WABUP BELU HADIRI RAKOR TERBATAS KPU BELU

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Kamis (02/07), Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan hadiri Rapat Koordinasi Terbatas Tahapan Pelaksanaan Pemilihan Serentak Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 yang di gelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu, bertempat di Aula Hotel Nusantara Dua Atambua.

Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan mengatakan dalam rapat koordinasi hari ini membahas hal-hal teknis yang berhubungan dengan proses Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Belu pada Pemilihan 9 Desember yang akan datang.

‘’Saya hadir karena akan ada pembahasan bagi seluruh personil yang akan bertugas melaksanakan Pemilu pada tempat-tempat seperti PPK, PPS dan KPPS yang akan bertugas di TPS dan lain-lainya akan dilakukan Rapid test sehingga pemilihan pada tanggal 9 Desember bisa berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan Protokoler Covid-19. Kesulitan kita yang saat ini adalah tarif untuk rapid test untuk saat ini belum ada. Untuk itu dirinya berharap harus berusaha untuk mengupayakan agar alat rapid test segera ada. Dana untuk rapid testnya ada tetapi masih ada piutang di AKPBN. Untuk itu diupayakan supaya rapid test terhadap seluruh petugas harus dilaksanakan dan harus menyiapkan alat rapid test yang bisa menjangkau seluruh personil yang sebanyak tiga ribuan,’’ ujar Wabup Ose Luan usai Ratas.

Oleh karena itu, dirinya menghimbau kepada seluruh OPD terkait seperti Dinas Kesehatan sebagai Sekretariat Gugus Tugas untuk bisa berkomunikasi terus dengan pihak KPU dan Bawaslu agar seluruh personil yang bertugas baik itu yang bertugas selama satu bulan seperti pantarlih atau petugas verifikasi daftar pemilih sesuai dengan kartu keluarga dan ktp maupun mereka yang melaksanakan tugas di tingkat Kabupaten baik di KPU dan Bawaslu maupun bagi mereka yang bertugas sebagai Linmas dan anggota yang bertugas di TPS serta semua petugas yang ada di Kecamatan dan Desa, harus melakukan rapid test sesuai dengan petunjuk dari pemerintah pusat bahwa proses Pilkada dapat dilaksanakan dalam situasi Pandemi Covid-19 dengan melaksanakan Protokoler Kesehatan yang ketat.

Sementara itu Ketua KPU Kabupaten Belu – Mikhael Nahak, S.Sos menjelaskan Rakor hari ini bertujuan guna membangun sinergitas antara Pemerintah dengan stakeholder terkait kelanjutan tahapan pelaksanaan Pilkada yang telah dilakukan. Dan inti dari rakor hari ini bagaimana semua komponen dan semua stakeholder itu saling bersinergi terutama dengan diberlakukannya standar Covid-19 ini. Untuk itu kami berharap semua elemen harus mendukung kegiatan untuk KPU bisa melanjutkan tahapan ini.

‘’Kalau untuk rapid test ini tentunya melekat dengan protokol Covid-19 yang mana tahapan yang dijalankan dalam masa pandemi. Memang PKPU tidak disebutkan sepeti Verifikasi Faktual. Tetapi karena kita selenggarakan dalam tahapan Pandemi oleh karena itu KPU menginginkan kalau setiap tahapan itu kalau boleh dilakukan secara protokoler lengkap sehingga ketersediaan APD dan Rapid Test salah satunya itu wajib dilakukan ,” tandas ketua KPU.

Dan dari hasil hari ini kita berharap sebelum tanggal 15 Juli itu jumlah semua anggota hampir Enam Ratus yang harus di rapid test itu bisa dilakukan karena ketika terindikasi reaktif, otomatis kami tidak akan memberikan tugas kepada mereka sehingga kita bisa menghindari dan mencegah penularan Virus Corona tidak lebih luas.

Hadir pada Ratas ini Perwakilan Dandim 1605/Belu, Perwakilan Kapolres Belu, Kasat Pol PP Kab. Belu, Anggota DPRD Kabupaten Belu, Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kab. Belu, Perwakilanari dari Badan Kesbangpol Kab. Belu, Kepala RRI Atambua serta Ketua dan Anggota KPU Kab. Belu.

Berita/Foto: Mercy Aton dan Bene Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.