TEKAN AKI – AKB MELALUI AUDIT MATERNAL PERINATAL SURVAILANS RESPONS

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Jumat (19/11), Upaya menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Pemkab Belu dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Belu menggelar diseminasi hasil Audit Maternal Perinatal Survailans dan Respons ( AMP-SR) tingkat Kabupaten Belu, dihadiri Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleserens, MM bertempat di Hotel Matahari – Atambua.
Mungkin gambar 3 orang, orang berdiri dan teks yang menyatakan 'KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA ULAID USAID DARI RAKYAT AMERIKA MOMENTUM NE UPAYA PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI MELALUI AUDIT MATERNAL PERINATAL SURVEILANCE AND RESPONSE (AMP-SR) & MATERNAL PERINATAL DEATH NOTIFICATION (MPDN) AM ATAMBUA, 18 19 November 2021 &MPDN 24 Novembe'
Dalam sambutan Wakil Bupati Belu- Drs. Aloysius Haleserens, MM mengatakan bahwa didalam kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, tahun 2020 – 2024 ada beberapa kebijakan yang difokuskan dalam indikator kesehatan, salah satunya adalah meningkatkan Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga. Karena itu, Pemerintah Pusat, Provinsi dan Pemerintah Kabupaten bekerjasama untuk menekan AKI dan AKB di Kabupaten Belu demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas.
Lanjut Wabup, untuk meningkatkan kesehatan Ibu dan Anak, Kesehatan Keluarga Berencana, Kesehatan Reproduksi, gizi masyarakat, pengendalian penyakit bukan sekedar tanggungjawab orang kesehatan semata, namun semua pihak yang hadir pada kegiatan ini juga mempunyai tanggungjawab bersama mewujudkan kesehatan Ibu dan bayi.
Mungkin gambar 1 orang, duduk, berdiri dan teks yang menyatakan 'P-SR P-SR:18-19Nove 19 Nove'
” Jadi, disampaikan bahwa kesehatan Ibu dan Anak kalau terganggu akan terjadi kematian, kematian semakin tinggi apa yang akan terjadi, pada titik tertentu akan terjadi lost generation, untuk itu, kita perlu tingkatkan kesehatan Ibu dan Anak melalui berbagai cara dan upaya salah satunya melalui Germas sehingga fokus dalam meningkarkan kesehatan Ibu dan Anak bisa terjadi,” pungkas Wabup.
Mantan Kepala Kesbangpol ini juga menyebutkan berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Daerah untuk menurunkan AKI dan AKB, namun sejauh ini belum ada perubahan yang signifikan sehingga diperlukan analisis komprehensif untuk mengidentifikasi penyebab masih tingginya AKI dan AKB sepanjang Bulan Januari sampai dengan Oktober 2021 melalui pelaksanaan Audit Maternal Perinatal Survailans dan Respons.
Mungkin gambar 8 orang, orang duduk, orang berdiri dan dalam ruangan
” Tentunya akan ada berbagai upaya untuk mengurangi Angka Kematian Ibu dan Anak, salah satunya melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, agar bertugas untuk mengatur jarak kelahiran anak dan membentuk keluarga yang seimbang dan perkawinan yang matang,” tandas Wabup Belu.
Diakhir sambutannya, Wabup Belu mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif dan memperhatikan tugas dan fungsi masing – masing dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu, bayi dan balita demi tercapainya masyarakat yang sehat dan berkualitas.
Mungkin gambar 3 orang, orang berdiri dan bunga
Pemateri dalam diseminasi hasil Audit Maternal Perinatal Survailans dan Respons ini Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Belu – Siprianus Mali, S.IP dan Tim Pengkaji Eksternal Kematian Ibu dan Bayi Provinsi NTT.
Berita: Dora & Norci
Foto: Hirro
Video: Sipri
Editor: Eli Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Super Bowl Live Stream

Watch Super Bowl 2022 Live