PLT. KADIS LINGKUNGAN HIDUP MENINJAU TPA LELOWAI

Facebookyoutubeinstagram
Dinas Kominfo Kab. Belu – Jumat (26/6), Pelaksana Tugas Kepala Dinas (Plt. Kadis) Lingkungan Hidup Kabupaten Belu – Johanes Andes Prihatin, SE., M.Si meninjau Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPA) yang terletak di Dusun Lelowai, Desa Derokfaturene, Kec. Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.
Dalam kunjungan ini, Plt. Kadis meninjau lokasi seluas sekitar 4,5 Ha tersebut dan melihat secara langsung proses penimbunan sampah yang sebagian besar berasal dari kota Atambua. Selain melakukan peninjauan dan mendengarkan langsung berbagai kendala yang dialami dalam proses pemusnahan sampah, Plt. Kadis juga memberikan motivasi kepada para petugas TPA yang selama ini telah melaksanakan tugas sebagai garda terakhir kebersihan kota Atambua.
“ Hari ini saya berkesempatan meninjau secara langsung proses pengelolaan dan pemusnahan sampah di TPA Lelowai. Sampah-sampah yang diangkut kesini sebagian besar berasal dari Kota Atambua, sebagian lagi dari Kecamatan Tasifeto Timur, Kakuluk Mesak dan Tasifeto Barat, dengan total volume per hari sekitar 100 M3 sampah yang dikirim kesini. Dengan luasan areal TPA ini, daya tampungnya masih sangat memungkinkan untuk sekitar 10 tahun kedepan. TPA ini menggunakan sistem sanitary landfill dimana pengelolaan pemusnahan sampah dilakukan dengan cara membuang dan menumpuk sampah pada cekungan tanah, kemudian sampah dipadatkan dan secara periodik ditimbun dengan tanah. Dengan sistem ini, residu pemusnahan berupa air ataupun gas dapat dikendalikan sehingga tidak berdampak pada lingkungan sekitar, malah dalam kurun waktu tertentu kedepannya bekas urukannya akan dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau atapun jenis konservasi lainnya,” ujarnya.
Selanjutnya Plt. Kadis yang juga adalah Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Belu ini menambahkan bahwa metode pengelolaan terbaik adalah pengurangan sampah yang dilakukan pada level domestik atau rumah tangga.
“ Sampah dari rumah tangga kita langsung pilah dan kurangi. Sampah-sampah yang masih bernilai ekonomis seperti kertas, plastik, botol dan sebagainya kan tidak harus dibawa ke TPA, karena masih bernilai ekonomis dan dengan pembinaan dari Pemerintah melalui program 3R dan bank sampah, misalnya, sampah-sampah domestik tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Disinilah pentingnya partisipasi mayarakat dalam pengelolaan sampah. Jadi masyarakat juga harus sadar bahwa penanganan sampah bukan semata-mata tanggungjawab Pemerintah, tetapi masyakat mempunyai andil disana,” tambahnya.
Dalam kunjungan ini Plt. Kadis juga didampingi oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Karlus H. Sikone, SE dan beberapa koordinator pengawas satuan tugas kebersihan.
Berita/Foto: Frans Leki & Okto Mali

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.