WABUP BELU BUKA WORKSHOP STBM DAN MKM

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (04/03), Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan membuka secara resmi Workshop Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Manajemen Kesehatan Menstruasi (MKM)di Sekolah Tingkat Kabupaten Belu. Kegiatan ini berlangsung di Aula Hotel Matahari Atambua.

Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Pijar Timur Indonesia bekerjasama dengan PLAN Internasional Indonesia bagi Kepala Puskesmas dan Kepala Sekolah se-Kabupaten Belu ini dimaksudkan, selain mengidentifikasi dan menganalisa kondisi hygiene dan sanitasi di lingkungan sekolah khususnya 5 pilar STBM dan MKM, juga untuk meningkatkan perhatian dan komitmen dari para stakeholder untuk pelaksanaan sanitasi disekolah serta mendorong kemitraan stakeholder dengan pihak sekolah guna menyusun program pelaksanaan sanitasi disekolah.

Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan mengatakan, STBM dan MKM ini merupakan kegiatan untuk mengingatkan kita bagaimana menjaga kebersihan, karena manusia membutuhkan tubuh yang bersih, baik bersih diri dan bersih lingkungan sehingga bisa terhindar dari penyakit.

Wabup Ose Luan juga mengungkapkan, workshop ini juga untuk memperkenalkan kita tentang kesehatan bagi anak-anak khususnya kaum wanita yang mengalamai menstruasi. Untuk itu Ia berharap kepada orang tua dan pihak kepala sekolah untuk menjaga kesehatan anak sehingga tidak terjadi kanker serviks.

Terkait DBD, lanjut Wabup saat ini telah mewabah karena cuaca yang ekstrim sehingga pemerintah Kabupaten Belu telah mengambil tindakan dengan cara melakukan pertemuan khusus dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan foging agar bisa mencegah dan membunuh nyamuk. Untuk itu dirinya berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk melakukan 3M yakni membersihkan, menguras dan mengubur guna mencegah DBD.

Sementara itu, Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia – Vinsensius Kia Beda mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk memastikan pihak Sekolah dan Puskemas melihat 5 pilar STBM di masyarakat. Untuk itu dirinya berharap, dukungan dari Dinas Kesehatan, pihak sekolah dan Puskemas yang ada di Kabupaten Belu untuk memperhatikan 5 pilar STBM dengan lebih fokus adalah MKM, sehingga anak-anak kita tidak terkena kanker serviks.

‘’Berwal dari permukaan pembalut karena pada saat ini banyak kaum wanita memakai pembalut yang merupakan daur ulang,’’ungkapnya.

Lanjut Dirut, pihaknya akan melakukan pelatihan di sekolah-sekolah bagi anak-anak dan gurun untuk bagaimana membuat pembalut yang tidak hanya sekali pakai. Untuk itu, dirinya menyarankan kepada seluruh kaum wanita untuk tidak memakai pembalut lebih dari 4 jam sehingga tidak terjadinya kanker serviks.

Dirut menambahkan, sesudah melakukan Workshop ini pihaknya akan berkunjung ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Belu untuk memberikan pelatihan terkait 5 Pilar STBM dan MKM khusus disekolah mulai dari kelas 4-6 SD hingga Anak-anak SMP.

Oleh karenanya, pihak sekolah, lingkungan sekolah, teman sekolah terutama orang tua diharapkan untuk saling mendukung dalam menjaga kebersihan alat reproduksi khususnya anak-anak perempuan agar terhindar dari penyakit kanker serviks.

Berita/Foto: Mercy Aton, Bene Luan & Rio Bele Bau

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.