PASTIKAN SEMUA MASYARAKAT TIDAK MENGALAMI KEKURANGAN PANGAN BUPATI BELU PATROLI KELILING DESA

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU–Kamis (16/07), Dalam kunjungan kerja Selasa, 14 Juli 2020 ke beberapa desa Bupati Belu banyak mendapatkan informasi tentang gagal tanam akibat kurangnya curah hujan dalam tahun 2020 ini. Seperti yang di alami masyarakat di Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu. Para petani di desa ini mengeluhkan kecemasan mereka untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan akibat gagal tanam karena umumnya sawah mereka merupakan sawah tadahan yang sangat bergantung pada curah hujan.
Kepada masyarakat Desa Rinbesihat di halaman Kantor Desa Rinbesihat Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH menyampaikan bahwa untuk mengantisipasi kekurangan pangan bagi masyarakat Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Belu dan Dinas Sosial Kabupaten Belu serta Dinas Pertanian Kabupaten Belu sementara sedang memfalidasi data petani dan luas lahan masing-masing untuk diberikan bantuan beras. Bupati Willy juga meminta agar masyarakat bisa beralih ke tanaman lain yang mudah tumbuh dan tidak terlalu membutuhkan air seperti tanaman pisang mengingat selama ini pisang yang dikonsumsi oleh masyarakat Kabuaten Belu datangnya dari Kabupaten Malaka.
Selain menyampaikan gagal tanam masyarakat juga menyampaikan bahwa mereka telah mendapatkan bibit bawang dari Dinas Pertanian untuk ditanami dilahan pertanian yang mereka miliki, dan saat ini sedang melakukan penggarapan lahan namun mereka masih kesulitan mendapatkan air untuk penyiraman sehingga meminta Bupati agar bisa membantu dengan memberikan bantuan motor air dan selang serta bantuan alat berat untuk melakukan penggalian air di kali mati yang mereka sinyalir ada air dangkal bawa tanah yang bisa dimanfaatkan.
Terkait permintaan ini Bupati Belu langsung memerintahkan instansi terkait untuk melakukan survei dan memastikan agar alat berat dalam waktu dekat akan segera dikirim ke lokasi dan terkait kekurangan sarana prasarana pendukung harus segera secepatnya dibantu agar masyarakat petani bisa segera bekerja.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Belu juga menyerahkan Santunan asuransi kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada dua orang ahli waris masing-masing ibu Yuliana sebesar Rp.24.000.000,- dan Jhon sebesar Rp.42.000.000,- kepada para ahli Waris, Bupati berpesan untuk bisa memanfaatkan uang itu sebaik-baiknya sesuai kebutuhan jangan untuk berfoya-foya.
Dari Desa Rinbesihat Bupati Belu dan rombongan melanjutkan perjalanann ke kampung Obor, Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk. Disini Bupati Belu meninjau lahan pertanian masyarakat yang ditanami dengan tanaman Holticultur seperti lombok, tomat dan sayuran yang mereka lakukan disekitar pinggiran kali mati yang masih memiliki air.
Usai meninjau lahan warga, Bupati Belu dan rombongan yang didalamnya termasuk Manager PLN Rayon Atambua – Helmy Zulkarnain menemui masyarakat yang sudah berkumpul di halaman rumah salah seorang warga Obor. Ditempat ini Bupati Belu melakukan dialog dengan masyarakat dan didapati kalau masyarakat di Dusun Obor ini sebenarnya tidak terlalu mengalami kekurangan air, karena selain ada beberapa sumur bor yang mereka manfaatkan airnya selama ini, juga dibeberapa kali mati masih ada sumber air yang bisa dimanfaatkan namun mereka sendiri kekurangan mesin pompa dan selang sehingga konsentrasi mereka hanya di titik-titik lokasi yang ada air sementara lahan mereka masih luas dan belum dimanfaatkan sehingga mereka sangat membutuhkan selang.
Terkait hal ini Bupati Belu meminta kepada Kepala Dinas Pertanian untuk segera melakukan survei dan memastikan apa saja yang dibutuhkan masyarakat agar segera dibantu sehingga mereka bisa memperluas lahan garapan mereka untuk ditanami berbagai tanaman Holti.
Dalam kesempatan itu juga masyarakat Dusun Obor menyampaikan keluh kesah mereka sebab selama merdeka tahun 1945, masyarakat di Dusun Obor ini belum menikmati penerangan listrik, mereka kebanyakan menggunakan lampu sehen dan itupun pemakainnya terbatas, sehinga mereka meminta bantuan Pemerintah untuk memperjuangkan listrik bisa masuk ke Kampung mereka sebab mereka sudah sangat merindukan penerangan listrik untuk merealisasi itu masyarakat sendiri sudah mempersiapkan uang sebagai biaya pemasangan sesuai dengan syarat yang ditentukan.
Bupati Belu – Willybrodus Lay memberikan kesempatan kepada Manager PLN Rayon Atambua – Helmy Zulkarnain untuk menjelaskan apa saja yang telah dan akan dilakukan, dimana menurut Helmy pihak PLN sementara sedang melakukan survei untuk mendapatkan data akurat Karena PLN adalah Perusahaan Negara sehingga harus juga memperhitungkan berapa jarak dari sumber listrik terdekat higga bisa sampai ke Dusun Obor dan berapa jumlah KK masyarakat Dusun Obor yang berminat memasang jaringan listrik ke rumah masing-masing, hasil survei akan diteruskan ke Manajeman PLN tingkat atas dan akan dikawal sehingga kerinduan masyarakat ini bisa terobati.
Bagi masyarakat yang selama ini menggunakan lampu sehen tidak perlu membayar biaya pemasangan cukup mereka melunasi tunggakan pemakaian lampu sehen saja listrik mereka sudah terpasang apabila nanti jaringan listrik sudah tersambung sampai ke Dusun Obor.
Dari Dusun Obor, Kecamatan Raimanuk, Bupati Belu dan rombongan kembali melanjutkan kunjungan kerja ke Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat untuk menyaksikan Inovasi Tabur yang digagas Kepala Desa Lawalutolu – Maria Gaudensia Ut bersama masyarakat. Inovasi ini dilakukan oleh masyarakat dengan menabung uang di dalam bambu selanjutnya saat akan membayar pajak bambu tersebut dipecahkan dan uangnya diambil untuk membayar Pajak Bumi bangunan.
Dihadapan Bupati Belu dan OPD terkait seperti Bapenda Kabupaten Belu dan pihak Bank NTT Cabang Atambua mewakili masyarakat Desa Lawalutolus 3 orang anggota masyarakat dengan memecahkan bambu mereka masing-masing dan didapatkan untuk wajib pajak atas nama Andreas Bere mendapatkan Rp.260.000,- dengan wajib pajak Rp.7.000,-, Baltasar mendapatkan Rp.644.000,- dengan wajib pajak Rp.86.000,- dan Theodorus mendapatkan Rp.870.000,- dengan wajib pajak Rp.158.000,- setelah di hitung oleh pihak Bank NTT, uang tersebut langsung disimpan dan akan digunakan untuk membayar Pajak Bumi Bangunan dan kelebihannya akan dijadikan sebagai tabungan bagi mereka dengan membuka rekening mereka di Bank NTT.
Untuk memotivasi ketiga anggota masyarakat yang mewakili masyarakat Desa Lawalutolus, Bupati Belu memberikan hadiah uang tunai untuk melengkapi tabungan mereka dimana yang hasil tabungan bambu melebihi Rp.500.000,- digenapi menjadi Rp.1.000.000,- sementara yang tidak mencapai Rp.500.000, digenapi menjadi Rp.500.000,-.
Kepada Kepala Desa Lawalutolus – Maria Gaudensia Ut, Bupati Belu memberikan piagam penghargaan atas inovasi baru tersebut, dan mengharapkan agar Inovasi ini terus dikembangkan dan lanjutkan sehingga masyarakat dapat membayar pajak Bumi bangunan dan kelebihannya dapat di tabung di Bank NTT Cabang Atambua sebagai tabungan pendidikan untuk anak-anak mereka di kemudian hari.
Bupati Belu dan rombongan mengakhiri kunjungan kerja tersebut dengan melakukan panen tomat di lahan masyarakat yang dikerjakan atas pendampingan PPL di Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat. Desa Lawalutolus dengan jumlah penduduk 1.289 jiwa sebagian besar adalah petani dan sangat bergantung pada hasil pertanian Holti seperti tomat, Lombok yang di suplai sampai ke pasar-pasar di Kota Atambua.
Berita/Foto: Domi Bitin & Jun Nai Buti

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.