PLT ASISTEN PEMERINTAHAN DAN KESRA BUKA WORKSHOP PROMOSI DAN DISEMINASI KIK

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Jumat (15/10), Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu – Drs. Nikolaus Umbu K. Birri, MM membuka kegiatan Workshop Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal ( KIK), yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu, bertempat Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua.
Mungkin gambar 1 orang dan berdiri
Kegiatan Workshop turut dihadiri Kadis Pariwisata Kabupaten Belu- Fredrikus L. Bere Mau, ST, Ketua Dekranasda Kabupaten Belu – Ny. Dra. Freny Indriani Yanuarika dan Wakil Ketua – Ny. Rinawati Br Perangin Angin, SE., MM bersama pengurus, para pemerhati Tenun Belu, para pengrajin dan pengusaha Tenun Belu, serta masyarakat Kabupaten Belu ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara Pemda Belu dan masyarakat Kabupaten Belu akan urgensi pendaftaran indikasi geografis tenun ikat Belu serta mendorong revisi dokumen deskripsi IG tenun ikat Belu.
Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Belu – Drs. Nikolaus Umbu K. Birri, MM dalam sambutannya mengatakan, kekayaan intelektual manusia telah menghasilkan berbagai macam karya yang banyak memberikan dampak bagi seluruh aspek kehidupan manusia. Berbagai karya hasil pemikiran atau kecerdasan manusia sebagai kekayaan intelektual tentunya memiliki nilai dan manfaat ekonomi, sehingga dapat juga dianggap sebagai aset komersial. Untuk itu, setiap hasil karya dari kekayaan intelektual baik secara individual maupun kelompok perlu dihormati, dihargai dan mendapat perlindungan guna menjamin keberlanjutan atas hasil karya tersebut.
Mungkin gambar 1 orang dan berdiri
“Hasil karya kekayaan intelektual di Kabupaten Belu memiliki kekhasan dan karakteristik tersendiri. Contohnya kain tenun yang sudah digiatkan di beberapa tempat oleh ibu-ibu Dekranasda. Tahun depan, jika tidak ada halangan, kita bisa membuka tempat-tempat giat baru yang tentunya harus di sertai perda dan akta notaris,” ucapnya.
Diakhir sambutan, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Belu yang juga adalah Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan ini mengatakan, setiap hasil karya dari kekayaan intelektual baik komunal / kelompok maupun individual perlu dijaga seperti ritual budaya, tari-tarian dan tenunan tradisional yang memiliki corak serta karakteristik khusus akibat pengaruh lingkungan geografis.
Mungkin gambar 9 orang, orang berdiri, orang duduk dan dalam ruangan
” Kita ketahui bahwa, tais dan tenun ikat Belu telah memiliki reputasi dan karakteristik yang cukup dikenal, baik secara regional, nasional maupun internasional. Oleh karena itu, kekayaan -kekayaan intelektual itu sudah seharusnya dilakukan upaya pelestarian dan pengembangan baik oleh pemda maupun masyarakat umum sehingga mendatangkan keuntungan, baik dari segi ekonomis maupun sosial budaya bagi masyarakat Kabupaten Belu.”tandas Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Belu.
Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Dan HAM pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT -Arvan Faiz Muhlisi, SH.,MH mengatakan potensi yang ada di NTT terkait dengan kekayaan intelektual sangat luar biasa. Kekayaan-kekayaan ini nantinya akan membawa dampak yang besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Mungkin gambar 1 orang, berdiri, dalam ruangan dan teks yang menyatakan 'BELU 1958'
“Kami mendorong dan terus bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan DPRD untuk menginisiasi produk perda yang juga mendukung upaya kekayaan intelektual. Dan di beberapa kabupaten ada yang sudah mencantumkan tentang perda terkait dengan penyelenggaraan kekayaan intelektual dan dihubungkan dengan pariwisata daerah ,” terang Kadiv. Pelayanan Hukum.
Adapun Narasumber dalam kegiatan Workshop Promosi dan Diseminasi KIK, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM-ArfanFaiz Muhlizi, SH.,MH dengan materi Perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal, Kepala Bidang Pelayanan Hukum-Erni Mamo Li, SH, M.Hum membawakan materi Pengenalan Kekayaan Intelektual dan Kepala Seksi Pengembangan Perdagangan Luar Negeri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT – Laurensius Lusi Kleden, ST dengan materi Peran Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya perlindungan Produk IG Tenun Tradisional yang dipandu oleh Sekretaris pada Dinas Pariwisata Kabupaten Belu – Yasinta Rinjani Bria, A.Pi, M.Si.
Foto/Berita: Frans Leki
Video: Dion Luan
Editor: Eli Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.