RAKOR PENANGANAN COVID 19 PEMDA BELU BENTUK 10 POSKO DI BATAS WILAYAH

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU- Jumat (27/03), Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan memimpin Rapat Koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease ( Covid 19 ) Kabupaten Belu, bertempat di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Belu.

Rapat Koordinasi ini dilakukan agar setiap petugas dapat bekerja serius, cepat dan tepat sesuai tugas dan fungsi masing – masing dalam upaya penanganan Corona Virus Disease (Covid 19) yang mewabah secara global saat ini. Upaya penanganan Covid 19 di Kabupaten Belu dilakukan secara komprehensif dan bersinergi dengan melibatkan seluruh OPD terkait, unsur TNI, Polri dan Instansi Vertikal, para Camat, Lurah, para Kepala Desa/Lurah hingga RT/RW.

Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan, mengatakan rapat hari ini sebagai tindaklanjut pembentukan Gugus Tugas Penanganan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 19 (Covid 19) guna meminimalisir masuknya orang terdampak Corona Virus di Kabupaten Belu. Upaya Pemerintah Kabupaten Belu secara fisik juga telah menyediakan ruang isolasi bagi penderita Covid 19 di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua yang dapat digunakan mulai hari Senin mendatang. Selain ruang Isolasi RSUD Atambua, telah disetujui penggunaan gedung Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Haliwen dapat dialihfungsikan sebagai ruang isolasi.

Wakil Bupati menambahkan, TNI-POLRI dan Satpol PP harus mengambil tindakan tegas apabila melihat kerumunan orang dan/atau media/tempat-tempat yang dapat menimbulkan berkumpulnya orang banyak harus di bubarkan secara paksa dengan cara apapun.

Plt. Sekda Belu – Drs. Marsel Mau Meta dalam arahannya mengatakan pemerintah seyogyanya memberikan apresiasi bagi jajaran yang sudah menyediakan tempat-tempat cuci tangan di area-area tertentu dan ini merupakan satu langkah maju dengan tingkat kesadaran yang timbul untuk bagaimana caranya kita bisa memagari diri kita, sehingga di Kabupaten Belu ini cukup hanya sampai fase ODP. Karena beban tugas penanganan Covid 19, kita tidak bisa meletakkan di pundak orang-orang kesehatan saja. Tetapi kita semua harus bergerak bersama-sama untuk mencegah penyebaran virus ini. Dengan harapan agar Gugus Tugas yang sudah dibentuk semua harus bekerja secara serius, cepat dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Dandim 1605 Belu selaku Pengarah dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid 19) tingkat Kabupaten Belu, menambahkan anggota Gugus Tugas harus bekerja serius, cepat, tepat dan terkoordinir. Sebagai anggota Gugus Tugas, kita jangan malu dan perlu belajar meniru keberhasilan gugus tugas tempat lain yang mampu menangani penyebaran corona virus secara cepat. Alangkah lebih baik pada situasi seperti ini kita serius melaksanakan tugas dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk penanganan corona virus di Kabupaten Belu.

Dalam rapat koordinasi gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Belu telah dibentuk 10 Posko di batas wilayah yakni Pelabuhan Atapupu, Pos Motadik Ainiba, PLBN Silawan, Pos Turiskain Haekesak, Pos Seroja Halilulik, Pos Polindes Teun, Bandara Haliwen, Pos Batas Lakmaras, Pos Batas Laktutus, Pos Batas Dilumil. Di setiap Posko yang sudah di tentukan akan melibatkan Tenaga Kesehatan, TNI-POLRI, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan melibatkan Pimpinan wilayah setempat. Tugas utama yang perlu dilakukan petugas posko adalah mendata masyarakat yang baru masuk dari luar Kabupaten dengan menggunakan format pemantauan, melaporkan hasil pemantauan setiap hari ke posko Kabupaten untuk diteruskan ke pimpinan wilayah serta membagikan protokol isolasi mandiri.
.
.
Berita/Foto: Auxiladora, Eli Mali & Andi Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.