BUPATI BELU PIMPIN RAPAT EVALUASI PENERTIBAN PENERAPAN PROKES COVID-19

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU -Jumat (09/07), Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM didampingi Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleserens, MM usai melakukan Patroli Penertiban Penerapan Protokol Kesehatan Terpadu Covid -19, langsung melakukan Rapat evaluasi Penertiban Penerapan Prokes yang berlangsung di Aula Lantai Satu Kantor Bupati Belu.
Mungkin gambar 2 orang, orang duduk, orang berdiri dan dalam ruangan
Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM mengucapkan terima kasih atas kerja sama untuk semua pihak yang telah membantu memerangi Covid-19, dimana evaluasi terhadap penanganan Covid-19 dari hari ke hari, indikator – indikator peningkatan kasus walaupun tidak sebesar di Jawa dan daerah – daerah lainnya tapi ada kecenderungan meningkat walaupun tidak luar biasa namun setiap hari selalu ada kasus. Dari Satgas Nasional juga sudah menghimbau lewat pertemuan, Video Conference dan lain sebagainya untuk kita terus berhati – hati, tetap waspada dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk melindungi masyarakat terhadap Covid-19 yang mengganas.
Bupati Belu juga menambahkan hari ini Indonesia menyandang angka nomor 1 di dunia akibat peningkatan Covid -19 baik dari angka penularan, angka kesakitan maupun angka kematian dan tingkat hunian rumah sakit semuanya tinggi. Jadi kita juga berkomitmen dan mempunyai rencana bagaimana mengatasi Covid-19 di Kabupaten Belu ini. Oleh karena itu, salah satu langkah adalah tetap melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat untuk menerapkan 5 M secara baik dan 3T ( Testing, Tracing dan Treatment ) pengobatan untuk orang -orang yang sakit.
Mungkin gambar 1 orang, berdiri, duduk, seragam militer dan teks yang menyatakan 'EAM'
Hari ini di Kabupaten Belu juga ada peningkatan kasus kematian dan perlu diketahui bahwa saudara – saudara kita yang meninggal ini dikarenakan adanya penyakit penyerta seperti penyakit gula, jantung, TBC dan Covid-19. Oleh karena itu, kita menghimbau kepada masyarakat supaya menerapkan protokol kesehatan secara benar dengan memakai masker, membersihkan tangan dengan air yang mengalir memakai sabun, dan pakai handsanitizer, menghindari mobilitas yang tidak penting, menghindari kerumunan dan pesta-pesta untuk sementara ditiadakan dulu, dengan didukung pihak gereja – gereja dan ulama kita bekerjasama untuk membatasi berkumpulnya masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Belu lewat Dinas Kesehatan akan melakukan tes kesehatan secara bertahap bagi masyarakat dan menuju itu pemerintah akan menyiapkan alat tesnya dengan cukup, kerjasama dengan seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Belu dan Rumah Sakit agar bisa menjangkau seluruh masyarakat Kabupaten Belu. Ini merupakan ketetapan WHO, ketetapan Pemerintah Indonesia, ketetapan Gugus Tugas Nasional bahwa kita melakukan tes secara masif maka kita akan tau berapa banyak masyarakat Belu yang terinfeksi dan menyebar, dan bagi mereka yang terinfeksi atau sakit untuk selanjutnya di isolasi supaya jangan tersebar.
Mungkin gambar 1 orang
Ingat mereka yang meninggal ini disebabkan mereka terlambat untuk dibawa ke fasilitas kesehatan, karena 80 persen infeksi Covid-19 itu sembuh, kurang dari 5 persen yang berat dan kurang dari 1-2 persen yang meninggal. Oleh karena itu, kita menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik tetapi juga tidak boleh abaikan, mari kita bersama- sama saling mendukung menumbuhkan kesadaran masyarakat itu penting, dan masyarakat Belu harus sehat dan masyarakat Belu juga harus pintar untuk menjaga kesehatannya. Pemerintah juga akan hadir ditengah masyarakat salah satunya dengan terjun langsung ditengah masyarakat untuk memberitahu dan meminimalisir penyebaran penularan Covid-19 di Kabupaten Belu.
Tanpa keterlibatan masyarakat maka semua akan sia – sia. Diharapkan jangan sampai orang Belu mati sia – sia karena abai terhadap himbauan dan Prokes Covid-19. Masyarakat jangan cemas karena pemerintah juga sudah menyiapkan faskes rumah karantina, diberbagai rumah sakit yang ada di wilayah Kab. Belu, mempersiapkan oksigen dan mempersiapkan vaksin lebih dan pemerintah memastikan bahwa rantai vaksin cukup untuk tiga hingga enam bulan ke depan seluruh masyarakat Kabupaten Belu sudah mendapat vaksinasi yang cukup.
Mungkin gambar 2 orang, orang duduk, seragam militer dan dalam ruangan
Sehingga kita juga bisa memberikan jaminan bahwa imunitas kelompok Herd immunity masyarakat Kabupaten Belu tercapai dan kita berharap masyarakat Belu terhindar dari Covid-19 ini, kalaupun terinfeksi dia berada di gejala yang ringan saja dan tidak mematikan.
Sekali lagi Bupati Belu juga berterima kasih atas kerjasama Forkompinda, Satgas Covid-19, dan dinas – dinas terkait dengan melakukan gerakan sosialisasi, menghimbau secara persuasif kepada masyarakat sebagai salah satu langkah untuk memerangi penularan Covid-19 di Kab. Belu.
Sebagai informasi setiap kegiatan yang akan digelar, semua peserta diwajibkan mengikuti Rapid Test yang akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Belu.
Berita: Asih Mukti
Foto: Mersy Aton
Kam: Bene Luan
Editor: Eli Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.