WABUP BELU BUKA LOKAKARYA PEMBENTUKAN POKJA PERCEPATAN PENURUNAN AKI, AKB DAN STUNTING

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (08/09), Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleserens, MM, Membuka secara resmi Kegiatan Lokakarya Pembentukan Kelompok Kerja Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kabupaten Belu, bertempat di Aula Hotel King Star.
Mungkin gambar 3 orang, anak, orang berdiri dan teks yang menyatakan 'KEMENTERLAN KESEHATAN INDOLESIA USAID MOMENTUM Lokakarya Pembentukan Kelompok Kerja Percepatan Penurunan AKI, AKB dan Prevalensi Stunting Di Kabupaten Belu Rabu, September 2021 Pit .KABANBP4D KABAN WAKIL BUPATI'
Sesuai laporan panitia, kegiatan yang berlangsung atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Belu dan Pemerintah Provinsi NTT berupaya secara optimal untuk menurunkan AKI, AKB dan percepatan penurunan dan pencegahan Stunting. Pada Tahun 2020 di NTT jumlah kematian Ibu sebanyak 149 kasus, kematian Neonatal sebanyak 744 kasus sedangkan untuk angka Stunting sebanyak 24.296.
Sementara di Kabupaten Belu Tahun 2020 AKI sebanyak 12 kasus, kematian Bayi sebanyak 67 kasus, (NEONATAL) 52 kasus dan Post Neonatal 15 kasus, sedangkan angka Stunting sebanyak 21.296.
Mungkin gambar satu orang atau lebih dan dalam ruangan
Tujuan kegiatan ini dilakukan agar bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi, melalui kualitas pelayanan kesehatan khusus untuk ibu dan bayi yang baru lahir yakni lebih fokus terhadap pelayanan di rumah sakit, puskesamas, dan perlunya advokasi ke daerah-daerah. Oleh karena itu, perlu sebuah kelompok kerja sehingga bisa mengkoordinir semua program kegiatan agar bisa mencapai target secara menyeluruh baik Nasional maupun Daerah untuk mengurangi angka kematian pada ibu dan bayi, dan kasus Stunting yang ada sekarang ini.
Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleserens, MM mengatakan kita mendapatkan bantuan dari USAID (Amerika). Dalam menjalankan program penurunan angka kematian bagi Ibu dan bayi, serta Stunting sehingga pemerintah dari luar Negeri ikut memberikan perhatian kepada kita.
Mungkin gambar 1 orang, duduk dan teks yang menyatakan 'AQUA W AKIL BUPATI'
” Sehingga kita semua yang ada di Belu harus bersepakat untuk bergandengan tangan sesuai tugas pokok dan fungsi kita dalam rangka mempercepat proses penurunan kematian bagi ibu dan bayi, serta Stunting dengan harapan kita akan memenuhi tuntutan pemerintah pusat secara Nasional menurunkan angka Stunting sampai dengan 14-17 persen,” harap Wabup.
” Saat ini teman-teman dari USAID hadir bersama kita untuk memberikan advokasi sehingga setiap stakeholder dan pimpinan OPD yang berkaitan diharapkan harus hadir dan mengikuti kegiatan secara baik dan benar kemudian bisa menerapkan kepada seluruh masyarakat khususnya bagi keluarga yang memiliki ibu hamil, bayi, anak balita yang Stunting sehingga tidak terjadi lagi angka kematian bagi bayi dan ibu,” tandas Wabup Belu.
Mungkin gambar 1 orang, perairan dan dalam ruangan
Perwakilan USAID – dr. Yustina Yudha Nita, M.Sc. menyampaikan Pokja sebagai motor penggerak sehingga AKI dan AKB, Stunting di kabupaten Belu bisa berhasil karena melibatkan OPD dimana semua OPD harus bekerja melalui Pokja ini. Dan dari USAID yang diutamakan adalah meningkatkan pelayanan di rumah sakit dan akan ada tim yang akan langsung turun mendampingi para dokter di rumah sakit Umum Atambua, di setiap Puskesmas dan memperbaiki sistem rujukan.
“Pelayanan kami ini juga ada di 22 kabupaten dimana di bagi dalam klaster yakni Belu, Rote dan Sabu. Flores, Alor, Lembata, Sumba. Semua akan mendapatkan program yang sama untuk dilayani. Serta data yang didapat di Pulau Timor khusus di Provinsi NTT,” tandas dr. Yustina.
Mungkin gambar 5 orang, orang berdiri dan dalam ruangan
Hadir dalam kegiatan Lokakarya Pembentukan Kelompok. Kerja Percepatan Penurunan AKI, AKB Prevalensi Stunting ini, Wakil Ketua TP PKK – Ny. Rinawati Br Perangin Angin, SE, MM, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu – Drs. Egidius Nurak yang sekaligus membawakan materi dengan judul Status Stunting AKI, AKB di Kabupaten Belu, Plt. Kepala BP4D – Dra. Maria K. Eda Fahik, MM membawakan materi dengan judul Penurunan Stunting di Kabupaten Belu, Ketua Pokja Stunting AKI, AKB Propinsi NTT – Ir. Sarah Lery Mboeik dengan judul materi Kelompok Kerja Stunting AKI, AKB Provinsi NTT, Struktur Peranan dan Fungsinya. Materi Ir. Sarah Lery Mboeik yang disampaikan secara Daring dari Kota Kupang.
.
Berita: Dora
Video: Epek
Foto: Hiro
Editor: Elias Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.