WABUP BELU IKUTI PENGANUGERAHAN PENGHARGAAN PEMENANG LOMBA INOVASI DAERAH DALAM TATANAN NORMAL BARU MELALUI TAYANGAN VIRTUAL

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Senin (22/6), Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan mengikuti acara Penganugerahan Pemenang Lomba Inovasi Daerah Dalam Tatanan Normal Baru melalui tayangan virtual di Ruang Kerja Wakil Bupati Belu.
Acara Penganugerahan Pemenang Lomba Inovasi Daerah Dalam Tatanan Normal Baru dengan Tema “Penyiapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19” ini merupakan inisiatif Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Covid-19, Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan.
Menteri Dalam Negeri RI – Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D melaporkan, Pandemi Covid-19 mengubah tatanan sosial dan ekonomi diseluruh dunia termasuk Indonesia dan merupakan permasalahan serius untuk ditangani secepatnya.
Tito mengatakan, tujuan dilaksanakan lomba inovasi daerah ini antara lain mendorong gerakan nasional untuk membuat dan melaksanakan Protokol Covid-19 dari, oleh, dan untuk daerah. Selain itu juga membuat kehidupan masyarakat yang produktif kembali, serta mendapatkan model protokol Covid-19 pada 7 sektor kehidupan di daerah.
“Ke tujuh sektor tersebut meliputi pasar tradisional, pasar modern, restoran, hotel, tempat wisata, transportasi publik dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Sedangkan untuk kriteria penilaiannya adalah kesesuaian Protokol Covid-19, aplikatif/replikasi, strong idea (kreativitas, kebaharuan), kerjasama (kolaborasi),” papar Tito Karnavian dihadapan para Kepala Daerah.
Tim penilai lomba inovasi daerah terdiri dari Kemendagri, Kemenkes, Kementerian Perdagangan, Kemenkeu, Kemenpar, Gugus Tugas Covid-19 dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan.
Lebih lanjut Tito mengatakan, lomba inovasi daerah ini diikuti 4 klaster yakni antar Provinsi, Kabupaten/Kota dan Kabupaten tertinggal/perbatasan. Karena itu, Pemda diminta untuk membuat video dengan durasi maksimal 2 menit yang menggambarkan protokol kesehatan dan simulasi di sektor yang dipertandingkan.
“Pembuatan video mempunyai ketentuan dengan simulasi riil new normal life di tempat objek yang dibuat pada 7 sektor di daerah masing-masing. Dalam pembuatan video Pemda bebas untuk ikut dalam lomba di sektor – sektor yang dipertandingkan, bahkan boleh mengirim video di semua sektor tersebut,” ungkap Tito.
Wakil Presiden Republik Indonesia – Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin dalam sambutannya mengatakan, inovasi menjadi sangat penting karena tatanan kehidupan kita di segala bidang kegiatan akan berubah drastis. Seluruh bidang kegiatan ekonomi akan dilaksanakan dengan cara – cara yang sama sekali berbeda sebelumnya dan untuk itu dibutuhkan inovasi dan kreativitas agar kehidupan ekonomi produktif tetap berjalan tetapi aman Covid-19.
“Saya sangat menghargai inisiatif Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat kesiapan daerah memasuki tatanan normal baru dalam mempersiapkan tatanan normal baru sudah tentu diperlukan reinovasi yang akan menjadi kunci keberhasilan suatu daerah mamasuki era produktif dan aman Covid-19,” ungkap Wapres.
Lebih lanjut Wapres mengatakan, berbagai inovasi yang dihasilkan lebih dari 2.517 inovasi disektor Pasar Tradisional, Pasar Modern, Restoran, Hotel, Pelayanan Terpadu Satu Atap, Tempat Wisata dan Transportasi Umum semua inovasi ini merupakan sumbangan bagi daerah dan sektor ekonomi lainnya untuk dapat segera menyiapkan tekanan normal baru produktif dan aman Covid-19.
“Terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri beserta jajarannya atas inisiatif menyelenggarakan acara ini,”ujar Wapres.
Untuk diketahui, pemenang Lomba Inovasi Daerah diberikan penghargaan berupa dana insentif dan piagam penghargaan.
Sektor Pasar Tradisional diraih Provinsi Bali, Kabupaten Banyumas, Kota Bogor, Kabupaten Lembata. Sektor Pasar Modern, diraih Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Aceh, Kota Bogor, Kabupaten Seram Bagian Barat. Sektor Restoran diraih Provinsi Lampung, Kabupaten Tenggareng, Kota Bogor, Kabupaten Sumba Barat Daya. Sektor Perhotelan diraih Provinsi Jambi, Kabupaten Tenggareng, Kota Pekan Baru, Kabupaten Sumba Barat Daya. Sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu diraih Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Tenggareng, Kota Bekasi, Kabupaten Nias. Sektor Wisata diraih Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Sektor Transportasi Umum diraih Provinsi Jawa Tengah, Kota Bengkulu, Kabupaten Jayawijaya.
Foto/Berita : Frans Leki & Okto Mali

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.