WABUP BELU TERIMA PENGADUAN PEDAGANG PASAR TRADISIONAL ATAMBUA

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (07-07), Wakil Bupati Belu – Drs. J.T. Ose Luan tatap muka dengan para Pedagang Pasar Tradisional Atambua, membahas sejumlah persoalan yang diadukan pedagang pasar kepada Wakil Bupati Belu. Pertemuan tatap muka berlangsung di Lantai Satu Kantor Bupati Belu, dihadiri Kepala Dinas Pedagangan dan Perindustrian Kab. Belu – Fransiskus X. Asten, S. Sos, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kab. Belu – Drs. Antonius Suri dan Kepala Satpol PP Kab. Belu – Aloysius Fahik, S.STP.
Pada kesempatan itu, para Pedagang Pasar yang menempati area luar Pasar menyampaikan beberapa hal terkait dengan persoalan yang dihadapi diantaranya adalah masalah penempatan fasilitas jualan yang tidak maksimal, para pedagang juga meminta untuk menempati lahan kosong yang tersedia di dekat Pasar Ikan serta masyarakat minta penertiban untuk semua pedagang agar tidak ada yang menjual di area luar pasar.
Menjawab pengaduan dan keluhan dari Pedagang Pasar, Wakil Bupati Belu -Drs. J. T. Ose Luan menyampaikan bahwa terkait dengan persoalan yang dihadapi dan supaya semua pedagang merasa adil dan tertib, Pemerintah Kabupaten Belu meminta kepada seluruh pedagang pasar agar segera menempati Los Pasar yang berada di dalam area Pasar Tradisional Atambua namun tetap patuhi protokol kesehatan Covid – 19 sehingga masyarakat turut membantu mencegah penyebaran Covid – 19.
“ Mulai Hari Senin mendatang tanggal 13 Juli 2020 semua penjual/pedagang yang berada di luar los pasar (Lokasi tanah kosong terminal) harus sudah masuk kedalam Los pasar dan menempati meja jualannya masing-masing,” ujar Wabup Belu dihadapan Pedagang Pasar.
Terkait dengan lahan kosong didekat pasar ikan, Wabup Belu menegaskan bahwa lahan kosong tersebut untuk sementara waktu akan dijadikan sebagai area parkir motor bukan mobil.
Wabup minta kepada Satpol PP dan Dishub Belu segera lakukan penertiban kembali di seluruh jalan lokasi Pasar Tradisional Atambua (yang membuka jualan) di bahu kiri dan kanan jalan.
“Supaya adil petugas penertiban harus agak keras melakukan penertiban kembali sehingga semuanya bisa berjalan normal dan tidak adanya lagi kecemburuan sosial antara sesama pedagang/penjual,” imbuhnya.
Berita/ Foto: Tim Peliput

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.