BUPATI BELU PIMPIN RAPAT EVALUASI PENANGANAN COVID-19

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMIFO KAB.BELU – Jumat(25/06), Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus,Sp.PD-KGEH FINASIM didampingi Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleseren, MM., memimpin Rapat Evaluasi penanganan Covid-19 Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan pemulihan ekonomi, rapat berlangsung di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Belu.
Mungkin gambar 1 orang, duduk, berdiri dan dalam ruangan
Rapat Evaluasi Penanganan Covid 19 Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease dan Pemulihan Ekonomi ini dilakukan untuk memperoleh hasil agar dapat di sepakati bersama.
Bupati Belu dalam arahanya mengatakan hari ini kita hadir lagi bersama untuk memperoleh informasi kasus terbaru, Kabupaten Belu berada dalam zona hijau, namun kasus yang kita temui saat ini adalah kasus transmisi lokal atau isu mutasi dobel virus, jadi kasus yang baru ini sangat cepat penyebarannya. Oleh karena itu langkah yang paling baik adalah mantaati prokes kesehatan yakni dengan tetap melaksanakan 5M.
Mungkin gambar 1 orang dan duduk
Pada tempat yang sama, Wakil Bupati Belu, mengatakan apapun yang sudah diputuskan itu yang harus dilakukan, harus bersinergi untuk selanjutnya dikawal, dipantau, tindak mulai dari tempat masuk, dan untuk rumah sakit agar siapkan 30% bed untuk pasien covid.
Mungkin gambar 2 orang dan orang duduk
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belu – Alfonsius G. Loe Mau,SH.,MH., mengatakan sejak covid-19 ada di Belu dan dari zona hijau dan sekarang tiba – tiba meningkat secara drastis penyebabnya adalah adanya interaksi antar manusia yang sakit dan yang sehat sehingga menyebabkan kasus covid jadi meningkat, untuk itu kita harus ketat dengan melakukan pemberlakukan orang yang masuk di Belu atau NTT dan orang tersebut harus bebas sakit. Untuk pencegahan covid-19 harus adanya koordinasi yang baik dan berkesinambungan antar Pemerintah baik di Tingkat Provinsi sampai di tingkat Kabupaten.
Mungkin gambar 2 orang, orang duduk dan orang berdiri
Dandim 1605 Belu – Letkol Inf. Wiji Untoro dalam rapat tersebut mengungkapkan dengan melakukan koordinasi yang terpusat kita bisa mencari akar permasalahannya atau benang merahnya, selama ini masyarakat kita sudah merasa nyaman dengan adanya zona hijau dan masyarakat beranggapan itu aman, namun mereka lengah dengan tidak memperhatikan prokes lagi sehingga hasil yang di peroleh Kabupaten Belu kembali dengan zona merah, untuk itu pemerintah bukan hanya memberikan larangan kepada masyarakat tanpa memberikan solusi. Dengan adanya peraturan yang di tetapkan pemerintah di harapkan masyarakat dapat memahami dan mentaati peraturan tersebut.
Mungkin gambar 2 orang dan orang duduk
Selanjutnya Kapolres Belu – AKBP Khairul Saleh,S.H.,S.I.K.,M.Si., mengungkapkan apapun kebijakan yang di ambil pemerintah dari awal kami tetap komitmen dan konsisten dan saat ini hukum tertinggi adalah kesehatan masyarakat. Dan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-75 kami dari Kepolisian akan melakukan Vaksinasi secara serentak seluruh Indonesia, dengan nama kegiatan seribu vaksin. Untuk Kabupaten Belu dengan target 1.750 dosis yang akan dilaksanakan di GOR L. A. BONE Atambua dan 15 Puskesmas di Kab. Belu dengan melibatkan petugas kesehatan.
Keterangan foto tidak tersedia.
Danyon 744 SYB – Letkol Inf Alfat Denny Andrean juga menyampaikan saran dan konsep sudah di jelaskan dengan lengkap, untuk itu Danyon beserta anggota siap dan menunggu tanggal eksekusinya. Pihak kami siap untuk membantu Pemerintah dalam mempersiapkan kelengkapan seperti valbet jika nanti di perlukan.
Hadir juga pada kesempatan ini, Vikjen Keuskupan Atambua – Vincensius Wun SVD., mengungkapkan pihak gereja selalu memberikan himbauan kepada para jemaat karena ini sangat penting dilakukan, uskup juga telah mengeluarkan larangan untuk acara pesta nikah, sambut baru dan pesta – pesta lainnya, untuk itu diharapkan Pemerintah juga dapat menertibkan masyarakat yang melanggar peyelenggaraan pesta dan lain sebagainya.
Mungkin gambar 1 orang dan duduk
Adapun kesepakatan yang diperoleh pada rapat evaluasi hari ini yakni ijin keramaian ditiadakan, bagi pelaku perjalanan internasional kalau tes negatif langsung lanjutkan perjalanan dengan ketentuan isoman dilokasi tempat tujuan, acara keagamaan di laksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, Vaksinasi akan di percepat, isolasi mandiri akan dilakukan secara terpusat sehingga memudahkan pemantauan dan pelayanan kesehatan secara terpusat, acara seperti kematian dan lain-lain akan di atur sesuai dengan Standar Operasional Pelayanan (SOP).
Turut hadir pada kegiatan Rapat Evaluasi Covid-19 Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Kab. Belu yakni Plt.Sekda Belu, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Belu, Pimpinan OPD terkait, Koordinator Sekretariat Satgas COVID-19 Kab. Belu, Satgas RI-RDTL Kab. Belu, Pejabat yang mewakili Pimpinan OPD, Ketua MUI Kab.Belu, Anggota Gugus Tugas Covid-19.
Berita: Asih Mukti
Foto: Cransen & prokompimbelu
Video: Bene Luan
Editor: Novita Bogar
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.