EVALUASI HARI KE-5, DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN DINAS PARIWISATA PAPARKAN PENCAPAIAN IK 2016-2021

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU–Jumat (11/6), Hari kelima pelaksanaan Evaluasi Pencapaian Indikator Kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Belu Tahun 2016-2021, Bupati Belu – dr.Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM didampingi Plt. Kepala BP4D Kabupaten Belu – Dra. M.K. Eda Fahik, mengikuti Pemaparan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu di Gedung Wanita Betelalenok Atambua.
Mungkin gambar 1 orang dan berdiri
Rapat Evaluasi Pencapaian Indikator Kinerja RPJMD Kabupaten Belu Tahun 2016-2021 ini dalam rangka mendapatkan bahan masukan dari unsur terkait dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Belu Tahun 2021-2026. Kegiatan ini diawali dengan arahan Bupati Belu dan presentasi pencapaian indikator kinerja dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belu serta Dinas Pariwisata Kabupaten Belu dan sesi diskusi.
Hadir dalam Evaluasi Pencapaian Indikator Kinerja RPJMD 2016-2021, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Belu – Johanes Andes Prihatin, SE., M.Si., Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu – Fredrikus L. Bere Mau, ST beserta jajarannya, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Belu – Yasintus Ulu Leki, ST beserta jajarannya, serta Pemerhati Bidang Pariwisata dan Lingkungan Hidup diantaranya Ketua Yayasan Astanara Belu – Drs. Vinsensius B. Loe, Drg. Falentinus Pareira, Ama Nai Wim Manek, Fransiskus Tandjung, Jonas Bere Mau, Romo Yoris Giri, Pr, Romo Patrisius Sixtus Bere, Pr, Ulu Kornelis,S.Si, Jhon Aliuk, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Kabupaten Belu, Perwakilan CIS Timor – Anato Moreira serta Insan pers.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri, orang duduk dan dalam ruangan
Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM dalam sambutannya mengatakan tujuan dari Rapat Evaluasi Pencapaian Indikator Kinerja RPJMD Kabupaten Belu tahun 2016-2021 pada hari ini adalah untuk melakukan evaluasi serta untuk melihat apa saja yang sudah dikerjakan selama kurun waktu Lima Tahun yang lalu sesuai apa yang sudah ditetapkan selama kurun waktu 2016 – 2021.
” Apa yang sudah kita lakukan, apa saja yang sudah kita capai dan yang belum tercapai, serta mana yang belum sama sekali kita lakukan. Untuk mencapai semuanya itu seberapa besar intervensi sumber daya yang kita berikan kepada kegiatan-kegiatan yang kita lakukan serta apa hasil yang didapat masyarakat,” ucap Bupati.
Pada kesempatan ini, Bupati Belu juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Belu karena beberapa waktu yang lalu telah menerima penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) di Labuhan Bajo.” Kita mendapat penghargaan dataran tinggi terpopuler, paling populer, menurut penilaian masyarakat “, ujarnya.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri, orang duduk dan dalam ruangan
Bupati Belu juga berharap agar Dinas Pariwisata Kabupaten Belu dapat mengelola dan menjaga dataran tinggi Fulan Fehan tersebut dengan sepenuh hati, karena Fulan Fehan sudah menjadi populer dan terkenal dimata dunia. Oleh karena itu, untuk pengelolaan infrastruktur disana sangat penting kita evaluasi pada hari ini. Sehingga infrastruktur yang dibuat dapat bermanfaat bagi semua orang yang berkunjung ke sana.
Lebih lanjut dikatakan Bupati, rapat Evaluasi seperti ini akan terus kita lakukan secara rutin kedepannya, baik itu pertemuan secara formal maupun non formal untuk mengetahui sejauh mana pencapaian yang kita capai, dan untuk mendapatkan masukan bagi pimpinan serta untuk mengevaluasi dalam mengambil kebijakan kedepannya, sehingga yang dilakukan dapat terukur, akuntabel dan transparan. RPJMD akan disahkan pada bulan-bulan kedepan setelah ditetapkan menjadi Peraturan Daerah dan itu akan menjadi buku putih untuk kita pegang dalam menjalankan Pemerintahan ini sampai tahun 2024.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan orang duduk
“ Hari ini merupakan hari terakhir kita melakukan evaluasi dan mungkin beberapa yang terlewatkan akan kita lanjutkan dengan diskusi di lain waktu, baik secara formal maupun tidak formal’’, ucap Bupati Belu.
Dalam pemaparannya, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belu – Yasintus Ulu Leki, ST menyampaikan permasalahan Lingkungan Hidup di Kabupaten Belu berdasarkan fenomena, dapat diidentifikasikan bahwa terjadi deforestasi, selanjutnya masalah persampahan dan masalah limbah cair. Deforestasi ini dipicu oleh peladangan berpindah, ilegal loging, ledakan penduduk dan bencana alam.
Persampahan faktor pemicunya adalah perkembangan jumlah penduduk, peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat, karena semakin tinggi kesehatan dan ekonomi tentu akan menghasilkan sampah yang lebih banyak, selain itu mindset tradisional tentang sampah belum berubah, sampah masih dibuang tidak pada tempatnya. kemudian ketersediaan sarpras dan personil dipersampahan. Untuk limbah cair faktor pemicunya adalah sanitasi yang tidak layak dimana masih terdapat rumah tangga dengan cakupan sanitasi tidak layak sebesar 29.90% ( data BPS tahun 2019), kemudian usaha atau kegiatan yang belum memiliki IPAL.
Berdasarkan permasalahan diatas maka sasaran pembangunan bidang lingkungan hidup tahun 2016 adalah meningkatnya kualitas lingkungan hidup dengan indikator kinerja, indeks kualitas air, indeks kualitas udara dan indeks kualitas tutupan lahan.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang duduk dan orang berdiri
Pada tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu – Fredrikus L. Bere Mau, ST dalam pemaparannya menyampaikan, indikator kinerja utama dari Dinas Pariwisata acuannya adalah pada dokumen RPJMD Kabupaten Belu tahun 2016 – 2021 dimana terdapat kurang lebih 4 indikator, yang pertama kunjungan wisatawan, yang kedua rata-rata lama menginap, yang ketiga kontribusi PAD dari sektor pariwisata terhadap total PAD Kabupaten Belu, yang ke empat jumlah obyek wisata yang di revitalisasi.
Dikatakannya, Kondisi pengembangan Kepariwisataan di Kabupaten Belu harus berani dan jujur, kita katakan masih pada taraf untuk memenuhi kebutuhan rekreasi masyarakat lokal dan sebagian kebutuhan rekreasi masyarakat pada skala regional saja.
“ Kita berani katakan ini, karena ada beberapa indikasi yang kita jadikan pertimbangan, bahwa jumlah kunjungan di destinasi yang ada di Kabupaten Belu ini masih didominasi oleh pelancong pada skala lokal dan regional saja, rata-rata pertumbuhan tingkat kunjungan wisatawan berdasarkan laporan tamu menginap dihotel pada 5 tahun terakhir ini sudah menunjukan trend positif,” kata Fredrikus L. Bere Mau.
Mungkin gambar 1 orang dan dalam ruangan
Salah satu pemerhati Bidang Pariwisata dan Lingkungan Hidup Kabupaten Belu – Romo Patrisius Xitus Bere, Pr mengatakan kegiatan hari ini merupakan kegiatan yang sangat positif untuk kita karena melibatkan berbagai elemen dan juga pemerhati serta pihak-pihak lain yang kedepannya akan membantu Pemerintah khususnya dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata Kabupaten Belu.
“ Besar harapan kami pada kedua dinas ini agar dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pembangunan di Kabupaten Belu pada 5 tahun kedepan. Apa yang disampaikan pada hari ini merupakan suatu masukan yang berarti bagi penyusunan rencana kerja Pemerintah Kabupaten Belu pada 5 tahun kedepan, sebagai pemerhati dan juga Tokoh Agama kami menyambut baik kegiatan seperti ini dan berharap agar sumbangan-sumbangan pikiran yang disampaikan itu bisa membantu pemeritah untuk lebih baik dalam melayani masyarakat kedepannya,” harap Romo Sixtus.
Romo Sixtus Bere juga berharap agar Pemerintah yang baru ini dapat menjadi fasilitator yang baik, yang bisa mengajak semua elemen masyarakat di Kabupaten Belu ini untuk bahu membahu membangun Belu di 5 tahun kedepan agar menjadi lebih baik.
Berita/Foto/Video: Novita, Sipri & Jhon DASILVA
Editor: Elias Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.