CIS TIMOR SPONSORI DIALOG INTERAKTIF ADAPTASI KENORMALAN BARU

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (22/07), Circle Of Imagine Society (CIS ) Timor bekerjasama dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Atambua menyelenggarakan Dialog Interaktif dalam menghadapi Adaptasi Kenormalan Baru dengan menghadirkan narasumber Anggota DPRD Kabupaten Belu – Manek Rofinus, S.Sos, M.Si, Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Corona Virus Deases 2019 (Covid-19) Kabupaten Belu – Cristophorus M. Loe Mau, SE dan Organizer Youth Voice for Inclusive Borders – Servasius Kali, berlangsung di Studio RRI Atambua.
Sesuai data yang dirilis Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Belu sampai dengan saat ini walaupun belum ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 namun upaya pencegahan dan pengawasan para OTG, Suspek (ODP & PDP) maupun pelaku perjalanan tetap menjadi prioritas perhatian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Belu, demikian disampaikan Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 Kab. Belu – Christophorus M. Loe Mau, SE.
Ditambahkan Christoforus, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Gugus Tugas terus berupaya melakukan koordinasi secara berjenjang, sosialisasi yang intens dan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui Gugus Tugas yang ada baik Camat, para Kepala Puskesmas, para Kepala Desa / Lurah bahkan di tengah – tengah masyarakat ada relawan Covid – 19. Upaya ini terus dilakukan dan bersinergi dengan semua komponen yang terkait dalam menjaga wilayah Kabupaten Belu bebas dari penyebaran Covid-19.
Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Belu dari Fraksi Golkar – Manek Rofinus, S.Sos., M.Si menegaskan bahwa penanganan penyebaran Corona Virus Deases 2019 (Covid-19) hanyalah bersifat darurat dan tentatif sehingga belum perlu diterbitkan Peraturan Daerah yang mengatur penanganan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Belu. Beliau menyarankan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belu agar menerbitkan Peraturan Bupati sebagai arah kebijakan dan petunjuk dalam mengatasi penyebaran virus corona ini sebagai suatu budaya baru dalam mejalani tatanan kehidupan baru.
Mewakili generasi muda, Organiser Youth Voice for Inclusive Borders – Servasius Kali mengharapkan tatanan kehidupan baru di Kabupaten Belu perlu keterlibatan aktif kaum muda sebagai garda terdepan dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Hal ini didasarkan karena belum adanya tingkat kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam memasuki adaptasi kehidupan baru. Oleh karenanya diperlukan menggalang kaum muda yang selalu berada setiap saat di tengah – tengah masyarakat menjadi motor penggerak mengikuti protokol kesehatan Covid-19.
Berita/Foto: Eli Mali & Jun Naibuti

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.