BUPATI BELU MELAUNCHING PEMBENTUKAN POKJA PENURUNAN AKB

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (06/10), Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM didampingi Plt. Kepala BP4D Kabupaten Belu dan Project Koordinator MOMENTUM USAID Klaster Timor – Melki Saudila melaunching Pembentukan Kelompok Kerja Penurunan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Prevalensi Stunting Kabupaten Belu, bertempat di Hotel King Star Atambua.
Mungkin gambar satu orang atau lebih dan dalam ruangan
Kegiatan diawali dengan penandatanganan Surat Keputusan Pembentukan Kelompok Kerja Penurunan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Prevalensi Stunting Kabupaten Belu yang dilakukan oleh Bupati Belu didampingi Plt. Kepala BP4D Kab. Belu dan Project Koordinator MOMENTUM USAID Klaster Timor.
Dalam sambutannya Project Koordinator MOMENTUM USAID Klaster Timor – Melki Saudila mengatakan hari ini merupakan sebuah acara besar yang menjadi tombak sejarah, kita akan memulai satu semangat untuk berupaya bersama. Momentum sudah masuk ke NTT sejak bulan April Tahun 2021 dan kita bersyukur bahwa Provinsi NTT mendapatkan suatu keistimewaan dari 22 Kabupaten/ Kota, Kab. Belu termasuk Kabupaten yang masuk lebih cepat dari 8 Kabupaten yang ada di Timor.
” Kami mengapresiasi kepada Kab. Belu, kita baru saja memulai namun begitu banyak aktifitas yang kita lakukan, ini menunjukkan semangat yang luar biasa kita dalam upaya bersama dalam menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB),” ungkapnya.
Mungkin gambar 2 orang dan orang berdiri
Pada tempat yang sama, Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini sangat strategis sehingga kedepannya akan evaluasi secara berkala.
” Tiap bulan pokja – pokja ini kita akan evaluasi dan untuk Dinas atau OPD terkait harus perhatikan dengan baik tugas dan tupoksinya, karena saya akan cek. Karena angka stunting dan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia ini masih sangat tinggi,” paparnya.
” Pokja sudah terbentuk, Pokja adalah kelompok untuk bekerja, kita akan ikuti sampe ke lapangan, tim di Kabupaten, tim di kecamatan dan tim di desa sampai pada kelompok terkecil, kita harus saling berkoordinasi dengan baik,” tandas Bupati Belu.
Mungkin gambar 5 orang, orang berdiri, dalam ruangan dan teks yang menyatakan 'INDONESIA REPO Launching Kelompok Kerja Pen Angka Kematian Ibu, Angka Preval unting Kab Ha, Oktober Yckbn'
Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada Momentum, karena Kabupaten Belu dipacu mulai bergerak menjadi Kabupaten yang lebih agresif.
” Saya mau juga kita turunkan angka stunting dan kematian ibu dan bayi ini lebih agresif, untuk semua dokter di Puskesmas harus standbye di Puskemas dan tidak ada alasan untuk cari dokter susah, atau dokter tidak ada di tempat,” tegas Bupati Belu.
Dirinya juga meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan agar setiap kematian Ibu dan Bayi harus kita audit. Oleh karena itu diri nya meminta kepada semua dokter harus tepat dalam melakukan diagnosis suatu penyakit.
Hadir dalam kegiatan ini Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Pimpinan OPD terkait atau Pejabat yang mewakili, Ketua TP PKK Kab. Belu, Pimpinan Yayasan Pijar Timur, serta Insan media.
Berita: Novita Bogar
Foto: Ana Ukat
Video: Hengki Mao
Editor: Eli Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.