PESAN USKUP ATAMBUA: “BERADA DI RUMAH DALAM MENGHAYATI MAKNA PERAYAAN PASKAH”

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Minggu, (12/04)Uskup Atambua – Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr memimpin Perayaan Misa Online Minggu Paskah di Paroki Katedral Sta. Maria Immaculata Atambua, Perayaan Misa Paskah tanpa umat bertemakan ” Yesus Bangkit Alleluya ” berlangsung tepat pukul 08.00 pagi Wita.
Uskup Keuskupan Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr usai perayaan misa Paskah menyampaikan penegasannya kepada umat Keuskupan Atambua untuk berada dirumah dalam menghayati makna kebangkitan Tuhan dan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona/ Covid-19 ini.
” Yang pertama saya ingin menegaskan perjuangan kita untuk hidup yang lebih selamat, hidup yang lebih terjaga, hidup yang lebih terjamin. Tahun ini menjadi tahun yang lebih berat karena sejarah akhir 2019 seluruh dunia dilanda wabah ganas yaitu virus Corona. Saya menghimbau sekali lagi dan berpesan kepada umat dengan sungguh-sungguh, bahwa tidak ada orang yang menjamin kehidupan kita dalam situasi yang sulit ini, setiap orang berjuang untuk menjamin keselamatan dirinya dalam arti mengikuti semua himbauan, semua petunjuk semua bentuk ketetapan yang dilakukan karena itulah yang bisa mengantar kita untuk memutus rantai penyebaran virus ini sekaligus menciptakan keselamatan untuk kita sendiri, keluarga kita dan masyarakat.
Lalu yang kedua marilah kita menjadikan perayaan kebangkitan Tuhan sebagai kesempatan atau momentum iman untuk kita bangkit bersama Tuhan, kita bangkit untuk hidup yang lebih tertata, masyarakat kita kalau bapak dan ibu sekalian membaca ada berbagai macam kekwatiran di seluruh dunia, masyarakat Indonesia dikwatirkan karena kehidupan yang tidak tertata dengan baik, disiplin kita lemah, ketaatan kita pada hukum lemah bahkan himbauan-himbauan yang disampaikan itu sepertinya hanya angin lalu.
Mari kita perhatikan karena semuanya penting bukan hanya karena untuk diri kita tetapi juga untuk masyarakat lebih luas. Kita menjadikan momentum perayaan Paskah ini sebagai kesempatan untuk membaharui kesadaran kita bahwa kita memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi, kita tentu tidak menghendaki agar orang-orang yang kita cintai mati dengan cara yang tidak wajar. Bertahan hidup adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada kita dan tidak akan tergantikan oleh karena itu dipeliharalah kehidupan itu supaya bertahan dan berkembang menjadi lebih baik didalam penyelenggaraan dan perlindungan Tuhan.
Yang ketiga, hari-hari selanjutnya kita akan mengikuti hari-hari dalam masa Paskah, kita mengharapkan semoga dengan perayaan ini dan disiplin kita yang kita bangun di dalam keluarga – keluarga dan masyarakat, virus ini akan cepat berlalu supaya membantu kita agar kita bisa kembali beraktifitas, dengan tidak adanya aktivitas seakan – akan banyak produktivitas dan kreativitas yang ada dalam diri kita menjadi tidak berkembang. Mari kita usahakan dengan doa-doa kita supaya virus ini cepat lewat dan berlalu sehingga kita bisa kembali menata hidup kita.
Dan saya minta marilah kita berjuang lebih keras, kita ini biasanya santai biasanya hidup aman – aman, merasa nyaman di dalam keluarga tidak melakukan sesuatu dan lebih banyak duduk dan menuntut lebih banyak, mari kita berjuang supaya kita memberikan sumbangsih kita untuk kemajuan masyarakat. Kita orang-orang Kristen dipanggil untuk memberikan ragi kehidupan, cahaya kehidupan, garam kehidupan, supaya dunia bisa berubah, mari kita jalankan tugas misi dari Tuhan ini, semoga Tuhan menyertai kita, seperti yang dikatakan-Nya, “Aku akan beserta kamu sampai akhir jaman”, kita yakin Tuhan menyertai kita dalam setiap hidup kita dan kita serahkan hidup kita dalam perlindungan-Nya semoga anda sekalian selamat sentosa di dalam Tuhan, selamat merayakan Paskah, Tuhan memberkati.
Usai perayaan Misa Minggu Paskah, Tim Komsos Keuskupan Atambua membagikan air berkat kepada umat Katholik di seputaran Paroki Katedral Sta. Maria Immaculata Atambua.
Berita/Foto: Hengki Mao

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.