KUNKER DI DESA FATUBA’A DAN DESA DAFALA, BUPATI JANJI SEGERA TURUNKAN TRAKTOR UNTUK OLAH LAHAN PETANI

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Sabtu (19/09), Bupati Belu giat melakukan Kunjungan Kerja ke desa – desa dalam rangka memotivasi dan menggerakkan semangat masyarakat Kabupaten Belu dalam menghadapi musim gagal tanam dan gagal panen akibat cuaca yang tidak menentu maupun mewabahnya pandemi corona virus yang berdampak pada kesulitan ekonomi masyarakat di Kabupaten Belu. Desa Fatuba’a dan Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur merupakan desa yang dikunjungi Bupati Belu dan rombongan pada hari Rabu (17/09).
Dihadapan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan anggota masyarakat yang hadir, Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH dalam arahan menekankan banyak program dan kegiatan yang tertunda akibat pandemi Covid-19, disisi lain persoalan utama yang dihadapi masyarakat juga adalah gagal tanam dan gagal panen di wilayah Kabupaten Belu. Sehingga sangat penting pemanfaatan Anggaran Desa agar dipergunakan secara baik untuk mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat di desa dengan mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang tersedia dalam menghadapi permasalahan gagal tanam dan gagal panen tahun ini. Disamping itu, Bupati juga menghimbau masyarakat menyiapkan lahan mulai sekarang untuk menghadapi musim tanam yang akan datang.
“ Dana Desa menurut saya sangat banyak untuk ukuran sebuah desa, kalau dipergunakan secara baik akan mengurangi tingkat kemiskinan. Caranya dengan mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang ada. Pada musim lalu masyarakat gagal tanam maka mulai sekarang bajak lahan. Saya minta Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan mulai hari Senin (21/09 red) traktor sudah turun di Desa Fatuba’a dan Desa Dafala untuk bajak lahan pertanian masyarakat menghadapi musim penghujan, supaya lahan yang ada di tanami Jagung. Tanaman jagung merupakan tanaman umur pendek yang sangat cocok sesuai karakteristik wilayah ini,” ungkap bupati.
Ditambahkan Bupati, di wilayah ini ada potensi untuk ternak Sapi. Dengan kemajuan teknologi ada program Inseminasi Buatan (IB) pada ternak Sapi. Program IB sebagai hasil kawin suntik dengan sistem cross dapat meningkatkan mutu dan produktivitas Sapi yang unggul. Dengan keberhasilan program IB tersebut sebenarnya dapat mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat desa, “ terangnya.
Sementara itu, untuk menjawab permintaan bantuan pupuk oleh masyarakat sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu – Geradus Mbulu, SE mengatakan bahwa Pupuk bersubsidi tidak bisa diserahkan langsung kepada perorangan tetapi kepada kelompok tani. Untuk itu, perlu ada kelompok tani dan luasan lahan yang disediakan agar dibantu pemerintah dengan Pupuk bersubsidi.
Turut hadir mendampingi Bupati Belu antara lain Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kepala BKPSDMD Kab. Belu dan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Belu serta Camat Tasifeto Timur.
Berita / Foto: Tim Peliput

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.