MISA KAMIS PUTIH TANPA UMAT, USKUP ATAMBUA MINTA UMAT BERDIAM DIRI DI RUMAH SAMBIL BERDOA

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Jumat ( 10/04) Uskup Atambua – Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr memimpin perayaan misa Kamis Putih tanpa umat di Paroki Katedral Santa Maria Immaculata Atambua, Kamis (9/4/2020).
Uskup Keuskupan Atambua – Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr memimpin perayaan misa Kamis Putih, menegaskan kepada seluruh umat Keuskupan Atambua untuk berdiam diri di rumah dan menghayati makna perayaan Ekaristi dalam hidup sehari-hari.
” Pada hari Kamis Putih ini saya Uskup Atambua merayakan ekaristi secara live streaming atau online di Gereja Katedral Sta. Maria Immaculata Atambua, saya menegaskan kepada seluruh umat Keuskupan Atambua untuk menghayati makna hidup ekaristi di mana Kristus Tuhan hadir bagi kita secara sakramental, secara simbolis melalui tanda yaitu sakramen ekaristi, tabernakel yang merupakan perpanjangan dari altar Tuhan dan altar yang dibuat secara langsung dari salib Tuhan dalam sumber kehidupan orang Kristiani, itulah kekuatan Tuhan yang senantiasa hadir dalam hidup kita.
Tuhan tidak hadir secara fisik, Tuhan tidak hadir secara manusiawi lagi tetapi dia hadir melalui karya perayaan ekaristi dalam tubuh dan darahnya yang di konseklir, diserahkan pada malam perjamuan terakhir. Dan Tuhan menyerahkan tugas untuk melanjutkan itu kepada gereja melalui pelayanan para Uskup sebagai kolegium para Uskup bersama dengan Paus di Roma dan pada tingkat yang lebih rendah dipercayakan kepada para imam yang membantu para Uskup untuk pelayanan umat, itulah kekuatan gereja yang senantiasa hadir yang berkonsentrasi pada perayaan Ekaristi.
Sementara itu, merebaknya pandemi Covid – 19, Uskup Atambua menegaskan sekali lagi kepada umat Katolik mari kita belajar untuk sungguh-sungguh mengurung diri di rumah dengan tahu dan sadar. Di Indonesia kasus kematian sampai dengan sore hari ini sekitar 297 orang dan masih ditemukan kasus-kasus kematian yang dikatakan kasus transmisi lokal artinya orang yang menyebarkan virus ini tidak diketahui, kita tidak pernah tahu mungkin virus ini datang dari keluarga kita dari mereka yang kita jumpai di tetangga dari mereka yang ada disamping kita, namun kita sendiri tidak mengetahuinya.
Dikatakannya, Virus Corona ini mampu secara cepat beradaptasi dan mampu secara cepat menyebar dari orang ke orang maka kita dihimbau untuk menjaga jarak untuk tidak melakukan pertemuan-pertemuan yang tidak perlu seperti tadi saya sampaikan mari kita menggunakan kesempatan kita berdiam diri di rumah supaya kita berdoa bersama Tuhan, kita membangun kekuatan keluarga kita didalam Tuhan karena ternyata dalam pastoral kita yang paling lemah itu adalah kehidupan iman dalam keluarga generasi muda tidak mendapatkan pendidikan yang baik, kehidupan ekonomi morat-marit, pekerjaan tidak diurus dengan baik, maka dari itu mari kita meminta kepada Tuhan untuk memberikan kita kekuatan baru supaya kita kembali membangun kehidupan keluarga kita sungguh-sungguh di dalam kekuatan Tuhan.
Dan yang kedua saya mengajak kita sebagai orang Katolik mari kita mentaati aturan yang dibuat oleh pemerintah dalam hal ini kita sudah membantu menyelamatkan nyawa banyak orang. Orang Katolik yang menyelamatkan nyawa manusia itu adalah orang yang mempunyai keutamaan yang memiliki pahala besar untuk masuk ke dalam surga, sedangkan orang yang dalam kecerobohannya dalam ketidak hati-hatiannya atau dalam kebodohannya menjadi sumber penyebaran kesulitan untuk banyak orang, dia menjadi sumber masalah dan orang yang bermasalah tidak berkenan kepada Tuhan.
Mari kita camkan ini di dalam rahmat Tuhan supaya hidup kita sungguh-sungguh menjadi berkat untuk banyak orang. Saya berpesan kepada bapak dan ibu serta anak-anakku sekalian di rumah, mari kita belajar menjadi orang-orang yang rendah hati yang taat oleh karena ketaatan itu adalah suci di hadapan Tuhan, oleh karena melalui ketaatan kita memperoleh jalan masuk menuju kepada keselamatan. Selamat merayakan paska Tuhan pada malam hari ini, Tuhan hadir bagi kita melalui ekaristi walaupun bapak dan ibu dirumah masing-masing merayakannya melalui apa yang dinamakan kehadiran tidak perlu dan hanya melalui kerinduan namun Tuhan mengunjungi hati kita yang paling dalam Tuhan hadir disana berjumpahlah dengan Dia melalui doa-doa kita.
Usai perayaan misa Kamis Putih, Pastor Paroki bersama Tim Komsos Keuskupan Atambua berarak memberikan berkat Sakramen Maha Kudus kepada umat yang mengikuti perayaan misa Kamis Putih dari rumah masing-masing.
Berita/Foto: Hengki Mao & Andi Luan

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.