SOSIALISASI PROGRAM KEMITRAAN BUMDES DENGAN ISP DAN BAKTI KOMINFO

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (24/11), Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Belu menggelar Sosialisasi Program Kemitraan BUMDES dengan Internet Service Provider (ISP) dan BAKTI kepada Pemerintah Desa dan Pengurus BUMDES Desa Kabuna, Umaklaran, Duarato, Fatuketi, Leosama dan Desa Silawan bertempat di Aula Kantor Desa Kabuna.
Mungkin gambar 3 orang, orang berdiri dan teks yang menyatakan 'SELAMAT DATANG TIM KEMENDES DAN BAKTI DALAM RANGKA SOSIALISASI PROGRAM KEMITRAAN RUMDES KEPADA PEMERINTAH DAN PENGURUS BUMDES KA BELU BER 2021'
Sosialisasi dilakukan dalam rangka upaya peningkatan partisipasi Bumdes dalam aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi di daerah tertinggal untuk penyediaan akses internet secara mandiri di kawasan desa.
Dalam sambutan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) – Drs. Egidius Nurak menyampaikan Bumdes adalah satu-satunya badan usaha yang ada di desa, karena didikan oleh desa dan ada badan hukumnya.
Mungkin gambar 1 orang, berdiri dan teks yang menyatakan 'ITRAAN INTAH MDES KA DES DAN ELU URAK ER 2021'
” Mendengar Bumdes, untuk level tertinggi atau pengurusnya kita sebut Direktur, Direktur di sebuah badan usaha harus profesional. Sebagai gambaran bahwa di Kabupaten Belu ada 69 Desa, artinya harus ada 69 Desa Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),” ungkap Kadis.
Menurut Kadis, BUMDes yang ada dalam perjalanan selama ini ada yang berhasil dan ada yang tidak.
” Ada banyak sekali persoalan yang kita temui dalam mengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), maka diperlukan direktur atau pengurus yang mempunyai SDM yg teruji dan pendidikan yang tinggi,” tandas Kadis.
Mungkin gambar 9 orang, orang berdiri dan teks yang menyatakan 'SELAMAT DATANG TIM KEMENDES DAN BAKTI DALAM RANGKA P PROGRAM BUMDES DESA DAN PENGURUS BUMDES KAB. BELU T'
Pada tempat yang sama, Subkoordinator Penyerasian Pembangunan Sarana Prasarana Kominfo Daerah Tertinggal pada Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDTT, Edi Wibowo, S.T., M.AP., dalam wawancara singkat menyampaikan maksud kedatangan ke Kabupaten Belu adalah ingin mensosialisasikan bentuk kegiatan atau program kemitraan Bumdes internet mandiri desa.
” Semenjak tahun 2011 Bumdes itu dibentuk, kita diwajibkan semua desa – desa di seluruh Indonesia membuat Bumdes atau unit usaha, namun dalam perjalanannya dari tahun 2017 hingga sekarang hanya ada sekitar 50.000 lebih Bumdes di desa – desa mandiri yang mempunyai unit usaha produktif atau yang menghasilkan profit, ” jelas Edi Wibowo.
Mungkin gambar 8 orang, orang berdiri, orang duduk, dalam ruangan dan teks yang menyatakan 'SELAMAT DATANG TIM KEMENDES DALAM DRAGA KEP BUMDES PENGURUS BUMDES KAB. BELU W'
Edi Wibowo menjelaskan, melihat latar belakang atau permasalahan tersebut, Direktorat Sarana dan Prasarana Desa bekerjasama dengan BAKTI Kominfo.
” BAKTI Kominfo mempunyai program sesuai Visi Presiden Jokowi, Indonesia Digital di tahun 2024, tidak ada blank spot lagi. Untuk pembagunan fisik sendiri ada sekitar 4000 sekian BTS dan ada akses internet juga, gambaran program tadi adalah kami memberikan suatu unit usaha yang baru, ” Papar Edi Wibowo.
Berita: Novita Bogar
Foto: Ana
Video: Hengki
Editor: Eli Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Super Bowl Live Stream

Watch Super Bowl 2022 Live