KUNKER DI DESA NANAENOE BUPATI BELU TAMBAHKAN DANA 50 JUTA UNTUK PADAT KARYA

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Kamis (13/08) Bupati Belu bersama pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Belu melakukan Kunjungan Kerja di Desa Nanaenoe Kecamatan Nanaet Duabesi, pada hari Rabu (12/08).
Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH beserta rombongan disambut hangat oleh masyarakat Desa Nanaenoe dengan pengalungan tais adat, diiringi tarian Likurai menuju Aula Kantor Desa Nanaenoe tempat berlangsungnya acara tatap muka Bupati Belu beserta rombongan dengan aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat Desa Nanaenoe.
Beragam permasalahan yang disampaikan Kepala Desa maupun keluhan yang disampaikan secara langsung oleh masyarakat, di hadapan Bupati Belu dan rombongan dalam dalam acara tatap muka tersebut berkisar kebutuhan utama masyarakat seperti air bersih, listrik dan akses jalan serta rumah layak huni maupun akibat curah hujan yang tidak menentu mengakibatkan gagal tanam dan gagal panen di musim tahun ini. Disamping itu, dikeluhkan masih rendahnya insentif aparat desa dan BPD yang belum sesuai standar.
Menanggapi usulan dan permintaan masyarakat, Bupati Belu dan pimpinan OPD terkait menyampaikan program – program unggulan yang difokuskan di wilayah Desa Nanenoe. Sebagaimana kondisi topografi wilayah Desa Nanaenoe yang berbukit dengan ketinggian sekitar 800 meter dpl, dibutuhkan kiat-kiat khusus memilih tanaman yang cocok, seperti jagung, ubi ungu, bawang tuk-tuk dan maek bako dengan memperhatikan metode/cara tanam yang benar. Dibidang peternakan akan di lakukan program Inseminasi Buatan (IB) Sapi milik masyarakat untuk mengembalikan jenis Sapi unggul, yang tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Kesempatan tersebut Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH berjanji akan menambahkan alokasi anggaran untuk padat karya sebesar 50 Juta Rupiah kepada masyarakat Desa Nanaenoe yang diarahkan untuk pengembangan tanaman jagung. Harapan Bupati Belu agar dana padat karya yang akan digulirkan kepada masyarakat perlu dioptimalkan di lahan masyarakat maupun dengan upaya pembukaan lahan baru.
Usai tatap muka dengan masyarakat Desa Nanaenoe, Bupati Belu bersama rombongan berkesempatan melintasi jalan sabuk merah dan meninjau tapal batas di Jembatan Sungai We Dik sebagai batas segitiga antara wilayah RDTL, Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka.
Berita/Foto: Tim Peliput

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.