KONSULTASI PUBLIK KEDUA PEMBUATAN KLHS RPJMD KABUPATEN BELU TAHUN 2021-2026

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Senin (31/05 ), Untuk melakukan pemetaan permasalahan, proyeksi capaian indikator tujuan pembangunan yang relevan di Kabupaten Belu dan rekomendasi program dari masing-masing OPD, Pemerintah Kabupaten Belu menggelar Konsultasi Publik Kedua Pembuatan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Belu Tahun 2021-2026, bertempat di Gedung Betelalenok Atambua.
Mungkin gambar 1 orang, berdiri dan teks yang menyatakan 'KONSULTAS! PUBLIK KEDUA Pembuatan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Beiu Tanun 2021 2026 MODERATDR PLI.KADIS MARASUMBER'
Kegiatan yang dihadiri Para Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu, Para Pimpinan Instansi Vertikal Kabupaten Belu, Para Pimpinan Ormas/Akademisi, Para Tokoh Agama, Perwakilan Pelaku Usaha, Tenaga Ahli Pembuat KLHS RPJMD dan Anggota Tim Pembuat KLHS RPJMD ini, dibuka Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleserens, MM didampingi Plt. Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Belu – Yasintus P. Ulu Leki, ST dan Tenaga Ahli dari Pusat Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Universitas Nusa Cendana Kupang, Dr. Herry Z. Kotta, ST, MT.
Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleserens, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Isu Strategi Lingkungan Hidup yang menjadi agenda internasional saat ini adalah berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Ini bertujuan agar, masing-masing pemerintah dunia dapat mengentaskan kemiskinan, kesenjangan sosial dan perubahan iklim dalam aksi nyata.
Mungkin gambar satu orang atau lebih dan orang berdiri
Pemerintah Republik Indonesia (RI) telah menjawab agenda internasional dengan menetapkan indikator pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan sebanyak 319 indikator melampaui indikator yang ditetapkan dalam agenda internasional yaitu 241 indikator.
Untuk mengimplementasikan indikator tujuan pembangunan yang berkelanjutan, lanjut Wabub, setiap Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota termasuk Kabupaten Belu, wajib melaksanakan Kajian Lingkungan Hidup Strategis terhadap kebijakan, rencana program yang bersinggungan dengan Lingkungan Hidup, termasuk RPJMD sebagaimana yang diamanatkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pembuatan dan Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan teks yang menyatakan 'KONSULTASI PUBLIK KEDUA Pembuatan Kajian Lingkungan Hidup enengah Daerah @ (RPJMD) Strategis (KLHS) Rencana Jangk Kabupaten Belu Tahun 2026'
Wabup menambahkan, Dokumen RPJMD merupakan salah satu dari dokumen perencanaan pembangunan daerah yang memiliki dampak luas dan bersifat spesifik, sehingga wajib dilakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis untuk memastikan bahwa, tujuan pembangunan berkelanjutan telah terintegrasi dan menjadi bagian dalam kebijakan, rencana, program dari RPJMD. Selanjutnya untuk mewujudkan terlaksananya tujuan pembangunan berkelanjutan sesuai amanat Permendagri tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Belu sesuai dengan kewenangannya, akan melaksanakan 184 indikator tujuan pembangunan berkelanjutan, dari 17 tujuan SDGS yang meliputi 4 pilar yakni, Pilar Sosial, Pilar Lingkungan Hidup, Pilar Ekonomi dan Pilar Hukum Tata Kelola.
Diakhir sambutan, Wabup Belu meminta kepada peserta Konsultasi Publik KLHS agar mengikuti kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab, sehingga dapat menghasilkan KLHS RPJMD yang berkualitas, demi kesejahteraan Kabupaten Belu.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan teks yang menyatakan 'KONSULTASI F'
Dalam pembuatan KLHS RPJMD Tahun 2021-2026, Tim pembuat KLHS RPJMD didampingi. Tenaga Ahli yang berasal dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (PPLHSA) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.
Narasumber dalam kegiatan Konsultasi Publik Kedua Pembuatan KLHS RPJMD Kabupaten Belu Tahun 2021-2026 yakni Dr. Herry Kotta, ST, MT dengan materi Pemetaan Permasalahan Terhadap Indikator Yang Tidak Mencapai Target dan Tidak Dilaksanakan, Dr. Paulus Bhuja, SU.,P.hd dengan materi Proyeksi Capaian Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Yang Relevan di Kabupaten Belu dan Dr. Suwari, M.Si, materi terkait Rekomendasi Alternatif Proyeksi Program dan Kegiatan Pada Masing – Masing OPD.
Berita: Mercy Aton
Foto: Frans Leki
Video: Mercy Aton
Editor: Elias Y.T. Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.