USKUP ATAMBUA PIMPIN MISA SYUKUR HUT KE 14 DAN PERESMIAN GEDUNG KANTOR PUSAT CUKS

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Jumat (20/08) Perayaan Misa Syukur Ulang Tahun CU Kasih Sejahtera ke XIV dan Peresmian Gedung Kantor Pusat berlangsung di Aula Gedung Kantor Pusat CU Kasih Sejahtera dipimpin langsung Uskup Atambua – YM. Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.
Mungkin gambar 1 orang
Dalam khotbahnya Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr mengungkapkan dalam mengembangkan CU ini perlu belajar dari kitab suci yang akan menjadi pegangan dan pedoman hidup dalam perjalanan CU ini kedepannya, dan harus mempunyai inovasi-inovasi baru dalam bekerja agar perjalanan CU ini kedepannya dapat berkembang dengan baik dan para anggota dapat Sejahtera.
” Hukum alam diberikan Tuhan supaya kita bisa mengukir kemajuan, sepanjang kegiatan kemarin yang disuguhkan kepada kita terkait dengan perjalanan CU kasih sejahtera yakni dalam sesi terakhir saya mencoba untuk menyadarkan peserta tentang makna dari sejarah. Sejarah adalah medan dan bisa jadi merupakan kejadian alam, even, bisa jadi kehidupan yang berlangsung apa adanya, kalau kita hidup terus dalam semangat komonalisme kita bisa sangat-sangat memelihara tradisi dan budaya kita tetapi kita tidak akan maju,”ungkapnya.
Syarat supaya kita bisa mengubah yang alami dan tradisional itu hanyalah apa yang dinamakan kesadaran dan justru disitu sejarah adalah campur tangan manusia, sehingga sejarah mempunyai awal dan akhir yang bermakna. Dan karena itu sejarah sering kali dilukiskan sebagai medan. Banyak orang karena kesusahan berderai air mata, tayangan-tayangan kemarin dari komunitas basis pengembangan ekonomi (kompas) yang menceritakan tentang kegagalan, tentang perjuangan yang harus dimulai dari waktu ke waktu yang pada akhirnya mendapatkan hasil sehingga medan perjuangan hidup itu bukan hanya diwarnai dengan air mata tetapi juga dihiasi dengan tawa riang karena keberhasilan, karena kesuksesan ataupun capaian-capaian yang diperoleh.
Keterangan foto tidak tersedia.
Mari kita mengambil kekuatan dari Kitab Suci untuk menjadi pegangan dalam hidup kita, didalam perjalanan CU ini kedepan. CU ini mau maju harus bisa masuk ke cara bekerja yang inovatif dan cara kerja kita harus diperbaharui dan kita tidak boleh takut untuk berjumpa dengan orang lain supaya kita bisa maju.
Dalam bacaan pertama, Naomi karena situasi kelaparan di Betlehem, di tanah Eufrat bersama suami dan kedua putranya mengungsi ke daerah Moab bagian barat daya kota Bethlehem disana mereka belajar untuk bertahan.
Saudari dan saudara yang terkasih pada akhirnya walaupun dia harus kehilangan tiga orang yang menjadi tulang punggung kehidupan Naomi pulang membawa serta menanti kedatangan perempuan yang namanya Rut dan Rut ini kemudian akan menjadi ibu dari semua Raja yang ada di Bethlehem sehingga dari merekalah datang Kristus dan mereka menjadi pewaris keterampilan di wilayah Betlehem, ada dua ketrampilan yang pertama Bethlehem adalah rumah roti dan yang kedua Bethlehem adalah rumah daging sehingga CU Kasih Sejahtera ini menjadi pionir untuk masa sekarang.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan dalam ruangan
Saudari dan saudara yang terkasih kekuatan dari CU ini berdasarkan bacaan kedua tadi harus menjadi tempat penataan hidup dimana semua anggota hidup secara bermartabat, CU adalah tempat orang-orang baik yang bekerja sama untuk menghasilkan semuanya baik. Ditegaskan dalam bacaan kedua tadi ” janganlah orang berkembang dalam melakukan kejahatan ” kita diminta CU ini menjadi lembaga kebaikan menuntun dan membimbing kita untuk berkembang menjadi orang-orang yang baik, kita berbicara tentang yang baik sehingga CU Kasih Sejahtera mengukir prestasi-prestasi. CU ini adalah ” KASIH” maka kepada Romo Kris dan para Romo serta pengurus dan pengawas CU ini harus memberi tindakan untuk menyalurkan, tindakan untuk memperlancar kesejahteraan bagi semua anggotanya, CU ini harus menjadi tempat dimana orang bisa gampang menemukan model kesejahteraan, Inilah tantangan bagi kita kedepannya.
Pada perayaan misa syukur HUT ke 14 dan Peresmian Gedung Kantor Pusat Koperasi CU Kasih Sejahtera Atambua ini dihadiri Bupati Belu, Ketua DPRD Belu, Kepala Kejaksaan Belu, Dandim 1605 / Belu, Dansatgas Pamtas RI-RDTL, Danyon Raider Khusus 744 / SYB Tobir, utusan dari Kabupaten Malaka, Asisten 2 TTU, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Belu, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Malaka, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten TTU, Para Pengawas, Pengurus, Pegawai dan anggota Kopdit CU Kasih Sejahtera Atambua.
Berita: Hengki Mao
Foto: Hiro Mones
Video: Sipri Luma
Editor: Eli Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.