PEMERINTAH SEBAGAI MITRA GEREJA MEMBANGUN HARAPAN UNTUK KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DAN BERJEMAAT

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Kamis (13/02), Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan menghadiri acara Persidangan Majelis Klasis Belu dalam pelayanan Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT) Tahun 2020, bertempat di Jemaat GMIT Ebenhaizer Asu Ulun, Kecamatan Atambua Selatan, Rabu (12/02).

Gambar mungkin berisi: 8 orang, orang berdiri, pohon, luar ruangan dan alam

Kegiatan Persidangan Majelis ini di awali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin Pdt. Noldiana Lapiweni Fudikoa, S.Th di hadiri Ketua Majelis Klasis Belu, Kepala Binmas Kristen Kementerian Agama Kabupaten Belu, Anggota Majelis Klasis Belu, Panitia Persidangan Mejelis Klasis Belu, para Pendeta se-Klasis Belu, Camat Atambua Selatan, Preswiter, Jemaat Ebenheizer Asu ulun serta peserta Persidangan Majelis.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih karena telah diundang dalam kegiatan pembukaan Persidangan Majelis Klasis Belu melalui pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Tahun 2020. Wabup Ose Luan juga menyampaikan bahwa sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, Tuhan membutuhkan pengabdian, pelayanan serta perbuatan yang baik bagi sesama. Untuk itu, ia meminta agar dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai pelayan Tuhan hendaknya harus rendah hati, saling mengasihi dan saling melayani satu sama lain dalam semangat cinta kasih.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan dalam ruangan

Pada tempat yang sama, Ketua Majelis Klasis Belu – Pdt. Yufliana Anci Wahi Takene, S.Th menyampaikan bahwa, persidangan klasis kali ini merupakan yang pertama kali digelar untuk periode 2020 – 2023 setelah didahului dengan sidang Klasis di Jemaat Moria Wemasa dan pemekaran Klasis Belu dan Malaka. Pada Sidang Sinode tahun 2019 di Jemaat Paulus Klasis Kota Kupang, pemekaran Klasis ini disahkan dalam sebuah keputusan pada 19 Januari 2020 melalui serah terima tongkat kepemimpinan sebagai Majelis Klasis baru.

Gambar mungkin berisi: 7 orang, orang duduk

Dikatakannya, Persidangan Majelis Klasis ini juga merupakan kegiatan rutin tahunan, namun pada momen ini, ada satu hal yang berbeda karena terjadi pergantian anggota Majelis Klasis sehingga ruang lingkupnya semakin kecil yang mana sebelumnya bergabung dengan wilayah Malaka. Dan saat ini, ketika berdiri sendiri Klasis Belu hanya 10 Jemaat, 6 mata Jemaat dan Pos Pelayanan. Dirinya juga menegaskan, sekalipun kondisinya berbeda dari sidang – sidang sebelumnya, namun tidak mengurangi nilai dan tujuan dari persidangan Klasis.

Di akhir sambutannya, Ketua Majelis Klasis Belu ini mengatakan, sebagai mitra gereja pihaknya sangat berterima kasih dan merasa bersyukur atas kehadiran serta keterlibatan pemerintah dalam acara Persidangan Majelis Klasis Belu ini dan ini tentunya akan menjadi momen yang baik untuk kita membangun harapan bersama dalam tanggungjawab ke depan untuk kehidupan bermasyarakat dan berjemaat, dan ini menjadi poin penting bagi kita untuk ada dalam dinamika persidangan untuk berbicara bersama tentang keterlibatan pemerintah dan gereja.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang berdiri

Usai sambutan dari Wabup Belu dan Ketua Majelis Klasis Belu, acara di lanjutkan dengan Persidangan Majelis Klasis Belu dalam pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) tahun 2020.

Persidangan Majelis Klasis Belu yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 12 – 13 Februari 2020 ini di ikuti 18 peserta. Adapun Biaya yang di gunakan dalam kegiatan ini berasal dari 9 jemaat Klasis Belu dan Jemaat Penyelenggara.

Berita/Foto: Novita Bogar, Hengky Mao & Marselina Hoar

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.