WABUP BELU HADIRI PERINGATAN HARI BHAKTI RADIO KE-75

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Jumat (11/09) Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan didampingi Kadis Kominfo, Johanes A. Prihatin, SE., M.Si dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Cristoforus M. Loe Mau, SE menghadiri acara Peringatan Hari Bhakti Radio ke-75 dan Penyulutan Obor Tri Prasetya di Kantor LPP RRI Atambua.
Acara yang dikemas secara sederhana dengan penerapan protokol kesehatan diawali dengan penyulutan obor Tri Prasetya RRI, pemotongan tumpeng dan penyerahan hadiah-hadiah lomba.
Usai acara, Wakil Bupati Belu menyampaikan bahwa sejak RRI berdiri di Indonesia pada 11 September 1945, RRI hadir berkarya dan bekerja untuk persatuan dan kesatuan bangsa lewat udara.
Dikatakan, semangat RRI yakni sekali di udara tetap di udara itu memberikan spirit dan semangat yang luar biasa untuk mereka tampil sebagai satu-satunya di waktu itu dan hingga saat ini ada di Kabupaten Belu.
“Kita mengucapkan terima kasih dan kita harapkan agar RRI tetap eksis didalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi mereka agar supaya masyarakat bisa tahu, bisa memahami bagaimana RRI itu eksis dalam mewartakan dan menyampaikan informasi-informasi aktual, nyata dan faktual kepada masyarakat Kabupaten Belu, TTU, Malaka dan Kabupaten Alor,” ujar J. T. Ose Luan.
Dalam kesempatan yang sama Kepala LPP RRI Atambua, Agus Sukoyo, A.Md., S.Ap., M.Ap menyampaikan bahwa RRI Atambua memiliki posisi yang strategis yakni berada di perbatasan dua negara sehingga apapun yang terjadi di perbatasan harus ada nafas NKRI untuk mengawal segala informasi agar berimbang secara positif dan sebagai pengaman informasi.
“Kita memperoleh satu kehormatan untuk mengawal NKRI sampai dengan menembus batas dalam arti kita mengawal segala berita-berita agar ada keseimbangan secara positif dan kita menganut cover bothside sehingga apapun yang terjadi di perbatasan harus ada nafas NKRI oleh karena itu RRI di perbatasan itu sebagai pengaman informasi,” ungkap Agus.
Lanjut Agus, Pada masa pandemic Covid-19, RRI Atambua bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan sekolah-sekolah baik SD, SMP dan SMA untuk menyelenggarakan Belajar di RRI.
Agus Sukoyo juga menyampaikan bahwa RRI di perbatasan juga sebagai media untuk hiburan yang sehat. Jadi apapun yang terjadi muatan local di daerah harus diangkat menjadi kekayaan nasional. Baik itu muatan loKal yang bersifat pendidikan, kebudayaan dan adat istiadat harus diangkat untuk menjadi kekayaan nasional.
“Harapan kami pada usia yang ke 75 ini lebih bermanfaat kepada masyarakat, apalagi RRI Atambua yang strategis posisinya di perbatasan dua negara,” harap Kepala LPP RRI Atambua.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Komisioner KPUD Belu, Pejabat BNND Kab. Belu, serta Angkasawan dan Angkasawati RRI Atambua.
Sumber: (prokompimbelu)

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.