PEMDA BELU GELAR JUMPA PERS BICARAKAN PENANGANAN COVID-19 DIKABUPATEN BELU

Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU–Selasa (31/03), Meskipun sampai dengan saat ini Kabupaten Belu masih bersih dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun penderita positif Covid-19 akibat terserang Virus Corona namun Pemerintah terus berupaya untuk melakukan berbagai hal sebagai upaya preventif untuk mencegah berkembangnya virus berbahaya ini.
Berbagai upaya tindakan telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Belu bersama jajaran Forkompinda Kabupaten Belu antara lain Penyemprotan disinfektan, memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap berada dirumah, pemasangan tempat cuci tangan difasilitas umum, pemasangan spanduk, baliho, pamflet untuk mengedukasi masyarakat agar hidup bersih dan sehat serta menghindari keramaian terus dilakukan dari hari kehari.
Untuk menyampaikan perkembangan penanganan terhadap penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona tersebut, PemKab Belu menggelar jumpa pers bersama jajaran Forkompinda Kabupaten Belu yang dihadiri para wartawan baik media cetak, media elektronik maupun media online yang berlangsung di Posko Media Center Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Selasa (31/03).
Posko Media Center yang bertempat di lantai II Dinas Kesehatan Kabupaten Belu ini dibentuk untuk mempermudah para kuli tinta mendapatkan akses informasi tentang perkembangan Virus Corona dan tindakan apa saja yang telah dan akan dilakukan Pemkab Belu bersama jajaran Forkompinda Belu dalam menangkal virus yang telah merengut puluhan ribu nyawa umat manusia didunia ini.
” Pagi tadi bersama Gubernur dan Walikota serta Bupati se Nusa Tenggara Timur kita telah melakukan Video Conference (Vidcom) untuk mengetahui sejauh mana tindakan yang telah diambil oleh Pemerintah Kabupaten Belu bersama jajaran Forkompinda dalam mencegah meluasnya Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Belu, dan apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona,” ujar Bupati Belu Willybrodus Lay.
Menurut Bupati Belu, untuk persiapan penanganan Virus Corona ini Pemda Belu telah menyiapkan anggaran sebesar 15 milyar dengan menggeser beberapa pos mata anggaran sesuai petunjuk Pemerintah Pusat, demikian juga dana desa sesuai arahan dari Presiden lewat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bahwa dana desa harus dipergunakan lebih banyak untuk penanganan Covid-19 yakni pemberdayaan masyarakat di desa.
Lebih lanjut Bupati Willy katakan, saat ini Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu telah terbentuk dan sudah melakukan berbagai tindakan antisipatif. Langkah awal yang di buat oleh Pemerintah Kabupaten Belu dan seluruh Forkompinda yang tergabung dalam gugus tugas dalam menangani pencegahan penyebaran Virus Covid-19 yakni mendata semua fasilitas dan sumber daya yang dimiliki Kabupaten Belu.
“ Sebagai salah satu Rumah Sakit rujukan RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua terus melakukan pembenahan, salah satunya adalah dengan membangun ruang isolasi dikompleks RSUD Gabriel Manek Atambua. Ruang Isolasi ini sudah hampir rampung,” Tandas Bupati Willy.
Ruang Isolasi ini lanjut Bupati Willy dilengkapi dengan 11 tempat tidur pasien. Selain Ruang Isolasi ini Pemerintah Kabupaten Belu juga menyiapkan ruang isolasi lainnya dipelabuhan Atapupu yakni di sebuah Gedung milik KKP dengan kapasitas 20 tempat tidur sehingga total keseluruhan ada 31 tempat tidur.
Bupati Belu juga merincikan adanya berbagai sarana pendukung lainnya seperti Alat Pelindung Diri (APD) yang merupakan bantuan dari Provinsi sebanyak 12 unit. Selain itu juga tersedia 60 dos masker yang masing-masing dos berisi 50 buah, dan tambahan 40 dos masker sedang dipesan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Belu.
Selain peralatan tersebut pihak RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD juga telah memesan APD sebanyak 200 buah yang saat ini sementara dalam perjalanan, ada juga dua unit pentilator, namun dilihat dari persediaan 30 tempat tidur pentilator ini tidak cukup. Untuk itu pihak rumah sakit sudah memesan tambahan 6 unit pentilator dan untuk oksigen sementara masih cukup.
Terkait jumlah ODP di Kabupaten Belu hingga saat ini ungkap Bupati Belu sampai dengan tanggal 30 Maret 2020 tercatat 24 orang ditetapkan sebagai ODP, dengan rincian di Kecamatan kota 4 orang, Kecamatan Atambua Barat 4 orang, Kecamatan Atambua Selatan 4 orang, kecamatan Lasiolat 1 orang, kecamatan Tastim 3 orang, kecamatan Kakuluk Mesak 2 orang, Kecamatan Tasifeto Barat 5 orang, kecamatan Nanaetdubesi tidak ada, Kecamatan Raimanuk 1 orang. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga saat ini Kabupaten Belu masih kosong.
Hal lain yang disampaikan Bupati Belu dalam jumpa pers tersebut adalah kondisi Pos Lintas Batas Motaain, yang menurut Bupati Willy Pintu perlintasan tersebut belum ditutup dengan layanan terbatas yakni dari jam 09.00 pagi hingga jam 11.00 siang.
“ Untuk penutupan pos lintas batas Pemerintah Kabupaten Belu tidak punya wewenang maka dari itu kita menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat,” tandasnya.
Bupati Belu juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Belu terutama bagi para pemuda agar menjauhi diri dari keramaian, menjaga kesehatan demi kebaikan kita semua baik dalam keluarga maupun didalam masyarakat dengan tidak membawa virus ditengah-tengah mereka dengan cara tetap berada didalam rumah.
Bupati juga mengingatkan agar masyarakat tidak panik sebab untuk kebutuhan masyarakat seperti beras sesuai pantauan Minggu lalu di Bulog Atapupu stok beras untuk 5 atau 6 bulan kedepan masih sangat cukup.
Sementara itu Dandim 1605/Belu – Letkol Inf.Ari Dwi Nugroho mengatakan dengan adanya gugus tugas yang telah di bentuk di Kabupaten Belu semoga dari berbagai stekholder dapat bekerja dengan baik dalam mencegah Covid-19.
“ Kita harus serius dalam penanganan Covid-19 ini sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga efektif, kami dari TNI akan melaksanakan pendataan, pengawasan kepada pelaku perjalanan yang baru masuk ke wilayah Kabupaten Belu ataupun yang sudah ditetapkan sebagai ODP dan yang secara mandiri sudah mengisolasi diri namun mereka itu harus dipantau oleh karena dapat membahayakan bagi yang lainnya ” ungkapnya.
Dandim juga menghimbau kepada para lurah, Kepala Desa, RT/RW dan masyarakat agar tempat-tempat seperti Biliar harus ditutup.
” Saya menghimbau kepada para Lurah, Kepala Desa, RT/RW demi keselamatan kita bersama segera menutup tempat-tempat hiburan seperti Biliar untuk menghindari orang-orang berkumpul agar dapat mencegah terjangkitnya virus Corona ini, kami akan bekerja sama dengan pihak Polres Belu dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belu untuk berpatroli dalam waktu 1 × 24 jam untuk membubarkan kerumunan orang,” ungkapnya”
Pada kesempatan yang sama Kapolres Belu – AKBP Cliffry S. Lapian, S.I.K mengungkapkan hari ini secara serentak di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melakukan penyemprotan tempat – tempat di mana banyak masyarakat yang beraktivitas seperti tempat ibadah, pasar dan tempat keramaian lainnya.
Kapolres juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk mematuhi himbauan yang di sampaikan oleh Pemerintah dan kalau tidak diindahkan maka akan di tindak tegas dan di proses sesuai hukum yang berlaku.
Foto/Berita: Hengki Mao, Ria Mauk, Rio Bele Bau
Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.