MISA PEMBUKAAN BULAN MARIA, ” UMAT BISA BERCERMIN DAN BELAJAR DARI BUNDA MARIA”

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – (Sabtu,02/05/20). Romo Kristianus Falo, Pr memimpin Perayaan Misa Pembukaan Bulan Maria secara online di Gua Maria Gereja Katedral Sta. Maria Immaculata Atambua, (Jumat, 01-05-20).
Dalam khotbahnya Romo Kristianus Falo, Pr mengajak umat sekalian untuk bercermin dan belajar dari Bunda Maria dalam membuka diri untuk menerima tanggung jawab dari Allah dalam menyelenggarakan keselamatan bagi umat manusia.
” Dengan adanya wabah Pandemi Covid -19 semua orang takut keluar rumah, takut bersentuhan, takut berdekatan, takut ke gereja bahkan takut untuk saling beraudiens, bahkan saling curiga dan mengklaim bahwa orang itu atau orang ini membawa virus, tidak hanya itu orang batuk dicurigai virus, badan panas dibilang virus, demam di bilang hati-hati jangan – jangan sudah terinfeksi Virus Corona, bahkan mati pun ditolak karena mereka tidak mau ambil resiko.
Sedih rasanya tapi itulah kenyataan yang kita alami karena Virus Covid-19 ini menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, bahkan ia sangat suka dengan kerumunan orang dan pada orang yang imun tubuhnya tidak stabil. Dalam situasi sekarang saat semua orang melawan Corona kita umat Katolik memasuki bulan Maria bulan penuh rahmat, pada bulan ini kita diberi kesempatan untuk berdoa, berdevosi bersama Bunda Maria.
Di tahun-tahun sebelumnya pada bulan Maria seperti ini kita mengadakan misa pembukaan di Gua Toro yang di dihadiri umat Paroki Katedral Sta. Maria Immaculata Atambua, berdoa Rosario dari rumah ke rumah bahkan mengadakan perarakan patung Bunda Maria mengunjungi lingkungan – lingkungan. Namun dalam situasi saat ini dengan adanya wabah Virus Covid-19 kita di minta untuk tetap berada dan berdoa di rumah masing-masing.
Dalam bacaan Injil hari ini kita mendengar ” Maria menerima kabar dari Malaikat Gabriel, Ia mau membuka hatinya kepada Allah, untuk dengan setia menjalani janji Tuhan, meski di katakan bahwa sebilah pedang akan menembus jiwanya sendiri, namun dengan segala kerendahan hati Bunda Maria menyimpan semua perkara itu didalam hatinya. Dalam bulan penuh rahmat ini kita diajak untuk berziarah bersama Bunda Maria, ini adalah kesempatan bagi kita untuk berdoa, bermenung dan berdevosi bersama Bunda Maria dan keluarga di rumah kita masing-masing.
Di bulan Maria ini kita juga di ingatkan untuk bercermin pada Bunda Maria dan belajar dari padanya bagaimana membuka hati, mengasihi, belajar tentang kesabaran, kesetiaan kepada Tuhan yang kita imani, kita juga belajar tentang peduli dan memahami kebutuhan orang lain apa lagi dalam situasi Pandemi Covid-19 ini.
Bunda Maria bukan Tuhan Allah, tetapi kedekatan Bunda Maria dengan Yesus Kristus Putranya menjadi jaminan bagi kita bahwa doa – doa kita bersama Bunda Maria akan dikabulkan oleh putranya sendiri yakni Tuhan kita Yesus Kristus. Kita tidak menyembah Bunda Maria, tetapi kita menghormatinya sebagai Bunda Tuhan yang dari awalnya telah ditentukan untuk mengandung dan melahirkan putra Allah.
Perayaan misa pembukaan bulan Maria secara online ini diikuti oleh umat Keuskupan Atambua melalui laman Facebook Komsos Keuskupan Atambua.
Foto/Berita: Hengki Mao

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.