PENDATAAN POPULASI TERNAK, MENUNJANG KEBIJAKAN PEMBANGUNAN SEKTOR PETERNAKAN

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (08/07), Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu melakukan pendataan ternak di 12 Kecamatan. Pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk memperoleh data populasi dasar, sekaligus sebagai dasar penentuan kebijakan pembangunan peternakan. Penegasan itu dikemukakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu – Drs. Nikolaus Umbu K. Birri, MM di ruang kerjanya, Senin (07/06).
Mungkin gambar 1 orang
Kadis Umbu mengatakan, ketersediaan data yang akurat dan terkini sudah menjadi syarat mutlak bagi terlaksananya program-program Pemerintah Sub Sektor Peternakan sebagai bagian dari sektor pertanian dituntut untuk menyajikan data yang terpercaya.
“Agar diperoleh data populasi ternak yang lebih akurat, maka perlu dilakukan pendataan menyeluruh dilapangan, baik di tingkat peternak milik rakyat, maupun peternak milik perusahaan atau koperasi. Disamping itu hasil dari pendataan ini, akan diperoleh angka populasi ternak yang lebih akurat sehingga menjadi dasar program dan perencanaan selanjutnya,” ucap Kadis Umbu Niko.
Ia menjelaskan, pendataan jumlah ternak besar, ternak kecil, ternak unggas dan ternak kesayangan sementara dilaksanakan di 12 Kecamatan, 69 Desa dan 12 Kelurahan di wilayah Kabupaten Belu.
Mungkin gambar 1 orang dan dalam ruangan
“Pendataan ternak dilakukan dengan cara mendatangi seluruh rumah tangga peternak dan mencacah seluruh ternak yang dimiliki. Pendataan ternak sudah dimulai pada bulan April 2021,” ujarnya.
Lanjut Kadis Umbu, pendataan ini mencakup pemeliharaan ternak besar, ternak kecil, unggas, dan hewan kesayangan yang ditujukan untuk pengembangbiakan, penggemukan, pembibitan, dan atau perdagangan, baik yang dilakukan oleh rumah tangga, perusahaan, ataupun unit usaha lain.
“Cakupan jumlah ternak yang masuk dalam kegiatan ini adalah seluruh populasi ternak sapi potong, sapi perah, kerbau, kuda, babi, kambing dan domba, ayam buras, ayam ras pedaging, ayam ras petelur, itik atau itik manila, angsa atau bebek, merpati, puyuh, burung kicauan, anjing, kucing, kera, kelinci dan rusa yang dikuasai atau diusahakan oleh peternak rakyat, koperasi, yayasan, instansi, dan perusahaan peternakan,” beber Kadis Umbu.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan
Selain melakukan pendataan ternak, petugas enumerator juga melakukan pendataan potensi sumber daya pendukung peternakan.
“Kegiatan pendataan mencakup sumber air seperti sumur, mata air, sungai, embung dan cekdam, padang penggembalaan dan hijauan pakan ternak yang meliputi kinggres dan lamtoro,” ucap Kadis Umbu.
Kadis berujar, keberhasilan pelaksanaan pendataan ternak akan sangat ditentukan oleh kesungguhan dan kesadaran petugas akan pentingnya data yang dikumpulkan.
“Ketersediaan data yang akurat akan memudahkan pemerintah dalam menyusun program dan pembangunan sektor peternakan yang tepat dan efektif,” pungkasnya.
.
Berita/Foto: Team Disnakeswan
Editor: Elias Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.