RAPAT KOORDINASI PENANGANAN KASUS DBD DI KABUPATEN BELU

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Jumat (06/03), Kasus merebaknya Demam Berdarah Dengue ( DBD ) di Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk Kabupaten Belu membutuhkan penanganan serius, cepat dan tepat yang membutuhkan keterlibatan seluruh unsur terkait, baik pemerintah daerah, TNI, Polri maupun masyarakat pada umumnya. Untuk penanganan mewabahnya DBD Pemerintah Kabupaten Belu melakukan Rapat Koordinasi bersama unsur terkait bertempat di Gedung Wanita Betelalenok Atambua.

Rapat Koordinasi Penanganan DBD dibuka oleh Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu – Dr. Joice M. M. Manek, MPH bersama para Perwira yang mewakili Dandim 1605/Belu, Danyonif Raider 744/SYB dan Dansatgas Pamtas RI-RDTL serta dihadiri unsur Pimpinan OPD se-Kab. Belu, para Camat, para Kepala Desa/ Lurah dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Belu.

Dalam pemaparan umum yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu – Dr. Joice M. M. Manek, MPH terkait Situasi Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ) di Kabupaten Belu mengemukakan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi peningkatan dan penyebaran DBD adalah sanitasi lingkungan dan perumahan yang masih rendah dalam hal Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), faktor lainnya adanya mobilisasi penduduk, keadaan iklim yang tidak menentu yang berpengaruh terhadap perkembangbiakan nyamuk demam berdarah serta belum adanya sinergitas antara stakeholder dalam penanggulangan mewabahnya kasus DBD di Kabupaten Belu.

Berbagai upaya yang telah dilakukan Dinas Kesehatan bersama jajarannya adalah melakukan surveilens aktif, pengobatan dan perawatan DBD, pemberantasan vektor berupa foging fokus dan abetesasi, melakukan penyuluhan melalui penyeberluasan informasi baik media massa dan media elektronik, melakukan siaran keliling oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan serta melibatkan seluruh unsur terkait tentang kewaspadaan dini menghadapi kasus berpotensi wabah dengan pola PSN 3M Plus (Menguras, Menutup dan Mengubur Plus menggunakan kelambu, obat anti nyamuk/lotion maupun menanam tanaman yang ditakuti nyamuk seperti tanaman sereh dan tanaman lavender.

Sedangkan upaya penanganan pasien DBD di Kabupaten Belu berjumlah 250 orang yang tersebar di beberapa Kecamatan se-Kabupaten Belu. Sampai saat ini pasien yang di rawat di RSUD Atambua sebanyak 41 orang dan RS Sito Husada sebanyak 21 orang dengan 2 korban meninggal dunia, demikian data yang disampaikan Kadis Kesehatan Kab. Belu – Dr. Joice M. M. Manek, MPH.

Sebagai upaya tindak lanjut dilakukan pembagian tim kerja pembersihan lingkungan yang melibatkan semua OPD, unsur TNI, aparat kecamatan, desa/kelurahan serta semua Puskesmas yang akan beraksi mulai hari Sabtu, tanggal 7 Maret 2020 sampai 7 hari ke depan dan selanjutnya akan dievaluasi kembali. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi mewabahnya kasus DBD yang terjadi saat ini.

Berita/Foto : Eli M & Andy Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.