WABUP BELU SIDAK KE RSUD MGR. GABRIEL MANEK ATAMBUA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMNFO KAB. BELU—Rabu (04/3), Wakil Bupati Belu di dampingi Plt Sekda Belu Drs. Marsel Mau Meta melihat secara dekat pasien demam berdarah rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Mgr. Gabriel Manek Atambua.

Kasus demam berdarah yang terjadi di Kabupaten Belu selama kurun waktu dua bulan terahkir ini menarik banyak perhatian dari semua pihak tidak terkecuali Pemerintah Kabupaten Belu, untuk melihat perkembangan terkini dari kondisi pasien dan ruangan tempat pasien dirawat,  Wakil Bupati Belu melakukan sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah Mgr Gabriel Manek SVD.

Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan menyampaikan kepada dinas kesehatan untuk melakukan langkah pencegahan dan penangulangan seperti Fogging, pemberian bubuk abate kepada masyarakat melalui para camat, lurah dan kepala desa selain itu juga bersama masyrakat melakukan pembersihan lingkungan dengan cara 3M untuk menghidari perkembangan jentik nyamuk.

Terkait adanya informasi bahwa adanya penderita DBD yang setelah sembuh dirawat ditahan karena tidak mampu membayar Wabup menjelaskan informasi tersebut tidak benar, pihak Rumah sakit tidak menuntut pembayaran sesuai dengan tindakan ataupun fasilitas pelayanan yang diberikan, berapapun kemampuan pasien tetap diterima dan mereka diperbolehkan untuk pulang rumah.

Wabup juga meminta kepada pihak RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua untuk melayani pasien Demam Berdarah dengan baik sehingga mereka bisa cepat sembuh dan kembali ke rumah masing-masing.

Direktur rumah sakit umum Mgr. Gabriel Manek Atambua, Dr. Helena Corputty mejelaskan sampai dengan saat ini sudah 219 orang yang dirawat. Dari jumlah tersebut 190 orang berasal Kabupaten Belu sebanyak sedangkan 29 pasien lainnya berasal dari luar Kabupaten Belu. Dari jumlah tersebut saat ini tinggal 48 orang yang masih dirawat sementara yang lainnya sudah diperbolehkan pulang. Sementara yang meninggal dunia smpai dengan tanggal 3 Maret 2020 berjumlah 2 orang.

“Saat ini masih ada 48 orang pasien yang kami rawat, namun karena kapasitas ruang anak hanya 22 pasien maka sebagian kami tempatkan di lorong-lorong ruangan dengan menambah ekstra bed,” pungkasnya.

Berita/foto: Tim Peliputan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.