RAKOR TIM SATGAS EVALUASI PERKEMBANGAN COVID -19 KABUPATEN BELU

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (6/10), Tim Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Belu kembali melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanganan COVID-19. Rakor Langsung dipimpin oleh Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM didampingi Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleserens, MM, dan Dandim 1605 / Belu – Letkol Inf. Wiji Untoro, bertempat di Sekretariat Satgas Covid-19.
Mungkin gambar 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan
Rakor yang dihadiri Anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Belu ini untuk mengevaluasi dan mengetahui sejauh mana perkembangan penanganan Covid-19 diwilayah Kabupaten Belu, proses vaksinasi, kesesuaian data Covid mulai dari Kabupaten, Provinsi dan Nasional.
Bupati Belu dalam arahannya menjelaskan bahwa Rakor yang rutin dilaksanakan ini untuk mengevaluasi Covid -19 di Kabupaten Belu dan langkah – langkah strategis yang diambil untuk percepatan pemutusan mata rantai penyebaran Covid – 19 di Wilayah Kabupaten Belu.
Mungkin gambar 1 orang dan duduk
” Jadi, secara umum, berdasarkan rilis dari kementerian dan data – data lapangan yang kita punya termasuk vaksinasi, ada hal – hal penting yang harus kita bahas, data – datanya naik turun diantaranya, tingkat kesembuhan, kematian, rawat inap, tingkat mobilitas masyarakat dan yang paling penting tingkat kepatuhan masyarakat terhadap Protokol Kesehatan,” tandas Bupati Belu.
Terkait kepatuhan masyarakat terhadap Protokol kesehatan yang belum maksimal Bupati meminta kepada Satgas Covid – 19 untuk melakukan tindakan -tindakan yang terukur dan tetap memberikan pemahaman dengan baik kepada masyarakat terkait Covid-19 sehingga tidak terjadi hal – hal brutal yang dilakukan oleh masyarakat.
Mungkin gambar 5 orang, orang duduk, orang berdiri dan dalam ruangan
” Oleh karena itu, tindakan – tindakan yang dilakukan di Lapangan kita tetap persuasif, tidak konfrontatif tetapi juga harus terukur, karena sebagian masyakat masih kurang paham terhadap Covid- 19 dan kita juga tetap berpegang pada aturan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bupati juga menyebutkan bahwa kasus Covid -19 yang paling tertinggi dan masih tetap menduduki tempat pertama adalah Kecamatan Kota Atambua, Kecamatan Atambua Barat, Kecamatan Atambua Selatan dan Kecamatan Tasifeto Barat.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan dalam ruangan
Sedangkan Kasus Covid pada angka sedang di Kecamatan Raihat, Kakuluk Mesak dan Kecamatan Tasifeto Timur.
Kecamatan Nanaet Duabesi, Raimanuk, Lasiolat, Lamaknen Selatan dan Kecamatan Lamaknen tetap 0 Kasus.
” Untuk itu, dari spesifikasi data di dalam kota ini kita lihat bahwa mobilisasi terbanyak, interaksi terbanyak dan pusat – pusat perdagangan terbanyak maka kasus Covid – 19 akan tinggi,”ujar Bupati Belu.
Selanjutnya terkait dengan antusias masyarakat untuk menyelenggarakan pesta, dan sebagainya, Pemerintah akan melakukan berbagai cara dan upaya melalui kesepakatan bersama, salah satunya boleh melaksanakan Pesta dari jam 6 pagi sampai jam 6 Sore.
Terkait Proses KBM di Sekolah, akan dilaksakan apabila Guru dan Anak – Anak sudah melakukan Vaksinisasi diatas 70 persen.
Berita: Dora & Norci
Foto: Hirro
Video: Sipri
Editor: Eli Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.