WABUP BELU MELAUNCHING CALL CENTER PERINGATAN HANI TAHUN 2021

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB.BELU – Senin (28/06), Wakil Bupati Belu – Drs.Aloysius Haleserens,MM dengan resmi melaunching Call Center BNN Kabupaten Belu dalam acara Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2021, berlangsung di Aula Lantai Satu Kantor Bupati Belu.
Mungkin gambar 3 orang, orang berdiri dan seragam militer
Dengan mengusung tema “Perang Melawan Narkoba (War On Drugs) di Era Pandemi Covid-19 menuju Indonesia Bersinar” Launching Call Center di Hari Peringatan Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2021 ini ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Wabup Belu – Drs. Aloysius Haleserens,MM di dampingi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belu – Muhamad Rizal,S.Sos, Kapolres Belu – AKBP Khairul Saleh,S.H.,S.I.K.,M.Si., Dandim 1605 Belu – Letkol Inf.Ary Dwi Nugroho serta Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY – Mayor Inf. Bayu Sigit Dwi Untoro.
Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2021 ini dilakukan secara Virtual/ daring di pimpin langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia – Prof. Dr.(H.C) K.H Ma’ruf Amin.
Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belu – Ferdinandus Bone Lau,S.IP., Perwakilan dari Kantor Imigrasi Atambua, Perwakilan dari Kejaksaan Negeri Atambua, perwakilan dari Pengadilan Agama, Perwakilan dari Bank BRI Cabang Atambua serta jajaran BNNK Belu.
Wakil Bupati Belu dalam sambutannya menyampaikan, puncak Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun ini dilakukan secara virtual dengan tujuan melakukan perlawanan terhadap kejahatan luar biasa yang masih melanda negara-negara di dunia termasuk Indonesia khususnya di Kabupaten Belu.
Mungkin gambar 1 orang
Lanjut Wabup, permasalahan Narkotika di Indonesia telah memasuki fase darurat, sehingga Presiden RI – Joko Widodo telah mengeluarkan statement “Indonesia Darurat Narkoba” merujuk hasil riset BNN RI dan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang Survei Nasional Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia telah mencapai 1,8% atau 3,4 juta orang penduduk Indonesia pada rentan usia 15-46 tahun. Kerugian terbesar dari penyalahgunaan narkotika adalah pelemahan karakter individu yang menyebabkan melemahnya ketahanan masyarakat sebagai awal dari kehancuran bangsa dengan angka kematian 30-50 orang/hari.
“Para pengedar narkoba terus bergerak dan menemukan cara-cara baru untuk mengelabui kita, mengelabui hukum dan keamanan. Mereka sudah mulai memanfaatkan orang-orang yang tidak dicurigai, termasuk wanita dimanfaatkan untuk menjadi kurir narkoba serta modus operandi yang selalu berubah,” ungkapnya.
Dikatakan Wabup, posisi Kabupaten Belu yang berada pada titik perbatasan antar negara yakni Republik Demokrat Timor Leste tentunya memberikan satu point tersendiri terkait rawanya penyelundupam Narkotika. Pintu-pintu masuk ke wilayah Kabupaten Belu masih sangat terbuka, sehingga kehadiran PLBN Motaain dan beberapa PLBN lainnya di harapkan dapat meminimalisir penyelundupan Narkotika termasuk jalur-jalur tradisional yang minim pengawasan.
“Pengungkapan kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Kabupaten Belu beberapa tahun terakhir telah membuka mata kita bahwa ancaman itu telah nyata,” bebernya.
Mungkin gambar 3 orang, orang duduk dan orang berdiri
Di akhir sambutan, Wabup Belu menghimbau agar kejahatan Narkotika harus dihentikan, di lawan dan tidak bisa dibiarkan lagi. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu harus lebih tanggap terhadap ancaman bahaya Narkoba.
” Kita semua haru bersinergi, mengolaborasi dan memobilisasi sumber daya yang memiliki seluruh komponen, baik kalangan pemerintah dunia usaha, maupun masyarakat sehingga dapat memperkuat kemampuan daerah dalam mengantisipasi, mengadaptasi dan memitigasi ancaman dan gangguan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Untuk itu dukungan peran serta dari kita semua sangat di harapkan untuk mewujudkan belu bersih dan bebas dari Narkoba (BERSINAR), tukasnya.
Sementara itu Kepala BNN Kabupaten Belu – Muhammad Rizal, S.Sos mengatakan, Hari Anti Narkotika Internasional yang di lakukan hari ini merupakan momentum di mana seluruh komponen masyarakat baik dari unsur pemerintah, swasta, pendidikan dan masyarakat umum harus bekerja bersama dalam hal penanganan narkoba, sehingga momentum ini disaat tidak menyurutkan pihaknya untuk tetap waspada tentang kejahatan narkotika baik di lingkungan BNN sendiri maupun secara nasional.
Mungkin gambar 1 orang, berdiri, dalam ruangan dan teks yang menyatakan 'NG MELAI DIER'
” Khusus untuk Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste, kita terus berupaya meminimalisir dan mengurangi angka penyelundupan dan peredaran Narkotika melalui PLBN. Tetapi kita tidak bisa menutup jalur-jalur pintas secara maksimal. untuk itu, kita terus gerakkan, sehingga upaya yang kita lakukan bisa berdayakan masyarakat batas untuk mengerti tentang Narkotika. Peran kami di HANI ini menguatkan kembali seluruh komponen di Kabupaten Belu untuk mari kita bersinergi menciptakan Kabupaten Belu Bersih dari Narkotika, “ucapnya.
Dirinya berharap, terkait dengan informasi yang di miliki atau hal-hal yang diketahui masyarakat yang mengetahui orang – orang yang pecandu Narkoba bisa melaporkan ke pihak BNNK Belu karena pihaknya juga akan mengupayakan pemulihan terhadap mereka.
Mungkin gambar 1 orang, duduk dan berdiri
Usai melaunching Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2021, dilanjutkan dengan Pemutaran video pengantar launching call center BNN Kabupaten Belu, pemutaran video pengantar Lomba Dance dengan tema War On Drugs serta penyerahan pemenang lomba Dance. Juara 1 di menangkan oleh Pangeran Dance mendapat uang tunai sebesar Rp. 1.000.000,- yang di serahkan oleh Wakil Bupati Belu, juara 2 Sankild Dance memperoleh uang tunai sebesar 750.000,- diserahkan oleh Kapolres Balu, juara 3 Black Out Dance mendapat uang tunai sebesar 500.000,- di serahkan oleh Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY, sementara juara Favorit diraih Pangeran Dance dengan uang tunai sebesar 350.000,- di serahkan oleh perwakilan dari Bank BRI Atambua.
Berita : Mercy Aton
Foto : Frans Leki
Video : Jhon Dasilva
Editor : Novi Bogar
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.