USKUP ATAMBUA PIMPIN MISA MINGGU KE V PRA PASKAH TANPA UMAT

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Minggu (29/3), Uskup Atambua – Mgr. Dr Dominikus Saku, PR memimpin perayaan misa minggu ke V Prapaskah di Gereja Katedral Santa Maria Immaculata Atambua. Perayaan misa tanpa umat ini di mulai tepat pukul 08.00 wita.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk, orang berdiri dan anak

Uskup Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, PR, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kerjasama dan partisipasinya dalam menyukseskan perayaan misa minggu prapaskah ke V secara online, sehingga perayaan misa ini dapat berjalan dengan baik.

“Saya mewakili umat Keuskupan Atambua mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama, Kominfo Belu, Humas Protokol & Komunikasi Pimpinan Setda Belu, MNC Group, TVRI, RRI Atambua, Komsos Keuskupan Atambua, yang telah bekerjasama sehingga perayaan misa online pada minggu prapaskah ke V ini dapat berjalan dengan baik.

Hal pertama yang saya rasakan ketika memasuki halaman Katedral ini adalah perasaan kosong, biasanya pada minggu-minggu sebelumnya saya sering menjumpai banyak umat, namun yang terjadi akhir-akhir ini umat tidak ada, oleh karena keadaan yang membuat kondisi seperti ini terjadi. Saya sangat terharu karena umat kita dalam kesadarannya mereka rindu untuk mengikuti perayaan ekaristi dan berada didalam rumah Tuhan sehingga pada hari minggu prapaskah ke V ini umat dapat mengikuti perayaan misa secara online.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Saya menghimbau dan mengajak kepada seluruh umat Keuskupan Atambua yang tidak sempat mengikuti perayaan misa online karena keterbatasan, mari masing-masing kita berdoa dengan tekun dirumah dan saya mengucapkan terima kasih dan selamat bertekun dalam iman. Mari kita semua menahan diri untuk kebaikan yang lebih besar demi keselamatan banyak orang. Dalam iman kita diajarkan (Salus hominum suprema Lex) keselamatan manusia adalah hukum tertinggi yang menjadi pedoman untuk kita.

Kita seakan-akan dikurung di rumah dan banyak orang merasakan bahwa dipenjarakan di rumah dibatasi ruang geraknya, tetapi itu untuk kebaikan kita semua. Seluruh umat harus mentaati, menerima untuk mengikuti keputusan pemerintah.

Pada minggu-minggu terakhir ini kita satu dalam doa untuk banyak hal, yang pertama untuk korban yang sesuai data dari Italia 20.000-an orang telah meninggal dunia, ini bukanlah kematian biasa ini merupakan tragedi yang menimpa umat manusia dibumi ini maka dari itu marilah kita mendoakan semua itu, kita berdoa bersama para ahli yang berjuang untuk menemukan harapan ditengah-tengah ancaman ini agar ke depannya wabah virus ini cepat berlalu.

Gambar mungkin berisi: 7 orang, orang berdiri dan dalam ruangan

Kita bersama mempersatukan diri bersama Bapak Paus di Roma yang juga memberkati kita dua hari yang lalu memberikan absolusi sekaligus indulgensi. Untuk mereka yang mengikuti kita bersyukur atas rahmat yang Tuhan berikan kepada kita dan mari kita terus memanjatkan doa kepada Allah disurga untuk mereka yang sudah meninggal akibat wabah virus ini dan juga bagi mereka yang sakit yang sementara ini dirawat dirumah sakit.

Ada banyak ketakutan, kecemasan maka dari itu marilah kita berdoa semoga Tuhan dengan caranya sendiri meneguhkan mereka, juga kita berdoa untuk pemerintah dari berbagai negara untuk penelitian-penelitian, yang bekerja keras untuk mengatasi wabah virus ini dan secara khusus kita berdoa bagi para dokter perawat dan petugas kesehatan supaya mereka dikuatkan oleh Tuhan karena merekalah yang berada digarda terdepan untuk mengatasi wabah virus ini, semoga mereka semua selamat sentosa tidak terjangkit dan mereka dibantu dengan segala yang perlu sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, kita juga berdoa bagi saudara-saudara kita yang berstatus ODP dan PDP agar mereka yang datang dari luar terutama dari negara-negara tetangga supaya mereka sungguh-sungguh menjaga dirinya agar tidak ada satupun yang tertular dan beresiko besar untuk menular yang lain, karena kalau satu orang sudah tertular maka penyebarannya akan sangat cepat. Saya ajak kita semua agar kita sadar dengan tugas sosial dan tanggung jawab ini supaya kita sungguh-sungguh masuk dalam perjuangan untuk memutus rantai penyebaran virus ini. Dan yang terakhir saya mengajak kita semua dalam minggu-minggu berikut kita masih berada dalam suasana karantina mari kita terus berdoa supaya kita tetap diberi keselamatan untuk mengikuti perayaan ekaristi dengan baik lewat misa online seperti ini.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

Mari kita terus berdoa supaya kita tetap diberi kesehatan untuk mengikuti perayaan ekaristi dengan rendah hati sambil berdoa dirumah masing-masing. Ajak Bapak Uskup Atambua.

Perayaan misa online ini diikuti oleh umat Keuskupan Atambua lewat radio RRI Atambua dan Media Facebook Komsos Keuskupan Atambua.

Foto/Berita: Hengki Mao, Sipri Luma & Rio BB

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.