BUPATI BELU BUKA SOSIALISASI KEBIJAKAN PENANAMAN MODAL TINGKAT KABUPATEN BELU

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Kamis (08/07), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Belu melalui Bidang Pengendalian, Pelaksanaan, Pengolahan Data dan Informasi Penanaman Modal menggelar Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal Tingkat Kabupaten Belu, bertempat di Ballroom Hotel Matahari Atambua.
Mungkin gambar 2 orang dan teks yang menyatakan 'KEGIATAN KOORDINASI DAN SINKRONISASI PEMBINA PELAKSANAAN PENANAMAN MODAL SOSIALISASI "SBIJAKAN PENANAMAY MODA TEMA: Peningkatan ekonomi M upaten belu Peran Inves ÛDIMP KADIS BUPA Mataheri tambua nggal Ju 2021 NARA SUMBER'
Kegiatan Sosialisasi yang mengusung tema ” Peran Investasi Dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Belu ” ini di buka dengan resmi oleh Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH., FINASIM didampingi Kepala DPMPTSP Kabupaten Belu – Dra. M. K. Eda Fahik, MM., dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu – Johanes Andes Prihatin, SE., M. Si.,
Mungkin gambar 4 orang, orang berdiri, dalam ruangan dan teks yang menyatakan 'KEGIATAN KOORDINASI DAN SINKRONISASI PEMBINAAN PELAKSANAAN PENANAMAN MODAL SOSIALISASI KEBIJAKAN PENANAMAN MODAL Peanhwsaldnuaneo TEMA: Peran Investasi ningkatan ekonomi Mar paton belu'
Sebagai Narasumber dan pemateri dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal Tingkat Kabupaten Belu yakni Kepala DPMPTSP Kabupaten Belu – Dra. M. K. Eda Fahik, MM., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu – Johanes Andes Prihatin,SE., M.Si., Plt. Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Belu – Elfridus Hale, SP. Ketua KADIN Kabupaten Belu -Michael Tanjung, SE., dan sebagai moderator dalam kegiatan sosialisasi tersebut yakni Plt Direktur PDAM Kabupaten Belu – Ir. Fridolinus Siribein.
Dalam laporan yang dibacakan oleh Kabid Pengendalian, Pelaksanaan, Pengolahan Data dan Sistem Informasi Penanaman Modal pada DPMPTSP Kabupaten Belu – Frederikus M. Luan Laka, ST., menyampaikan Pembangunan dibidang ekonomi ditujukan untuk menjawab berbagai permasalahan dan tantangan dengan tujuan akhir adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan ekonomi memerlukan dukungan investasi yang merupakan salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi. Kegiatan penanaman modal menghasilkan investasi yang akan terus menambah meningkatnya produktivitas. Kegiatan penanaman yang menghasilkan investasi yang akan terus menambah modal saham (Capital Stock). Selanjutnya peningkatan modal saham akan meningkatkan produktivitas secara kapasitas dan kualitas produksi, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan serapan tenaga kerja. Untuk mencapai maksud tersebut maka diperlukan dukungan dari semua stakeholder yang terlibat didalamnya.
Mungkin gambar 2 orang, orang duduk dan orang berdiri
Lanjut Kabid, adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang benar tentang peran investasi dalam peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Belu, dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah terbangunnya kesepahaman antara pemerintahan dan pelaku usaha dalam meningkatkan nilai realisasi investasi di Kabupaten Belu.
Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD- KGEH., FINASIM dalam sambutannya menyampaikan, Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal merupakan momentum untuk mengevaluasi dan menyamakan persepsi terkait sejauh mana penyelenggaraan tugas pelayanan urusan penanaman modal dan pelayanan perizinan berusaha di Kabupaten Belu baik yang sudah kita lakukan maupun yang sedang dilakukan terhadap kebijakan pembangunan daerah melalui Renstra Kabupaten Belu dan Nasional ( NAWACITA ). Selain itu digunakan untuk mensinergikan dan menyelaraskan perencanaan program dan kegiatan prioritas pada urusan penanaman modal antara Pemerintah Kabupaten Belu, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Pusat dan dunia usaha atau investor serta mitra kerja terkait lainnya.
Mungkin gambar 1 orang, duduk dan teks yang menyatakan 'n Investasi TEM 'am Pening Kabupate Matahari gg.l 8 Ju BUPATI BELU'
Dikatakannya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Belu, kedepannya didorong untuk menjajaki pola kerjasama Pemerintah dan dunia usaha dalam berbagai kegiatan seperti dalam pembentukan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) serta dalam berbagai kegiatan dan promosi potensi unggulan daerah dan peluang investasi di daerah. Seiring dengan itu kita juga dihadapkan pada hambatan investasi saat ini antara lain terbatasnya ketersediaan infrastruktur, terbatasnya ketersediaan energi listrik penunjang kegiatan industri dan belum adanya regulasi untuk memberikan kemudahan bagi investor untuk berinvestasi, serta kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas pada urusan Penanaman Modal dan Perizinan Berusaha. untuk itu kita semua dituntut untuk memiliki kearifan dan daya tangkap yang tinggi terhadap kebutuhan masyarakat dan daerah.
Dikatakan Bupati Belu, Untuk meningkatkan iklim usaha dan gairah investasi, Pemerintah berkomitmen untuk melakukan pendekatan pelayanan kepada masyarakat khususnya dunia usaha dengan segera menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2001 tentang penyelenggaraan perizinan berusaha di daerah yang merupakan dasar kepastian hukum dalam berusaha, meningkatkan ekosistem investasi dan untuk menjaga kualitas perizinan, berusaha yang diselenggarakan secara terintegrasi menggunakan sistem informasi elektronik dan pemerintah pusat yang merupakan aturan pelaksanaan ketentuan pasal 12 UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Para pelaku usaha atau investor diberikan keleluasaan untuk mengurus Perizinan Berusaha secara Mandiri melalui Lembaga Online Single Submission – Risk Based Approach ( OSS – RBA ). Aparatur Penanaman Modal di daerah berkewajiban melakukan pendampingan, pemantauan, pembinaan dan pengawasan kepada para pelaku usaha agar tertib dan lancar dalam perusahaan sesuai dengan legalitas yang dimiliki melalui Lembaga OSS RBA pada Kementerian Investasi/ BKPM RI tersebut.
Mungkin gambar 1 orang dan dalam ruangan
Diakhir sambutannya Bupati Belu mengharapkan agar para Aparatur Penanaman Modal dan Para Pelaku Usaha di daerah ini agar dapat bekerja cerdas, bekerja keras dan bekerja tuntas serta penuh rasa tanggung jawab.
” Jauhkan energi negatif dalam melakukan tugas-tugas pelayanan kita pada urusan penanaman modal, mari kita bergandengan tangan, bekerja sama, dan bersinergi, hanya dalam kebersamaan kita dapat memajukan masyarakat Kabupaten Belu yang kita cintai ini. Mari Kita sehati, sesuara memajukan investasi, sejahterahkan rakyat Kabupaten Belu, ” Paparnya diakhir sambutan.
Hadir sebagai peserta dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal Tingkat Kabupaten Belu, yakni Pelaku usaha investor yang terdiri dari Badan usaha, Perseorangan, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Bahwa Kegiatan ini dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dengan berpedoman pada rekomendasi dari SatuanTugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Belu Nomor Satgas/85/Vll/2021 tanggal 6 Juli 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal Tingkat Daerah Kabupaten Belu di masa tatanan normal baru.
Berita: Novita Bogar
Foto: Anna Pertiwi
Video: Hengki Mao
Editoe: Eli Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.