BIMTEK PENINGKATAN KAPASITAS, DAYA SAING PETANI DAN PENYULUH KAB. BELU, TTU DAN KAB. MALAKA

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU — Jumat (21/05), Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleserens, MM menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas dan Daya Saing Petani dan Penyuluh di Kab. Belu, Malaka dan Kab. TTU, bertempat di Hotel Nusantara Dua – Atambua.
Mungkin gambar 3 orang dan teks yang menyatakan 'BIMBINGAN TEKNIS PENINGKATAN KAPASITAS DAN DAYA SAING PETANI DAN PENYULUH DI KAB. MALAKA, KAB. BELU, & KAB. TIMOR TENGAH UTARA YOHANIS FRANSISKUS LEMA, S.IP, M.SI Fraksi PDI erjuangan Atambua, 21 Mei 2021 Dr SYAHRUL YASIN LIMPO, S.H. M.H Menteri Pertanian tepublik cindonesia'
Turut mendampingi Wakil Bupati Belu, Kepala UPT. Lingkup BPPSDMP Kementerian Pertanian RI yang juga sebagai Kepala Sekolah SMK PP Kupang – Ir. Stefanus Bulu, MP dan Anggota DPRD Kabupaten Belu Fraksi PDI Perjuangan – Irmina Puspita Sari Bere.
Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan atas kerjasama Kementerian Pertanian RI dengan Anggota Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan dan dibuka secara Virtual oleh Anggota Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan – Yohanis Fransiskus Lema, S.IP., M.Si.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan orang duduk
Dalam sambutan Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleserens, MM mengungkapkan bahwa petani dan penyuluh merupakan aset insani yang perlu mendapatkan prioritas dalam penyusunan perencanaan program pembangunan pertanian supaya menjadi lokomotif, penggerak, dan pelapor yang inovatif, kreatif, profesional, mandiri, mampu bersaing, dan berwawasan global. Oleh karena itu, untuk mewujudkan upaya peningkatan kapasitas petani dan penyuluh pertanian, Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian RI bekerjasama dengan Anggota Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan – Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si melaksanakan Bimtek peningkatan kapasitas dan daya saing Petani dan Penyuluh di 3 (tiga) Kabupaten yakni Kabupaten Belu, Malaka dan TTU.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan orang duduk
” Tentunya, pada kesempatan ini Pemkab Belu bersama Masyarakat Kab. Belu menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Anggota Komisi IV RI Fraksi PDIP – Bapak Ansi Lema dan Kementerian Pertanian RI atas upaya dan kerjasamanya ingin mengangkat harkat, martabat, derajat masyarakat NTT secara khusus masyarakat Petani agar kita bangkit berdiri sejajar dengan sesama kita dengan sesama saudara kita di Kabupaten lainnya karena sampai dengan saat ini NTT masuk dalam 5 (lima) besar penduduk termiskin di Negara Indonesia, ” ungkap Wabup Belu dihadapan para peserta kegiatan Bimtek tersebut.
Selanjutnya Wabup Belu menyampaikan kemajuan pembangunan di NTT beberapa tahun terakhir mengalami percepatan, hal ini sejalan dengan Program Pemerintah Pusat, membangun dari pinggiran di daerah perbatasan dengan cara memperkuat daerah – daerah, dan desa dalam kesatuan NKRI.
” Jadi, kita membangun NKRI mulai dari daerah perbatasan, daerah tertinggal karena sektor pertanian menjadi tulang punggung kita, karena itu seluruh pihak, stakeholder mari bergandengan tangan untuk berpikir dan fokus bersama membangun percepatan di bidang pertanian, dengan cara masing – masing untuk meningkatkan sektor pertanian kita” ujar Wabup Belu.
Sementara itu, secara Virtual Anggota Komisi IV fraksi PDIP – Yohanis Fransiskus Lema, S.IP., M.Si dalam arahan pembukaannya menegaskan kegiatan Bimtek bagi Petani dan Penyuluh di tiga Kabupaten di wilayah perbatasan ini merupakan salah satu wujud untuk membangun sektor pertanian ke arah yang lebih baik lagi, sehingga masalah di sektor pertanian menjadi prioritas utama pembangunan di NTT.
Mungkin gambar 1 orang, layar dan teks yang menyatakan 'Fecorsing Original Sound: Off Leta R Levis brief eventorganizer a Ansy Lema Leave'
Ansi Lema juga menyampaikan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat NTT, saya dipercayakan sebagai wakil rakyat NTT untuk menjadi telinga, mata, suara untuk mendukung pembangunan di NTT.
” Sejak saya dipercayakan sebagai wakil rakyat, saya menyebutkan NTT sebagai Daerah Nelayan, Ternak dan Pertanian – Perikanan dan Kelautan, 3 sektor ini menjadi tulang punggung pembangunan di Provinsi NTT. Untuk itu, 3 sektor harus menjadi pendukung pembangunan di NTT,” lanjutnya.
Diakhir sambutannya, Anggota Komisi IV dari Fraksi PDIP menambahkan dengan adanya kegiatan bimtek ini penyuluh dan petani diharapkan semakin terus belajar untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman agar meningkatkan kapasitas, dan meningkatkan kesejahteraan penyuluh dan petani sehingga mampu berdaya saing dengan daerah – daerah lainnya.
Pemateri dalam Bimtek ini diantaranyaAnggota Komisi IV Fraksi PDIP – Yohanis Fransiskus Lema, S.IP., M.Si dengan pemaparan materi “Menjadi Penyuluh dan Petani yang Kreatif, Inspiratif dan Berdaya”.
Berita: Norci & Asih
Foto: Kransen Fontes
Video: Bene Luan
Editor: Elias Y. T. Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.