PEMDA BELU BERENCANA MEMBUKA JALAN ALTERNATIF LAIN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO.KAB. BELU – Senin (03/02) Usai meninjau ruas jalan yang longsor, Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan bersama Kadis PUPR, Camat Tastim, Kades Manleten dan rombongan juga berkesempatan melihat secara langsung ruas jalan alternatif yang baru di Desa Manleten.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri, langit, tanaman, pohon, awan, anak, luar ruangan dan alam

Pada kesempatan tersebut, Kadis PUPR Kabupaten Belu – Vinsensius K. Laka, ST mengatakan ruas Jalan yang longsor ini merupakan Jalan Provinsi untuk itu Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas PUPR Kabupaten Belu akan mencari solusi yang terbaik untuk membuka alternatif jalan baru sehingga aktivitas masyarakat di lima kecamatan tidak terganggu. Dirinya juga menambahkan, untuk memperbaiki ruas jalan yang longsor ini tentunya membutuhkan anggaran puluhan miliar, oleh karena itu pihaknya berencana untuk membuka ruas jalan alternatif baru yang tentunya tidak membutuhkan anggaran yang begitu besar. Untuk itu dirinya meminta kepada Camat dan Kades setempat untuk segera melakukan pertemuan dengan keluarga sebagai pemilik lahan agar tanah tersebut dapat digunakan sebagai jalan Kabupaten.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri dan luar ruangan

Dikatakannya, apabila keluarga pemilik tanah telah menyetujui untuk dibukanya alternatif jalan baru maka Camat Tastim bersama Kades Manleten untuk segera menyampaikan laporan ke Dinas PUPR Kabupaten Belu untuk ditindaklanjuti,’’ harap Kadis.

Sementara itu Kades Manleten – Kristianus Januarius Roni Seran menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini dirinya dan Camat Tastim akan melakukan pertemuan dan pendekatan kepada keluarga pemilik tanah untuk membahas terkait ruas jalan yang longsor guna membuka alternatif jalan baru yang akan dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas PUPR Kabupaten Belu,’’ Katanya.

Berita/Foto : Mercy Aton,Bene Luan dan Rio Bele Bau

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.