ATASI KEKURANGAN AIR KERJASAMA INVESTOR BANGUN IPA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Selasa (25/02), Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Kabupaten Belu akan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga guna membantu mengatasi kekurangan pasokan air di Wilayah Kabupaten Belu dengan membangun IPA (Instalasi Pembangunan Air).

Air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, maka di mana ada air disana ada harapan akan kehidupan. Seperti halnya yang dilakukan PDAM Kabupaten Belu akan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk membantu memproduksi tambah air PDAM bagi masyarakat, dalam hal ini mempercepat pelayanan, baik masyarakat di perkotaan maupun di pedesaan.

” Hari ini kita kedatangan Direktur PT. Bima Sakti Altera yang sudah bekerjasama dengan PDAM Kabupaten Belu, dalam hal ini Aplikasi Seluruh Sistem Aspek Kerja PDAM dan juga kerja sama dalam membantu pembangunan IPA, karena ada beberapa sumber mata air khususnya air sungai maupun air kali seperti di Motamoru dan Kali Talau khususnya di Weutu. Ini bisa dikembangkan dengan membangun Pipa atau Sumur Bor untuk menambah produksi pasokan air di Kabupaten Belu, yang didukung Mr. Beng Investor dari Aplikasi Jumbo. Kami sebagai operator perusahaan milik pemerintah bersedia bekerjasama dengan pihak manapun, dengan catatan membantu Pemerintah Pusat maupun Daerah dalam menyiapkan akses air minum, seperti yang telah ditargetkan Presiden RI yakni 100 kosong 100. 100 artinya, akses air minum bagi masyarakat sudah harus 100 persen dalam beberapa tahun ini, tandas Dirut PDAM Kabupaten Belu – Yunisius Koi Asa, S. Fil.

Ia menambahkan, hal ini sebagai upaya bersama dengan melibatkan semua pihak yang peduli untuk membangun program sistem penyediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya dalam wilayah layanan administrasi PDAM Kabupaten Belu. Selain itu PDAM mengelola sumber mata air gravitasi maupun sumber pompa. Sumber mata air grafitasi yang dimiliki, yakni Spam Lahurus, Weoe, Wematan Tirta, Air Gravitasi Wekiar Silawan. Sedangkan sumber pompa yakni Pompa Weutu dan Sumur Bor Silawan yang hingga saat ini masih dalam proses serah terima Spam Molosoa yakni Sumur Gravitasi.

Lanjutnya, kendala yang dihadapi selama musim hujan yang tidak teratur seperti ini tentunya sangat mengganggu baik produksi maupun konsumsi air bagi masyarakat, seperti pada awal bulan Oktober yang lalu banyak mengalami kekeringan. Kalau ini didiamkan tanpa kerjasama tentunya dampaknya bagi masyarakat. Sebagai upayanya, PDAM mendorong dengan melakukan pembangunan SPAM yang bersumber dari dana APBN. Spam yang sudah dibangun seperti Spam Weoe, Wekiar, Weutu Molosoan, Pamsimas dan beberapa Sumur Bor telah dibangun Pemerintah Kabupaten Belu yang tersebar di wilayah Kabupaten Belu. Karena itu, kami mendorong dan mendukung program –program sistem penyediaan air bersih yang diserahkan PDAM untuk mengelola air, dengan kedatangan Dirut PT. Surya dan Investor untuk bekerjasama dengan PDAM Kabupaten Belu menyediakan air minum sesuai dengan standar mutu yang berkualitas.

Berita /Foto: Asih Mukti & Domi Bitin

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.