BUPATI BELU CANANGKAN TANAM JAGUNG PANEN SAPI DI DESA FATUKETI KECAMATAN KAKULUK MESAK

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU—Senin (14/09), Bupati Belu –Willybrodus Lay, SH melakukan Pencanangan Tanam Jagung Panen Sapi. (TJPS) yang berlangsung di Dusun Ainiba Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak, ditandai dengan penanaman secara simbolis Jagung oleh Bupati Belu, Forkompinda Plus dan Para Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu.
Dalam upaya mendukung pengembangan komoditi jagung sebagai salah satu produk unggulan daerah, melalui Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang di fasilitasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan memanfaatkan sumber daya air dari bendungan Rotiklot. Di area lahan seluas 300 hektar dan yang sudah di olah seluas 100 hektar, dari luas yang telah diolah ini yang sudah siap untuk ditanami adalah lahan seluas 50 hektar dan pada pencanangan TJPS hari ini seluas 20 hektar, yang mana benih pupuk sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi NTT.
Bupati Belu -Willybrodus Lay, SH mengatakan melalui proses panjang, dan tiga tahun lalu presiden membangun dan meresmikan bendungan Rotiklot dan airnya sudah tersedia namun belum dimanfaatkan secara optimal.
“Meskipun bendungan Rotiklot ini sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi namun belum diserahkan kepada Pemerintah Daerah secara resmi untuk mengelolahnya, namun karena untuk ketahanan pangan dan kebetulan juga Kabupaten Belu tahun ini mengalami gagal panen di mana –mana, maka saya datang ke Kementerian PUPR minta ijin untuk memanfaatkan air bendungan Rotiklot untuk ditanami dengan tanaman holti kususnya tanaman jagung,” tandas Bupati Willy.
Bupati juga meminta kepada masyarakat petani untuk dapat memanfaatkan semua lahan yang ada untuk ditanami jagung sehingga tidak ada lahan yang dibiarkan kosong.
“Saya minta kepada Kepala desa untuk meminjamkan lahan seluas 3 hektar untuk dikelola Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan dimana dari luas tersebut 2 hektarnya untuk uji coba tanaman jagung untuk panen sapi, sementara 1 hektarnya akan ditanami jagung tapi bukan untuk panen namun untuk dijadikan pakan ternak dengan membantu melakukan fermentasi atau pengawetan sehingga pada musim kemarau saat pakan ternak tidak ada dapat diambil untuk memberikan makan pada ternak, dan dengan adanya uji coba nanti masyarakat dapat mengerti apa perbandingan keuntungan dari tanam jagung panen sapi dan tanam jagung juga untuk dijadikan pakan ternak,” ucap Bupati Belu.
Sementara itu Kabid Ketahanan Pangan Dan Penyuluhan Dinas Pertanian Provinsi NTT – Steven Lay, MM mengatakan kedatangannya ini juga dalam rangka kegiatan perbanyakan benih padi, dimana melalui APBD Provinsi NTT Kabupaten Belu juga dialokasikan bantuan benih untuk 500 hektar lahan sawah yang akan ditanami padi Ciheran biru.
“Hari ini kembali akan dilakukan pencanangan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di tempat ini, untuk pelaksanaan program ini Pemerintah Provinsi juga sudah menyiapkan peralatan seperti traktor, pengolahan lahan gratis, bibit jagung lamuru dan hibrida gratis dan saat panen pembelinya pun sudah di sediakan,” tegas Kabid Steven Lay.
Kabid Steven juga mengharapkan setelah jagung di panen, hasil jual jagung petani ini bisa digunakan untuk membeli sapi betina dan selanjutnya dari Dinas Provinsi akan masuk melalui program IB (sapi kawin suntik).
“Sesuai instruksi Gubernur TJPS ini menggunakan musim tanam ke dua, karena biasanya setelah musim tanam pertama banyak lahan tidur karena tidak dimanfaatkan lagi akibat tidak tersedianya air, oleh karena itu Bapak Gubernur berharap masyarakat dapat memanfaatkan lahan pertanian di musim kedua dengan menanami jagung terutama di pinggir sungai atau tempat yang ada sumber airnya seperti embung dan lain-lain,” bilangnya.
Menurut Kabid Steven, pada Tahun Anggaran 2020, Provinsi NTT mengalokasikan anggaran untuk lahan seluas 10 ribu hektar dan tahun depan akan dialokasikan anggaran untuk 40 ribu hektar.
“Untuk itu bapak gubernur sudah menggandeng TNI untuk bersama – sama di lapangan agar memotivasi bapak ibu petani. Dan kami berharap tahun depan luasan lahannya bisa ditambah lagi,” pungkasnya.
Ketua kelompok tani dari Desa Fatuketi – Siprianus Meni mengungkapkan atas nama petani dari Desa Fatuketi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu masyarakat untuk mengolah lahan secara gratis, memberikan bibit, bantuan pupuk untuk para petani sehingga bisa di Tanami jagung.
“Lahan seluas 50 hektar akan dimanfaatkan oleh 100 Kepala Keluarga masing-masing kepala keluarga akan mendapatkan lahan seluas 50 are dengan memanfaatkan air dari Bendung Rotiklot ini, sehingga bisa mengatasi ketersediaan pangan akibat gagal panen tahun ini,” ungkapnya.
Berita/Foto: Asih Mukti & Bene Luan

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.