UPAYA PENURUNAN ANGKA STUNTING DINKES BELU GELAR PENYUSUNAN RENCANA KEGIATAN PENANGULANGAN STUNTING TAHUN 2021

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Senin (09/03), Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Belu melakukan penyusunan rencana kegiatan penanggulangan stunting tahun 2021 dan review kinerja tahunan percepatan penurunan stuting tahun 2019. Kegiatan ini dibuka secara resmi Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan.

Penyusunan rencana kegiatan merupakan tindak lanjut pemerintah kabupaten/kota dalam merealisasikan hasil rekomendasi dari anlisis situasi (Aksi 1) rencana ini berisikan program dan kegiatan OPD untuk meningkatkan cakupan layanan intervensi terintegrasi oleh kabupaten/kota dan desa pada tahun berjalan atau satu tahun mendatang sedangkan review kinerja tahunan merupakan kegiatan review oleh pemerintah kabupaten/kota terhadap pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting selama ssatu tahun terahkir.

Wakil Bupati Belu dalam sambutanya mengatakan penurunan stunting perlu dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal sehingga beresiko terhadap penurunan produktivitas pada saat dewasa, lebih rentan terhadap penyakit serta berisiko lebih tinggi menderita penyakit kronis dimasa dewasa.

Lebih lanjut Wabup menjelaskan pencegahan stunting dilakukan melalui dua intervensi yaitu intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi, intervensi gizi spesifik merupakan intervensi yang di tujukan kepada anak pada seribu hari pertama kehidupan yang berkontribusi pada 30% penurunan stunting sedangkan kerangka kegiatan intervensi gizi spesifik umumnya dilakukan pada sektor kesehatan intervensi ini bersifat jangka pendek dimana hasilnya dapat dicatat dalam waktu relatif pendek.

Wabup menekankan mempersiapkan generasi emas 2045 bukan hal mudah, stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak dibawah usia lima tahun, kondisi ini harus segera dituntaskan karena akan menghambat momentum generasi emas indonesia tahun 2045, diperlukan kerjasama semua pihak untuk bersama-sama bekerja mencegah dan menangulangi permasalahan stunting di Kabupaten Belu demi tercapainya generasi penerus Belu yang sehat dan berkualitas.

Narasumber pada kegiatan ini Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri – Rima Yuliantari Suharin, Consultan Konvergensi Stunting untuk Provinsi NTT – Ahmad Karno Djaba, Bappelitbangda Provinsi NTT – Vince Bimas Panggula.

Berita/Foto : Ria Mauk & Dion Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.