WABUP BELU LAKUKAN PERTEMUAN BERSAMA TEAM SURVEI LP2M UNDANA KUPANG TERKAIT PELAKSANAAN KKN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Selasa(18/02), Wakil Bupati Belu- Drs. J. T. Ose Luan memimpin pertemuan bersama Team Survei LP2M Universitas Undana Kupang – Dr. Simplexsius Asa, SH., MH dan Ir. HT. Handayani, MP. terkait rencana pelaksanaan KKN Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati Belu.

Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan mengatakan, pertemuan bersama Team Survei LP2M Undana Kupang, Pimpinan OPD, Camat dan Kepala Desa ini terkait rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang yang tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Raimanuk, Kecamatan Tasifeto Timur, Kecamatan Raihat dan 21 desa sasaran.

Desa – desa sasaran KKN ini lebih di fokuskan pada stunting dan kemiskinan, tetapi pada perkembangannya ada kemungkinan mereka ikut mendata, seperti apa yang disampaikan oleh Gubernur NTT terkait pendidikan anak sekolah dan yang tidak sekolah, sehingga bisa dilakukan pendataan. Setelah mendapatkan data tersebut, berarti tinggal 48 desa yang menjadi sasaran KKN selanjutnya. Dan Pemda akan melakukan upaya lainnya untuk mencari data sesuai dengan diskusi yang berkembang.

Wabup Ose Luan menambahkan, masing – masing desa akan ditempatkan paling kurang 10-15 orang, mengingat Kabupaten Belu memperoleh jatah Mahasiswa KKN sebanyak 200-250 orang. Pertemuan ini juga membicarakan persiapan bagaimana para mahasiswa ini diterima dengan baik di Desa masing – masing, sehingga mereka dapat melakukan KKN secara baik. Wabup berharap, agar para perangkat desa selalu siap menerima Mahasiswa KKN, dan jangan sampai para mahasiswa KKN tersebut ditelantarkan.

Terkait curah hujan yang terbatas, Wabup juga mengharapkan agar para mahasiswa KKN ini bisa menerapkan disiplin ilmu yang baik, sehingga ketika selesai kegiatan KKN, ilmu yang diperoleh bisa diterapkan kepada masyarakat.

‘’Hal –hal teknis yang berkaitan dengan stunting dan kemiskinan akan diberikan format dari Dinas Kesehatan dan BP4D Kabupaten Belu serta Dinas Sosial Kab. Belu, sehingga bisa memantapkan apa yang direncanakan oleh Undana Kupang untuk dapat melaksanakan KKN,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Team Survei LP2M pada Undana Kupang – Dr. Simplexsius Asa, SH., MH. mengatakan, pihaknya sudah mengirim Team Survei ke 21 Desa yang akan dijadikan lokasi KKN. KKN ini merupakan mata kuliah wajib untuk menunjang kelulusan siswa sebelum menjadi sarjana, dan sesuai dengan arahan Wakil Bupati Belu untuk memfasilitasi dan bertemu dengan kepala desa terpilih guna melakukan program wajib bagi mahasiswa, selain Pemerintah Daerah bersedia menerima dan mendukung anak-anak dalam melakukan KKN, ada 3 kecamatan dan 21 desa, dan pada prinsipnya Kepala Desa dan Camat menerima anak –anak KKN tersebut sesuai dengan kebutuhan teknis yang dibutuhkan desa tersebut.

Stunting ini memang menjadi perhatian data yang ada basisnya yakni pengukuran dan penimbangan data stunting yang terjadi di kecamatan dengan masalah stunting di Belu, sehingga kami lebih fokus ke kecamatan tersebut, tetapi dalam waktu satu setengah bulan para mahasiswa ini tidak bisa diselesaikan tetapi paling tidak kita mengarahkan mahasiswa ataupun stakeholder pada masalah yang membutuhkan penanganan sesuai rencana pemberangkatan mahasiswa KKN di seluruh Kabupaten se – NTT pada 9 -14 Maret 2020.

Jumlah keseluruhan Mahasiswa KKN Undana Kupang yang tersebar di seluruh Kabupaten se -NTT berjumlah 3.000 Mahasiswa. Kabupaten Belu mendapatkan kuota mahasiswa KKN sebanyak 200-250 Mahasiswa yang akan di tempatkan di 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Raimanuk, Tasifeto Timur dan Kecamatan Raihat dengan jumlah 21 desa sasaran Mahasiswa KKN.

Berita /Foto: Asih Mukti & Jun Nai Buti

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.