PEMKAB BELU FOKUS PENANGANAN DAMPAK COVID-19

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Senin (06/4), Pemerintah Kabupaten Belu fokus pada penanganan COVID-19 pada dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial, sesuai penegasan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI ada dua model yang digunakan yakni model hibah dan bansos yang berbasis pada usulan yang tegas dalam rangka penanganan dampak COVID -19, hal ini disampaikan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Belu – Drs. Marsel Mau Meta pada jumpa pers bersama wartawan media cetak dan elektronik di Ruang Media Center Penanganan Covid-19.
Lanjut Plt. Sekda, untuk bidang kesehatan sudah disediakan anggaran sebesar 15 Milyar 156 juta lebih yang disiapkan untuk empat OPD yakni Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Badan Penangulangan Bencana Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belu.
‘’ Kita masih punya pekerjaan lanjutan untuk bagaimana menyiapkan anggaran untuk mereka yang secara ekonomi terdampak ekonomi akibat COVID-19 dan jaring pengaman sosial, BPKAD dan BP4D sementara bekerja melakukan relokasi dan refocusing anggaran yang sudah ditetapkan dalam APBD, kita berharap mendapat sejumlah anggaran tertentu sehingga bisa dapat dipergunakan untuk menangani dampak dari COVID-19,’’ kata PLT Sekda.
Dikatakan Ketua Pelaksana gugus tugas sesuai arahan Dirjen Bina Keuangan Daerah, kami akan merelokasi dan refocusing anggaran dan hasilnya akan diberitahukan kepada pimpinan DPRD untuk ditampung dalam Perda Perubahan APBD apabila PERDA perubahan APBD tidak terjadi maka hasil dari relokasi dan refocusing ini akan ditampung dalam laporan realisasi anggaran Tahun 2020 yang akan disusun laporan keuangan.
Lebih jauh PLT menyampaikan sesuai surat edaran Gubernur NTT Pemerintah Daerah diminta untuk menyediakan anggaran bagi masyarakat untuk dampak COVID-19 sekitar 10 milyar lebih, tetapi untuk Kabupaten Belu Pemerintah akan menyiapkan lebih, hasil relokasi dan refocusing ditampung dalam belanja tidak terduga, OPD yang akan menggunakan aggaran dengan mengajukan RAB selanjutnya di Verifikasi paling lambat satu kali 24 jam uang sudah bergeser pada OPD yang membutuhkan.
‘’ Kita tida bisa mengabaikan mereka yang terdampak COVID-19 yang ada didesa maupun di kota, kita mencurahkan segala pikiran dan tenaga untuk tiga hal yakni kesehatan, dampak ekonomi dan menyiapkan jaring pengaman sosial,’’ tegas Plt Sekda.
Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu selaku Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Belu – Johanes Andes Prihatin, SE., M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu – Dr. Joice Manek, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu selaku Juru Bicara Gugus Tugas – Christoforus M. Loe Mau, SE.
Berita/foto: Ria Mauk, Norci Man & Andi Luan

 

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.