DINKES BELU SOSIALISASI PENERAPAN POSYANDU DELAPAN MEJA

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Jumat (25/09), Dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan, Kelurahan/Desa, Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Tenaga Gizi Puskesmas akan pentingnya peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Dinas Kesehatan Kabupaten Belu mengadakan sosialisasi penerapan posyandu delapan meja Tingkat Kabupaten Belu. Kegiatan berlangsung di Aula Susteran SSPS Atambua– Kabupaten Belu.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Belu – Adriana Fouk Runa, S.Si, Apt bahwa penerapan Posyandu delapan meja ini akan dilakukan dengan menggandeng beberapa pihak terkait dalam hal ini Tim Penggerak PKK, Ketahanan Pangan Keluarga seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Penyuluh KB dengan tujuan untuk meningkatkan status gizi Ibu hamil, Bayi, Balita, serta perbaikan status gizi masyarakat.
Dikatakannya selain perbaikan gizi, sosialisasi penerapan Posyandu delapan meja ini juga sebagai salah satu bentuk dukungan Pemerintah Daerah agar tercapainya masyarakat sehat sejahtera tanpa adanya masalah stunting.
‘’ Penerapan delapan meja ini bukan inovasi baru tetapi ini pengalaman yang saya dapat dari kabupaten lain, bagaimana menerapkan delapan meja yang mana di dalam satu tempat ada banyak bidang yang berperan untuk bekerja sama mengatasi masalah – masalah stunting dan masalah bayi, balita lainnya,’’ ujarnya.
Dirinya menyebutkan peserta – peserta yang mengikuti sosialisasi ini terdiri dari para Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, 21 Desa Lokus stunting, Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia, Tenaga Gizi Puskesmas.
” Kami mengharapkan peserta yang hadir ini mampu mensharing ilmu dan bekerja dengan baik untuk menerapkan Posyandu delapan meja pada bulan Oktober nanti, sehingga berjalan efektif dan tepat sasaran,’’ imbuhnya.
Materi dalam kegiatan sosialisasi ini meliputi Peran TP PKK dalam pelaksanaan Posyandu yang disampaikan oleh perwakilan Ketua Tim Penggerak PKK – Ibu Regina Wunda, Peran Penyuluh KB dalam Pelaksanaan Posyandu di Desa oleh Kabid KB – Maria Theresia Bere Ati, S.AP, Peran Penyuluh Pertanian dalam pelaksanaan posyandu di Desa oleh Kasie Komsumsi dan Keamanan Pangan – Maria Pascalia Kaci Bere Leki, SP serta Peran KPM dalam Pencegahan Stunting oleh Kasie Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pelayanan Sosial Dasar – Alexander A. Mau, SKM.
Berita/Foto: Norci Man & Sipri Luma

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.