SENSUS PENDUDUK 2020, MENUJU SATU DATA KEPENDUDUKAN INDONESIA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Sabtu (28/02), Sensus Penduduk Indonesia 2020 (SP 2020) adalah pendataan Penduduk Indonesia yang mencakup jumlah penduduk, etnis, agama, pekerjaan, perekonomian dan lain – lain yang mana tujuannya adalah untuk menyediakan data, jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk menuju satu data kependudukan Indonesia. Berbeda dengan sensus penduduk sebelumnya, SP 2020 ini merupakan sensus pertama yang menggunakan metode kombinasi dengan memanfaatkan basis data administrasi kependudukan yang bersumber dari Ditjen Dukcapil.

Berbeda di tahun – tahun sebelumnya BPS melakukan Sensus Penduduk dengan cara tradisional atau door to door, namun kali ini untuk pertama kalinya Badan Pusat Statistik (BPS) memakai sistem daring (online) dalam melakukan sensus penduduk. Masyarakat hanya perlu menyiapkan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang didalamnya terdapat Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“ Pada prinsipnya sensus penduduk ini semuanya sama, yaitu petugas mendatangi dari rumah kerumah, namun di tahun ini ditambah lagi satu metode yaitu sensus online, yang mana masyarakat diharapkan untuk berpartisipasi aktif dengan cara mengakses sensus.bps.go.id disitu masyarakat bisa mengakses data mereka secara langsung dengan menyiapkan NIK dan KK,’’ papar Kepala Badan Pusat Statistik – Yustinus Siga, A.St saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu, pada hari Jumad (28/2/2020).

Dikatakannya bahwa Sensus tahun ini dilakukan dalam 3 tahapan yakni, tahapan PERTAMA, telah dimulai SP2020 secara online (SPO) sejak tanggal 15 Februari – 31 Maret 2020, masyarakat diminta untuk mengisi sensus secara mandiri melalui://sensus.bps.go.id, untuk tahapan yang KEDUA bagi masyarakat yang tidak berpartisipasi dalam SPO, akan didatangi dan diwawancara oleh petugas sensus pada bulan Juli 2020, ditahapan kedua ini terkait pemeriksaan daftar penduduk, verifikasi lapangan, hingga pencacahan lengkap, sedangkan di tahap yang KETIGA pada bulan Juli 2021 akan dilakukan pencacahan sampel, terkait pengumpulan data dan informasi kependudukan dan perumahan untuk menghasilkan berbagai parameter demografi dan indikator sosial lainnya.

Selain itu, Kepala BPS juga mengatakan dalam sensus online ini sangat diharapkan Partisipasi aktif penduduk khususnya di Kabupaten Belu dalam sensus online yang telah digelar sejak 15 Februari hingga 30 Maret tahun 2020 yang akan datang. Bukan hanya menjadi kewajiban seluruh warga negara Indonesia, namun kesadaran masing – masing penduduk akan pentingnya data bagi kesejahteraan bangsa adalah satu hal mendasar yang menjadi tujuan dalam penyelenggaraan sensus online ini.

“ Kepada masyarakat Kabupaten Belu mari kita turut berpartisipasi secara aktif dalam sensus penduduk ini, jadilah bagian dari sejarah kemajuan bangsa ini, karena partisipasi anda menentukan masa depan Indonesia,’’ ajak Yustinus.

Berita/Foto: Novita Bogar & Hengky Mao

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.