KETUA DEKRANASDA, SANGGAR TENUN IKAT NUNU POU BISA MENJADI INSPIRASI BAGI ANAK-ANAK LAIN DI KAB. BELU

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (26/05), Usai melakukan kunjungan ke Kelompok Tenun Ikat Gelobaba, Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda/TP PKK Kab. Belu bersama rombongan juga berkesempatan berkunjung dan melihat secara langsung keadan anak – anak usia sekolah yang belajar tenun ikat di Sanggar Tenun Ikat Nunu pou Kuneru di Kelurahan Manumutin RT 12/ RW 04, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Selasa, (25/05).
Mungkin gambar 2 orang, orang berdiri dan luar ruangan
Ketua Dekranasda/TP PKK Kabupaten Belu – Dra. Freni Indriani Yanuarika dan Wakil Ketua- Rinawati Br Perangin Angin, SE, MM, bersama rombongan disambut dengan tarian Likurai saat tiba di lokasi Sanggar.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda / TP PKK Kabupaten Belu – Dra. Freni Indriani Yanuarika sangat mengapresisasi semangat belajar anak-anak serta para pengajar yang dalam kondisi yang serba terbatas tetap ingin belajar bertenun. Semoga semangat belajar anak-anak bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di Kabupaten Belu.
“Sangat luar biasa dengan kondisi yang sangat sederhana membuat ibu-ibu guru dan anak-anak tetap semangat ingin mau belajar bertenun. Semoga ini semua menjadi inspirasi bagi anak anak yang lain khususnya bagi anak-anak di Kabupaten Belu bisa terispirasi dengan melihat sekolah tenun seperti ini. Karena ini yang pertama yang terjadi di Kabupaten Belu sehingga di tempat – tempat lain juga bisa diselenggarakan sekolah tenun bagi yang lain.
Mungkin gambar 2 orang dan luar ruangan
Dari tempat ini kita bisa belajar dengan modal yang sederhana anak-anak bisa belajar tenun secara turun temurun dari para leluhur agar tetap dilestarikan. Dan saya sangat bangga atas semangat para ibu-ibu yang mau membantu. Tentunya kami akan memberikan bimbingan dan pendampingan sehingga keberadaan sekolah tenun bagi anak-anak ini bisa berjalan terus, tidak hanya untuk jangka pendek tetapi jangka panjang sehingga terus dikembangkan.
Sementara itu, Ketua Sanggar Tenun Ikat Nunu pou – Anastasia Dora Tea Mau mengemukakan, kelompok tenun ini terbentuk mulai dari tanggal 9 Februari 2021, baru berjalan selama kurang lebih empat bulan.
Kegiatan belajar tenun ini dilakukan 2 kali seminggu pada hari Rabu dan hari Jumat mulai jam 3 sampai jam 4 sore bagi 15 anak-anak, yang berpendidikan SMA sebanyak 5 orang, SMP sebanyak 4 orang, SD sebanyak 6 orang.
Mungkin gambar 1 orang dan luar ruangan
” Walaupun kondisi kami yang sangat terbatas tidak mengurangi semangat anak-anak untuk belajar. Dengan adanya belajar tenun ikat yang kita tanamkan kepada anak-anak usia dini maka anak-anak semakin mencintai akan budaya Indonesia khususnya budaya orang Belu. Karena tenun Belu adalah untuk mengangkat derajat kaum perempuan yang ada di Kabupaten Belu,” terang Ny. Anastasia.
Ditambahkannya harapan kami kepada Pemerintah Kabupaten Belu agar membantu alat-alat tenun ikat bagi anak-anak kami dan gedung yang memadai sehingga mereka semangat belajar dalam bertenun.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Belu – Yasinta Rinjani Bria, A.Pi, M.Si, Sekretaris Dinas PP dan KB Kabupaten Belu – drg. Ansila Eka Muti, Kepala Bidang Industri pada Dinas Perindag Kabupaten Belu – Erni Ganggas, SH.
Berita: DORA MARIA & NOVITA BOGAR
Foto: SIPRI LUMA
Video: HENGKY MAO
Editor: ELI MALI
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.