IBADAT SYUKUR PELANTIKAN BUPATI DAN WABUP BELU

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (27/04), Pastor Rekan Paroki Katedral Santa Maria Imaculata Atambua – Romo Gregorius Robi Kiik, Pr memimpin Ibadat Syukur Pelantikan Bupati Belu – dr. Agustinus Taolin, SpPD.,KG- EH, FINASIM dan Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleserens, MM, berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Belu.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan luar ruangan
Pastor Rekan Paroki Katedral Santa Maria Imaculata Atambua – Romo Gregorius Robi Kiik, Pr dalam khotbahnya mengatakan menjadi seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang kesukaannya melayani bukan untuk dilayani. Pemimpin yang melayani dengan baik adalah bijaksana bukan otoriter, pemimpin yang bijaksana merupakan pemimpin yang pandai mengatur dan menata kota ini menjadi kota surgawi agar dapat mewujudkan motto kota ini menjadi kota yang benar-benar beriman, agar kota ini menjadi kota beriman maka pemerintah berserta semua jajarannya harus membangun suatu peradaban baru. Untuk membangun suatu peradaban baru menurut visi Khatolik ialah Keadilan, Kejujuran dan Kebenaran. Keadilan, kejujuran dan kebenaran adalah butir-butir emas adat istiadat darinya datang karya-karya dari para benar, para adil dan para jujur dan dengan itu semua para adil, para benar dan para jujur berkarya dan mengiginkan hal-hal benar, adil dan jujur sepanjang hayat masih di kandung badan. Pejabat-pejabat di kota ini adalah para benar, para adil dan para jujur.
Mungkin gambar satu orang atau lebih dan bunga
Bekerjalah dengan mengutakan nilai-nilai luhur yang diajarkan Yesus Kristus demi kepentingan masyarakat untuk masyarakat umum dan jauhkan dirimu dari korupsi, kolusi dan nepotisme karena dengan mempraktekkan 3 hal ini maka kalian telah merendahkan martabat kemanusiaanmu sampai pada level yang paling rendah.
Lanjut Romo sepuluh genggaman emas bisa mengalahkan para dewa tetapi seribu genggaman emas dapat menggoyahkan surga. Iman yang kuat pun dapat kuat dengan wanginya kertas-kertas uang yang keluar dari hangatnya loket-loket Bank. Kitab suci apa saja dan kitab undang-undang apa saja yang sering tidak terbaca benar ketika setumpuk uang menggantung di jubah keadilan. Orang Yunani berkata aku lebih memilih manusia tanpa uang dari pada uang tanpa peri kemanusiaan maka bertindaklah dengan adil, bekerjalah dengan jujur, berbuatlah dengan benar karena keadilan, kejujuran dan kebenaran dari nama yang sama yaitu Cinta Kasih. Karena tanpa cinta kasih segala sesuatu tidak berada dan tidak bernilai.
Mungkin gambar satu orang atau lebih dan orang berdiri
Dirinya juga mengatakan semoga bapak Bupati dan Wakil Bupati Belu dapat bekerja dengan baik demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Belu agar kota ini menjadi kota beriman yang hidup bukan kota yang mati. Untuk itu mari kita sehati untuk membangun kota ini, “harapnya.
Bupati Belu – dr. Agustinus Taolin, SpPD.,KG- EH, FINASIM dalam sekapur sirihnya mengungkapkan, usai dilantik kami akan menepati janji untuk masyarakat Belu yang sehat, bermartabat dan berkarakter. “Kami disini mempunyai Visi Belu sehat, Belu berkarater dan Belu yang kompetitif dengan 5 program prioritas kesehatan, peternakan/pertanian, birokrasi, air bersih, UMKM dan infrastruktur.
Mungkin gambar satu orang atau lebih dan orang berdiri
Lanjut Bupati percayakan kepada kami, kami akan jabarkan itu dalam RPJMD yang sementara dibuat, kami refocusing anggaran untuk mengutamakan kesehatan. Kami pemimpin untuk semua masyarakat Belu, untuk memperbaiki Rai Belu ini. Dengan masa waktu yang tidak lama tetapi kami akan tunjukan perubahan yang baik untuk Rai Belu ini. ” Kami akan menjadi pemimpin yang baik, amanah, bijaksana untuk masyarakat Belu,” katanya.
Sementara itu Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleserens, MM mengatakan salurkan energi positif keseluruh penjuru Belu untuk membangunnya dengan baik dalam rangka menbangun orang Belu menuju kesejahteraan.
Mungkin gambar satu orang atau lebih dan orang berdiri
Dirinya juga mengajak untuk membangun Belu ini dengan hati nurani. Bagi Aparatur Sipil Negara tunjukkan prestasi dan kinerja dalam berkarya melayani sesama manusia di Belu, tunjukkan disiplin dalam bekerja, tunjukan loyalitas kepada bangsa dan negara melalui masyarakat Belu, tunjukan seluruh moral dan perilakumu dalam melayani orang Belu tidak tercela. Bangun koordinasi dan komunikasi dengan seluruh stakeholder dalam membangun Belu.
“Kami akan bekerjasama dengan Forkompinda Plus dan masyarakat Belu untuk mari bersama-sama saling bahu membahu bangun daerah Belu ini dengan kejujuran, keadilan dan kebenaran. Bangkitkan energi positif agar senantiasa kita simpan dan kita kembangkan didalam diri kita masing-masing dalam rangka membangun dan melayani dengan hati yang tulus dan ikhlas,”ajaknya.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan luar ruangan
Sebelum mengikuti Ibadat Syukur, Bupati dan Wakil Bupati Belu dijemput dengan sapaan ala adat Timor “Hase Hawaka” dan iringan Tarian Likurai menuju tempat berlangsungnya Ibadat Syukur Pelantikan.
Hadir dalam Ibadat Syukur dari unsur Forkompinda Plus, Pimpinan Organisai Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu dan perwakilan masyarakat Kabupaten Belu.
Berita/Foto: Mercy Aton, Wilson Bau & Okto Mali
Editor: Eli Mali
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.