitoring pelaksanaan karantina Covid-19 antara lain Polri memiliki database petugas yang berwewenang melakukan monitoring di lokasi karantina, petugas di lapangan memiliki data update yang harus di monitoring di karantina, terdapat fitur pendeteksi koordinat sebagai upaya mendisiplinkan pelaku karantina serta memiliki dashboard di comand center sebagai bentuk monitoring secara berjenjang.
Mungkin gambar 12 orang, orang berdiri dan dalam ruangan
Kapolri – Jend. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si dalam sambutan menyampaikan Launching Aplikasi Monitoring Karantina Presisi sebagai bentuk Koordinasi antara Kapolri, Menkes dan Menkumham untuk mengembangkan aplikasi dalam rangka membantu anggota Polri yang melakukan pengawasan pelaku karantina khususnya di lokasi – lokasi pintu masuk dari luar negeri.
“ Masyarakat kita yang datang dari luar negeri untuk betul-betul bisa kita awasi secara ketat, secara disiplin, sehingga kita bisa mengantisipasi agar pintu gerbang utama, bisa kita jaga dari resiko masuknya varian delta maupun varian omycron,” tandas Kapolri.
Dalam simulasi penggunaan aplikasi Monitoring Karantina Presisi, setiap orang yang baik WNA/WNI yang memasuki wilayah RI, langsung menginstall Aplikasi, melakukan scan barcode sehingga langsung terhubung dengan Comand Center. Apabila pelaku karantina telah selesai masa karantina, sistem akan memvalidasi data secara otomatis dan terhapus.
Berita: Deny N & Eli M
Foto: Eli Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.