DUKUNG PENCEGAHAN ANGKA KEMISKINAN, BKKBN NTT GELAR SOSIALISASI MATERI DAN MEDIA KIE PRO PN 1000 HPK

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Jumat (03/07), Dalam rangka mendukung Program Prioritas Nasional (Pro PN) untuk mengurangi angka kemiskinan dan angka stunting di NTT, Pemerintah melalui Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi NTT menggelar Sosialisasi Materi dan Media Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Prioritas Nasional (Pro PN) 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Kabupaten Belu yang bertempat di Matahari Hotel Atambua.
Sosialisasi Materi dan Media KIE Pro PN melibatkan sejumlah Penyuluh Keluarga Berencana, Kader Bina Keluarga Balita dan Pengurus Pusat Informasi dan Konseling Remaja, dan jajaran OPD Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Belu.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT – Marianus Mau Kuru, SH., MPH dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Belu – Drs. Egidus Nurak.
Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. ose Luan yang hadir membuka kegiatan ini mengatakan untuk mengurangi angka kemiskinan, angka kehamilan dibawah umur, dan pernikahan dini maka Pemerintah, pihak gereja dan elemen – elemen lainnya telah berkolaborasi untuk mengatasi persoalan – persoalan itu, akan tetapi generasi muda saat ini menikah tanpa ada perencanaan dan pemikiran yang matang, sehingga hal itu memicu persoalan – persoalan bisa terjadi.
“Oleh karena itu, saya kira melalui Dinas Pengendalian dan KB, Dinas Kesehatan serta pihak terkait perlu bekerja keras untuk menghimbau kepada masyarakat supaya terjadi pembatasan kelahiran dan tidak menikah usia dini karena pengalaman kita sekarang menikah tidak berdasarkan cinta tetapi karena malapetaka, dan ini yang justru memicu angka kelahiran tinggi, “ ujar Wabup Belu.
Lebih lanjut Wabup Ose Luan menjelaskan untuk menentukan kesiapan dalam pernikahan, maka hendaknya ada perencanaan yang matang terlebih dahulu, agar nantinya bisa mempunyai anak berkualitas dan mencegah terjadinya pernikahan dini dan menikah juga berdasarkan cinta bukan rasa.
“Manusia diciptakan untuk berbahagia bukan untuk susah, karena itu program KB ini muncul untuk mengintervensi kita agar memperhatikan kesejahteraan manusia,” imbuhnya.
Wabup Ose Luan juga menitipkan pesan kepada anak – anak remaja untuk tatap masa depan dengan tidak bermain – main terlebih dahulu, karena masa depan daerah ini ada di tangan generasi muda.
Berita / Foto : Tim Peliput

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.