WABUP BELU BUKA RAKORDA WKRI DPD KEUSKUPAN ATAMBUA

Facebookyoutubeinstagram
Dinas Kominfo Kab. Belu – Jumat (26/06/20) Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan membuka secara resmi Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Wanita Katolik Republik Indonesia Dewan Pengurus Daerah ( DPD ) Keuskupan Atambua berlangsung di Aula St. Antonius Emaus – Lalian Tolu, Kecamatan Tasifeto Barat.
Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Wanita Katolik Republik Indonesia Dewan Pengurus Daerah Keuskupan Atambua yang hari ini mengadakan Rapat Koordinasi Daerah untuk mengevaluasi program kerja yang selama ini telah dilaksanakan di Keuskupan ini dan merencanakan program kerja akan dilaksanakan di hari – hari mendatang.
” Saya sangat memberi apresiasi kepada Wanita Katolik Republik Indonesia Dewan Pengurus Daerah Keuskupan Atambua yang selama ini telah membantu pemerintah dalam melancarkan berbagai kegiatan terutama kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan kehadiran Wanita Katolik Republik Indonesia di Keuskupan Atambua ini, sangat memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama dalam mengambil bagian berjuang mewujudkan Indonesia sejahtera, bermartabat dan berkeadilan sosial dalam bingkai kebhinekaan.
Lanjut Wakil Bupati Belu di Indonesia yang menjadi utama yakni empat pilar kebangsaan yang menjadi jati diri bangsa ini yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Wanita Katolik Republik Indonesia sudah ada sejak 96 tahun lalu berarti perannya dalam membangun bangsa ini sudah sangat luar biasa dalam menjalankan program kerjanya dalam membangun sumber daya manusia, tidak terlepas juga wanita Muslim, Wanita Protestan, Wanita Hindu dan Budha, organisasi-organisasi ini punya peranan dalam mengembangkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan itu.
Pada kesempatan yang sama Ketua Presidium WKRI DPD Keuskupan Atambua- Agustina Asa mengungkapkan Rapat Koordinasi Daerah Wanita Katolik Republik Indonesia Keuskupan Atambua bertepatan dengan Hari Ulang Tahun WKRI ke- 96 dengan mengambil tema ” Melangkah Bersama Dalam Cinta Kasih Kebersamaan dan Keberagaman untuk Indonesia”, ini sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga yang melibatkan Pengurus Cabang dan Ranting yang sudah dibentuk dalam DPD Keuskupan Atambua.
” Tema ini sangat tepat dengan situasi pandemi Covid – 19 dimana Pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia menyerukan untuk semua anggota WKRI turut ambil bagian dalam memberikan bantuan sosial bagi sesama anggota yang terkena dampak Covid-19. Kita bekerja sesuai Visi dan Misi WKRI yakni Misi: Organisasi Yang Mandiri, Bersifat Sosial Aktif, Memiliki Kekuatan Moral dan Kemampuan yang handal dalam menjalankan karya – karya pengabdian dalam mewujudkan kesejahteraan bersama serta menegakkan harkat dan martabat manusia. Dan Misinya, Mengembangkan kemampuan serta memberdayakan seluruh jajaran Wanita Katolik Republik Indonesia guna meningkatkan kualitas pengabdian dalam Masyarakat, Menghimpun Aspirasi dan mengaktualisasikan potensi Wanita Katolik Republik Indonesia agar karya pengabdian terwujud secara optimal dan berkesinambungan, Memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender dalam seluruh dimensi kehidupan, Mengupayakan lingkungan hidup yang seimbang.
Lanjutnya Wanita Katolik Republik Indonesia sebagai wadah kesatuan gerak perempuan Katolik bersifat sosial aktif mandiri dan dalam menjalankan kehidupan berorganisasi berpedoman pada prinsip solidaritas subsidiaritas yang berlandaskan pada ajaran sosial gereja dan setiap anggota harus mempunyai tanggung jawab untuk aktif membangun dan mengembangkan kemandirian organisasi dengan berpartisipasi dalam hal pendanaan yakni Iuran anggota, Dana sosial dan Dana Abadi.
Dalam Kongres WKRI XIX dan XX program yang diprioritaskan adalah kaderisasi dan sekolah- sekolah Perempuan untuk mengantar kepemimpinan perempuan masa depan terfokus pada menumbuhkembangkan kepekaan untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, mengasa seluruh keterampilan seutuhnya dalam rangka membangun belarasa kepada yang lemah dan rentan, menanamkan rasa tanggung jawab dan integritas seorang pemimpin masa depan.
Dirinya juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten TTU memberikan bantuan berupa pikiran dan dana untuk dapat melaksanakan program yang bermartabat dan penting ini dan memberi kebebasan bagi perempuan Katolik yang berumur 18 tahun keatas untuk dapat bergabung dalam organisasi ini.
Dalam Rakorda ini yang menjadi pemateri yakni Pater Vikaris Jendral Keuskupan Atambau – Pater Vincentius Wun, SVD membawa materi tentang Ajaran Sosial Gereja, Ny. Lidwina Viviawaty Ng. Lay membawa materi tentang Peran seorang Ibu dalam Rumah tangga dan Berorganisasi, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Belu – Marius F. Loe, S.IP membawakan materi tentang Pedoman- pedoman dalam Berorganisasi.
Foto/Berita : Hengki Mao

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.