KUNKER BUPATI BELU DI DESA DUBESI

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Jumat (14/8), Setelah melakukan kunjungan kerja di Desa Nanaet, Kecamatan Nanaet Duabesi, Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH bersama Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu melanjutkan kunjungan kerja di Desa Dubesi, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kamis (13/8).
Kunker ini dimaksudkan, selain berdialog secara terbuka dengan masyarakat terkait berbagai persoalan yang dialami dalam berbagai bidang, juga untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Pada kunker ini, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan maupun kendala kepada Bupati Belu seperti infrastruktur jalan, pendidikan, perumahan, kebutuhan jaringan air bersih, pembangunan embung dan lapangan kerja.
Menanggapi persoalan dan keluhan yang dihadapi masyarakat dari berbagai bidang di Desa Dubesi, dalam kesempatan tersebut, Bupati Belu menjelaskan, terkait infrastruktur jalan, Bupati menjelaskan infrastruktur merupakan prasarana layanan dasar kegiatan sosial dan perekonomian masyarakat termasuk aktivitas pelayanan pendidikan. Kondisi infrastruktur menentukan tingkat efektivitas dan efisiensi produksi serta kualitas interaksi sosial masyarakat yang akhirnya menentukan tingkat daya saing daerah secara keseluruhan. Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Belu semakin serius dalam mengembangkan sektor ini guna menjawab kebutuhan masyarakat akan infrastruktur yang memadai.
Terkait pendidikan, Bupati mengatakan dalam rangka perluasan kesempatan belajar bagi anak sekolah, maka langka-langka yang akan dilakukan adalah pembangunan fisik dan operasional sekolah sehingga ke depan bisa menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas dan tangguh dalam menghadapi era globalisasi. Adapun upaya-upaya lainnya dalam kegiatan pembangunan pendidikan antara lain meliputi peningkatan kualitas murid melalui kompetisi-kompetisi antar siswa.
Khusus untuk perumahan, Bupati Willy mengatakan, anggaran untuk rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk tahun ini sebesar Rp. 17.500.000,- untuk satu unit rumah yang tidak layak huni.
“Banyak rumah warga miskin yang rusak berat. Ini jadi prioritas,”ungkapnya.
Bupati Willy menyebut, sasarana rehab RTLH dibatasi 25 rumah karena dana desa juga digunakan untuk pembangunan infrastruktur lainnya. Hal ini untuk membantu mensukseskan program pemerintah dalam pembangunan, terutama desa atau wilayah yang tertinggal.
Pemenuhan air bersih, pemerintah berjanji akan mendistribusikan air minum bersih kepada masyarakat menggunakan tangki, pasalnya masyarakat memiliki bak penampung air minum di setiap dusun, sehingga tidak ada kendala saat mobil tangki dari pemerintah mendistribusikan air minum.
Selain infrastruktur jalan, pendidikan, perumahan, kebutuhan jaringan air bersih, pembangunan embung juga sangat penting sebagai pemanfaatan sumber mata air yang ada di Desa Dubesi perlu di optimalkan. Kehadiran embung ini merupakan berkah bagi masyarakat yang berada di Desa Dubesi sebab kebutuhan air untuk pertanian dapat terpenuhi. Untuk itu, masyarakat perlu membina dan membangun semangat kekeluargaan dan gotong – royong dalam memacu pembangunan di Desa Dubesi.
Terkait lapangan kerja, Bupati Willy meminta kepada masyarakat menyiapkan lahan pertanian seluas 5 hektar untuk ditanami dengan berbagai tanaman ekonomis baik umur panjang maupun pendek seperti maek bako demi menunjang kesejahteraan keluarga. Selain itu, setiap keluarga diwajibkan untuk memelihara hewan piaraan seperti sapi sehingga bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Untuk diketahui, secara administratif Desa Dubesi memiliki luas wilayah 23,61 km². Jumlah penduduk Desa Nanaet sebanyak 1.539 jiwa dengan jumlah laki – laki 765 jiwa dan perempuan 774 jiwa dengan jumlah kk sebanyak 377 KK yang tersebar di 6 dusun, yakni Dusun Weklalenok, jumlah 53 KK, laki-laki 107 jiwa, perempuan 146 jiwa, Dusun Fatukiik, jumlah 62 KK, laki-laki 151 jiwa, perempuan 130 jiwa. Dusun Haliwen A, jumlah 62 KK, laki-laki 102 jiwa, perempuan117 jiwa, Dusun Haliwen B, jumlah KK 64 , laki-laki 122 jiwa, perempuan 114 jiwa. Dusun Tubaki A, jumlah KK 79, laki-laki144 jiwa, perempuan 136 jiwa. Dusun Tubaki B, jumlah KK 67 , laki-laki 139 jiwa, perempuan 131 jiwa.
Terdapat 7 lembaga pendidikan, yaitu 1 unit SMPN Kelas Jauh, 2 unit SD, 4 unit PAUD. Penerima bantuan program Desa Dubesi tahun 2020 meliputi, 10 Unit Rumah Permanen, 25 Ekor Bibit Sapi Lokal, JUT Makbalin 1 km, Pembangunan Gedung PAUD Sto. Andreas Haliwen, Rehab Gedung Kantor Desa, PMT Bagi Bayi Balita dan Ibu Hamil, Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 80 KK, sedangkan 43 kKK dari Kemensos dan 43 KK lainnya dari BP4D. Masyarakat Desa Dubesi pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani dan peternak.
Berita/Foto: Tim Peliput

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.