SIDAK KE RSUD MGR. GABRIEL MANEK SVD, BUPATI MINTA MASYARAKAT TIDAK MENAHAN PASIEN DBD DIRUMAH

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Kamis (12/03), Jumlah Pasien yang meninggal dunia akibat DBD di Kabupaten Belu semakin bertambah. Untuk itu, Bupati Belu – Willybros Lay, SH meminta kepada keluarga pasien untuk tidak menahan pasien yang positif mengidap Virus DBD dirumah. Selain itu, masyarakat Kabupaten Belu diminta untuk segera memiliki Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) dan Asuransi Kesehatan (ASKES) tanpa harus memikirkan biaya perawatan, karena Pemerintah Kabupaten Belu siap membantu masyarakat.
Permintaan ini disampaikan Bupati Willy Lay saat melakukan Sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD.

Bupati Willy Lay menambahkan, dalam situasi sulit seperti saat ini dimana Kabupaten Belu lagi mewabah Virus DBD, keluarga yang tidak mampu diminta untuk membuat keterangan tidak mampu baik di Desa maupun Kelurahan untuk proses perawatan di rumah sakit. Apabila Surat Keterangan Tidak Mampu tidak ada, pihak Rumah Sakit Atambua melayani dengan baik dan pemerintah siap membantu masyarakat Kabupaten Belu dalam urusan pembiayaan.

Bupati Belu juga menghimbau kepada Rumah Sakit dan seluruh Puskemas yang ada di Kabupaten Belu untuk terus melayani masyarakat yang kurang mampu dan kepada kepala Desa dan Lurah di Kabupaten Belu dihimbau untuk tidak mempersulit urusan surat tidak mampu yang dibuat oleh masyarakat Kabupaten Belu.

‘’Kalau dari Desa dan Lurah mempersulit bisa melaporkan ke Bupati,’’ tegasnya.

Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD – dr. Bathseba E. Corputty, MARS mengatakan, pasien DBD yang dirawat sampai saat ini berjumlah 83 orang, dengan rincian anak-anak 64 orang, dewasa 19 orang. Jadi, total keseluruhan pasien yang di rawat di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua sebanyak 272 dengan rincian 233 orang asal Kabupaten Belu, 35 orang asal Kabupaten Timor Tengah Utara dan 4 orang asal Kabupaten Malaka.

Dr. Bathseba menambahkan, hingga saat
ini total pasien yang meninggal dunia akibat DBD sebanyak 4 orang yang berasal dari Kabupaten Belu.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu – Dr. Joice Manek, MPH menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memberantas virus DBD, salah satunya dengan melakukan pertemuan bersama para Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk membahas tentang langkah-langkah pemberantasan nyamuk Demam Berdarah melalui 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur) yakni, menguras penampung air seminggu sekali, tutup penampung air dan mengubur kaleng, botol-botol bekas dan ketika tidur menggunakan kelambu.

Foto/berita: Mercy Aton, Bene Luan & Rio Bele Bau

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.